touch every thought with your heart
and u'll see something that was you won in your life

Hanyalah Sebuah Nama

08.51
Hanyalah sebuah nama, yang kembali buat hati ini tercabik oleh dosa. Membakar akalku, menjatuhkanku pada untaian mutiara hitam yang mengagungkan keinginan semu manusia. Sesaat membawaku terbang, menjauhkanku dari akal, dan membuatku semakin terpuruk. Mengelana tak pasti, membakar diri dan hati.
Bodoh, jika aku melanjutkan ini semua. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh akalku. Namun aku selalu saja kalah oleh hatiku, lalu kembali kepadanya yang selalu mempunyai kemungkinan membuatku semakin dalam menikmati kebodohan.
Semua ini seperti sebah ujian kesabaran yang aku tak tahu pasti akan sejauh mana membawaku melesat menggapai anganku. Hanya saja entah mengapa selalu ada bisik yang begitu menghantuiku
”Bersabarlah hatiku, akan ada cahaya itu di hatinya kelak.. kau hanya perlu bersabar, hingga saat itu benar-benar datang padamu...”
Lirih, perih, dan tak kuasa kutahan anganku memburu nafsu. Aku hanyalah seorang yang biasa saja, bukan seorang wali yang suci atau malaikat yang tiada mempunyai benci. Aku, hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa.
Namun, akupun harus memutuskan kemana lagi aku kan berlari. Mencoba melupakan sesak yang tak kunjung hilang, hingga kemudian hidup damai bersama keluarga kecil yang begitu kudambakan.
Dan kini, inilah aku masih bersama ujian kesabaranku....
Mencoba tetap tersenyum, meski ada sejuta luka yang tertoreh di sana....
Hingga saat itu tiba, saat dimana akan ada sebuah hati yang nampak begitu indah dimata hatiku, layaknya satu nama itu yang terlihat begitu bercahaya,
melebihi berjuta cahya manusia lain yang mungkin lebih baik darinya...
kerana aku hanya ingin hati yang telah lama tenggelam dalam kelam ini, dapat menemukan cahaya-Nya yang menerangi jiwaku...
Read On 0 komentar

Tentang Hati

08.49
Ada kerinduan yang mungkin tiada tersampaikan. Ada tangis yang tak mungkin mengalir dari mata hati. Ada sejuta asa yang digantungkan pada takdir yang Kuasa. Itulah cinta yang kurasa kini. Dikala penantian tak berujung menghanyutkanku pada sebuah kisah hati yang tak terbendung. Saat indah kusapa hadirmu mengerlingkan rasa ingin tahuku akan sebuah arti hadir hatiku disisimu. Menggelitik keinginanku untuk menyapa lembut keberadaanmu.

Namun semua sirna. Kucoba menahan egoku sebagai seorang hamba yang tiada kuasa menjaga terang dalam nuraninya. Melayangkan fikirku pada yang nyata dan tentunya ada. Takdir yang kelak akan membawaku menjalani kehidupan dalam naungan cinta suci-Nya Sang Maha Sempurna.

Indah warna yang kini terlukis dalam hidupku, membelaiku manja. Menggairahkan kembali sisi lain jiwaku yang telah lama terlelap. Aku dan hadirmu. Sebuah realitas yang hanya aku yang tahu, mengartikan ini semua dengan bahasa kalbu. Melagu, mengembara, meneteskan berjuta rasa yang hanya diketahui oleh-Nya Sang Penguasa Hati manusia.

Pergiku, menorehkan luka dalam dihatiku. Kerana hadirmu memanjakanku dalam setiap langkahku menapaki kembali masa-masa kecilku. Melenyapkan kekuatan yang selama ini kugenggam dalam meretas segala amanah-Nya yang dititipkan kepada jiwa ini. Membuatku kembali rapuh setelah sekian lama aku tegar dalam kesendirianku saat berdiri dan melangkah dengan tertatih.
Tiada ingin aku kehilangan, segala yang telah lama kuharapkan dalam angan. Kini aku harus mau membiarkan semua berlalu. Mengikhlaskan untuk pergi lebih jauh menghadapi kenyataan.
Aku dan sebuah harapan…
Saat ini, ketika kutuliskan sebuah kalimat hati yang tiada mungkin tersampaikan, mungkin hanya airmataku yang menetes menemaniku dalam setiap perjuangan. Kurasa kau tahu, ada yang begitu ingin kurajut bersamamu. Ya, itulah cinta-Nya. Berharap suatu saat kan kulihat senyum indahmu dikala hadir permata jiwa kita, buah hati titipan Sang Illahi yang kelak diamanahkan, menjadikanku seorang bidadari syurga yang menyandingmu dalam setiap dessah nafasmu.
Namun ternyata aku terlalu lemah untuk menjalani perjuanganku mengenalkanmu kepada-Nya. Duniamu terlalu keras untuk kutapaki, malam-malammu terlalu ramai untuk tempatku bermunajah, dan hatimu terlalu kokoh untuk dapat kubuka pintunya. Yang justru membuatku semakin pilu untuk berharap engkau dapat melihat dan merasakan hangat cahaya-Nya.

Kucoba mempertahankannya. Sebuah rasa yang kuharap dapat membuatku semakin dekat kepada-Nya.
Kucoba mengikuti langkahmu, berharap suatu saat nanti kau akan menatapku dengan senyuman kemudian menyapa hadirku dalam hidupmu dan kau kan berjalan bersamaku di jalan cinta-Nya.
Kucoba mendengar nuranimu, berharap suaranya yang begitu lemah akan bertambah kuat bersama nuraniku yang menguatkannya.

Jika aku menyerah hari ini.
Akankah ini sebuah akhir bagi kisah kita.
Jika aku menghentikan langkah kecilku saat ini.
Apakah aku akan tega meninggalkan sejuta asaku saat bersamamu.
Dan jika aku menulikan telingaku atas jeritan hati kecilmu yang begitu lemah,
Akankah aku menjadi bertambah kuat dalam pengembaraanku?

Kurasa aku kan bertahan
Sampai akhirnya Dia Sang Maha Kuasa akan menghentikan ini semua lewat takdir-Nya.
Terimakasih, karena kau buat aku yang lemah ini semakin bertambah kuat.
Untuk terus menunggu…
Menunggu
Dan menunggu…
Yang bisa kulakukan dalam setiap usahaku untuk membuka jalan fikirmu kepada hidayah-Nya…
Read On 1 komentar

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
Hanyalah ibu dari kedua adik laki-lakiku Yang mencoba untuk tetap bersyukur, atas segala hal yang telah Tuhan anugerahkan Kepadaku. Dan yang terus berusaha mewujudkan mimpi, membina sebuah keluarga kecil yang hidup dalam kejujuran dan cinta...

Arsip Blog