<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104</id><updated>2012-01-31T08:42:34.140-08:00</updated><category term='sedich...hiks...hiks...'/><category term='Walimahan Teman Seperjuangan...'/><category term='Berbagi itu indah sahabatku...'/><category term='Titip rindu buat Ibu.....'/><category term='jalan-jalan sambil cari ilmu...'/><category term='I want to say hello for all.....'/><category term='Perih...tak dapat kumenggapai cinta-Nya....'/><category term='Belajar memahami orang lain...'/><category term='Renungan'/><category term='Percayalah....Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya...'/><category term='Alhamdulillah..Akhirnya cerpennya uda kelar....'/><title type='text'>touch every thought with your heart</title><subtitle type='html'>and u'll see something that was you won in your life</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-6859493080497972309</id><published>2011-12-24T03:22:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T03:23:06.540-08:00</updated><title type='text'>Malam ini entah awal mula ataukah akhirnya</title><content type='html'>Bimbang hadir dalam tanya&lt;br /&gt;setelah sekian lama,kemanakah kiranya kubuang rindu yg seharusnya hanya kusemai untuk-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bgaimana kudapat membawa sahaya melanglang buana dalam pelukan resah yg tak kunjung sirna&lt;br /&gt;sedangkan aku tak mungkin dapat membaca hati setiap manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kacau balau&lt;br /&gt;kucoba tenangkan fikir,berharap menemukan-Mu dalam ujung kekalutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun aku trlalu kikir,&lt;br /&gt;gelap hati menenggelamkan fikir yg telah alpa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akupun kembali hilang arah,&lt;br /&gt;saat ada mata angin melambaikan kebingungan yg mulai merajuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya air mata..&lt;br /&gt;Yg dpat sahaya hina ini p'sembahkan kepada-Mu Yg Maha Mulia..&lt;br /&gt;Menemani munajah dalam pasrah dan asa,&lt;br /&gt;berharap temukan bijaksana dalam ketidakpastian tentang apa yg dibawa waktu untuk menjawab segala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Muqollibal Qulub,&lt;br /&gt;tsabbit qolby 'alaa dinnik..wa'alaa tho'atik..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-6859493080497972309?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/6859493080497972309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=6859493080497972309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/6859493080497972309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/6859493080497972309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2011/12/malam-ini-entah-awal-mula-ataukah.html' title='Malam ini entah awal mula ataukah akhirnya'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-4781425423689321268</id><published>2011-10-05T08:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T10:02:06.268-07:00</updated><title type='text'>Syndrome Keparanoid-an Akan Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Br9oFStdv9c/ToyNY75cVMI/AAAAAAAAAJY/jcoOb2MxVLw/s1600/siluet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Br9oFStdv9c/ToyNY75cVMI/AAAAAAAAAJY/jcoOb2MxVLw/s200/siluet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660054291232871618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti malam-malam sebelumnya, seringkali mata tak dapat terpejam. Entah karena terlalu penat atau justru sebaliknya. Akhir-akhir ini teman-teman satu kos juga sering menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kalong&lt;/span&gt; yang setiap malam terjaga mencari mangsa dan alhasil molor sampai sang surya tak lagi malu-malu di peraduannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku tahu, saat ini hampir semua teman satu kos merasakan kegundahan yang sangat mendalam. Ada yang gundah karena skripsinya tak kunjung penelitian, ada yang gundah karena diminta segera menikah, ada yang gundah karena adik yang memiliki permintaan macam-macam, ada yang gundah karena deadline kerjaan, dan termasuk aku sendiri juga mersakan hal yang sama,meskipun aku tak tahu tepatnya apa yang membuat hati ini merasakan kegundahan yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, tiap malam kami semua semakin menggila dengan segala macam hal yang dapat kami jadikan pelampiasan. Entah itu lewat chating, FB, dangdutan, bahkan memasak di tengah malam karena kelaparan gara-gara kebanyakan tertawa. Jam dinding yang sudah menunjukkan angka duabelas tengah malam-pun akan turut merasakan kegilaan karena kegaduhan yang kami buat seolah-olah waktu baru menunjukkan pukul delapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, ini bukanlah hal yang baik bagi kami semua. Mungkin sebagian orang akan beranggapan bahwa kami ini kumpulan wanita-wanita muda gila yang kebetulan menemukan gubuk yang sama, hobi yang sama, sifat dan terlebih lagi nasib yang sama. Tapi tahukah mereka, bahwa kami ini juga merupakan orang-orang yang agak bingung dikarenakan syndrome keparanoid-an kami akan ‘Masa Depan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, sebagian orang pasti akan merasakan hal ini. Namun kadar keparanoid-an itu berbeda bagi masing-masing orang. Dan kami mungkin termasuk sebagian penderita paling parah (terutama aku). Tahu sebabnya? Aku juga tak tahu pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali aku mencoba menceritakan hal ini kepada salah satu orang yang mungkin saja  dapat membantu kami (atau lebih tepatnya membantuku) mencari tahu penyebab syndrome ini. Dan ternyata inilah hasilnya, kata orang itu aku ini menderita sebuah kelainan yang setara dengan dengki, iri, sombong, dll. Dan parahnya lagi (masih menurut analisis orang yang sama) kelainanku itu sudah cukup parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg…. Tak urung aku sangat kaget dibuatnya. Dalam hati aku beristighfar, dan berkata dalam hati, benarkah penyakitku separah itu? Mataku mulai berkaca-kaca, dan mulai mengintropeksi diri atas segala macam hal dalam hidupku. Aku mulai membenarkan setiap ucapan orang itu. Tanpa berani membela diri. Aku tak ingin terus-terusan tenggelam di dalam kubangan lumpur yang aku buat sendiri. Dan sudah tiga hari ini, aku mengikuti saran orang itu. Untuk dapat memperbaiki kesalahanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-4781425423689321268?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/4781425423689321268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=4781425423689321268' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/4781425423689321268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/4781425423689321268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2011/10/syndrome-keparanid-akan-masa-depan.html' title='Syndrome Keparanoid-an Akan Masa Depan'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Br9oFStdv9c/ToyNY75cVMI/AAAAAAAAAJY/jcoOb2MxVLw/s72-c/siluet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-571692282428566491</id><published>2011-03-19T11:55:00.001-07:00</published><updated>2011-03-19T16:43:17.750-07:00</updated><title type='text'>SARASEHAN INTERNET SEHAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sabtu 19 Maret 2011&lt;br /&gt;Rumah Sahabat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti hari-hari biasanya, pagi ini kami keluarga besar Sahabat Mata punya gawe yang cukup penting. Aktivitas dimulai dengan membersihkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rumah Sahabat&lt;/span&gt; mempersiapakan segala sesuatu yang diperlukan seperti layakanya jika sebuah organisasi akan mengadakan sebuah kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, disinilah aku sekarang. Tepatnya sudah dua setengah bulan aku mengisi hari-hariku dengan sahabat-sahabat baruku yang diciptakan oleh Allah SWT sangat istimewa. Mereka semua adalah Come_Unity Komunitas Sahabat Mata (www.jalancahaya.org). Komunitas yang telah membuat aku benar-benar lebih mendalami bagaimana arti hidup, kesabaran, keikhlasan, dan tentunya rasa syukur karena Dia Sang Maha Pencipta telah memberi atau lebih tepatnya menganugerahiku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'sesuatu'&lt;/span&gt; yang tidak mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sesuatu' yang terkadang luput dari fikiran. 'Sesuatu' yang tak pernah disyukuri hanya karena masih dapat kita nikmati setiap hari. 'Sesuatu' yang terkadang hanya digunakan sebagai wujud kemaksiatan, yang kadang tak mampu terjaga hanya karena awal dari 'sesuatu' itulah kita dapat terjerumus ke dalam banyak sekali hal. Dan 'sesuatu' itulah yang kita namakan Penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah Tunanetra...&lt;br /&gt;Namun mata hati mereka adalah penglihatan yang nyata&lt;br /&gt;Mereka adalah Tunanetra...&lt;br /&gt;Namun jangan kita kira mereka hanya dapat mengiba&lt;br /&gt;Mereka adalah Tunanetra...&lt;br /&gt;Namun mereka adalah orang-orang yang amanah dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;Mereka adalah Tunanetra...&lt;br /&gt;Namun Cahaya Ilmu bukan berarti tak dapat mereka raba&lt;br /&gt;Mereka adalah Tunanetra...&lt;br /&gt;Namun apa yang telah mereka perjuangkan bahkan tak akan pernah dapat kita bayangkan sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disinilah aku kini, yang kembali mendapatkan amanah yang tak ternilai harganya. Terkadang aku sendiri masih tak tahu pasti, mengapa Dia Sang Maha Cinta mengirimku ke tempat ini. Cerita lalu yang kunamakan 'Kesasar Demi Kebaikan Diri'. Namun semakin lama aku semakin mengerti, skenario-Nya masih saja begitu indah terlukis dalam kehidupanku. Sehingga Dia memberiku berjuta cinta dan cahaya. Jangan anggap remeh mereka. Walaupun mereka tunanetra, mereka juga adalah orang-orang seperti kita. Dari mulai penyiar radio, penulis, ustadh,bahkan sampai perakit komputer. Gak percaya? silahkan datang langsung ke temapat kami di www.jalancahaya.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik awal. Tentang Salah satu gawe Penting kami hari ini. Alhamdulillah, semua sudah selesai dipersiapkan. Ruangan (meskipun seadanya) dan snack (semakin tambah seadanya)maklumlah, dana yang kami miliki tidak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta sudah datang, sekitar dua puluh lima orang terdiri dari teman teman tunanetra dan relawan. Nah...sekarang tinggal pembicaranya... Ups...Sorry aku lupa menjelaskan acara kami hari ini adalah Sarasehan membahas tentang internet sehat yang bekerjasama dengan ICT dan www.internetsehat.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, selang tiga puluh menit kemudian Sang Pembicarapun datang. Salah satunya adalah oraang yang cukup terkenal (kata orang-orang) tapi mungkin dasar mungkin akunya yang katrok jadi aku cuek aja and gak tahu pasti siapa itu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ramaditya&lt;/span&gt; (www.ramaditya.com)yang seorang tunanetra sekaligus motivator yang seringkali tampil di televisi, bahkan pernah juga diundang di acaranya Kick Andy. Aku memang termasuk salah satu penyuka perlu digarisbawahi hanya penyuka bukan penggila acara tersebut. Jadi kalau kebetulan aku temukan acar tersebut ya aku tonton, jadi jangan tanyakan aku jadwal pastinya hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara inti akhirnya dimulai. Membahas tentang segala sesuatu yang dapat dilakukan di internet. Tentunya dengan cara yang sehat pula. Dan inilah video rekamannya yang belum editing sama sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-571692282428566491?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/571692282428566491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=571692282428566491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/571692282428566491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/571692282428566491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2011/03/sarasehan-internet-sehat.html' title='SARASEHAN INTERNET SEHAT'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-3046775758834482657</id><published>2010-04-11T18:51:00.001-07:00</published><updated>2010-04-11T18:51:38.628-07:00</updated><title type='text'>Hanyalah Sebuah Nama</title><content type='html'>Hanyalah sebuah nama, yang kembali buat hati ini tercabik oleh dosa. Membakar akalku, menjatuhkanku pada untaian mutiara hitam yang mengagungkan keinginan semu manusia. Sesaat membawaku terbang, menjauhkanku dari akal, dan membuatku semakin terpuruk. Mengelana tak pasti, membakar diri dan hati. &lt;br /&gt;Bodoh, jika aku melanjutkan ini semua. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh akalku. Namun aku selalu saja kalah oleh hatiku, lalu kembali kepadanya yang selalu mempunyai kemungkinan membuatku semakin dalam menikmati kebodohan.&lt;br /&gt;Semua ini seperti sebah ujian kesabaran yang aku tak tahu pasti akan sejauh mana membawaku melesat menggapai anganku. Hanya saja entah mengapa selalu ada bisik yang begitu menghantuiku&lt;br /&gt;”Bersabarlah hatiku, akan ada cahaya itu di hatinya kelak.. kau hanya perlu bersabar, hingga saat itu benar-benar datang padamu...”&lt;br /&gt;Lirih, perih, dan tak kuasa kutahan anganku memburu nafsu. Aku hanyalah seorang yang biasa saja, bukan seorang wali yang suci atau malaikat yang tiada mempunyai benci. Aku, hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa. &lt;br /&gt;Namun, akupun harus memutuskan kemana lagi aku kan berlari. Mencoba melupakan sesak yang tak kunjung hilang, hingga kemudian hidup damai bersama keluarga kecil yang begitu kudambakan.&lt;br /&gt;Dan kini, inilah aku masih bersama ujian kesabaranku....&lt;br /&gt;Mencoba tetap tersenyum, meski ada sejuta luka yang tertoreh di sana....&lt;br /&gt;Hingga saat itu tiba, saat dimana akan ada sebuah hati yang nampak begitu indah dimata hatiku, layaknya satu nama itu yang terlihat begitu bercahaya,&lt;br /&gt;melebihi berjuta cahya manusia lain yang mungkin lebih baik darinya...&lt;br /&gt;kerana aku hanya ingin hati yang telah lama tenggelam dalam kelam ini, dapat menemukan cahaya-Nya yang menerangi jiwaku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-3046775758834482657?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/3046775758834482657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=3046775758834482657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/3046775758834482657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/3046775758834482657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2010/04/hanyalah-sebuah-nama.html' title='Hanyalah Sebuah Nama'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-5468775679027449759</id><published>2010-04-11T18:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T18:50:57.691-07:00</updated><title type='text'>Tentang Hati</title><content type='html'>Ada kerinduan yang mungkin tiada tersampaikan. Ada tangis yang tak mungkin mengalir dari mata hati. Ada sejuta asa yang digantungkan pada takdir yang Kuasa. Itulah cinta yang kurasa kini. Dikala penantian tak berujung menghanyutkanku pada sebuah kisah hati yang tak terbendung. Saat indah kusapa hadirmu mengerlingkan rasa ingin tahuku akan sebuah arti hadir hatiku disisimu. Menggelitik keinginanku untuk menyapa lembut keberadaanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua sirna. Kucoba menahan egoku sebagai seorang hamba yang tiada kuasa menjaga terang dalam nuraninya. Melayangkan fikirku pada yang nyata dan tentunya ada. Takdir yang kelak akan membawaku menjalani kehidupan dalam naungan cinta suci-Nya Sang Maha Sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah warna yang kini terlukis dalam hidupku, membelaiku manja. Menggairahkan kembali sisi lain jiwaku yang telah lama terlelap. Aku dan hadirmu. Sebuah realitas yang hanya aku yang tahu, mengartikan ini semua dengan bahasa kalbu. Melagu, mengembara, meneteskan berjuta rasa yang hanya diketahui oleh-Nya Sang Penguasa Hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergiku, menorehkan luka dalam dihatiku. Kerana hadirmu memanjakanku dalam setiap langkahku menapaki kembali masa-masa kecilku. Melenyapkan kekuatan yang selama ini kugenggam dalam meretas segala amanah-Nya yang dititipkan kepada jiwa ini. Membuatku kembali rapuh setelah sekian lama aku tegar dalam kesendirianku saat berdiri dan melangkah dengan tertatih. &lt;br /&gt;Tiada ingin aku kehilangan, segala yang telah lama kuharapkan dalam angan. Kini aku harus mau membiarkan semua berlalu. Mengikhlaskan untuk pergi lebih jauh menghadapi kenyataan.&lt;br /&gt;Aku dan sebuah harapan…&lt;br /&gt; Saat ini, ketika kutuliskan sebuah kalimat hati yang tiada mungkin tersampaikan, mungkin hanya airmataku yang menetes menemaniku dalam setiap perjuangan. Kurasa kau tahu, ada yang begitu ingin kurajut bersamamu. Ya, itulah cinta-Nya. Berharap suatu saat kan kulihat senyum indahmu dikala hadir permata jiwa kita, buah hati titipan Sang Illahi yang kelak diamanahkan, menjadikanku seorang bidadari syurga yang menyandingmu dalam setiap dessah nafasmu.  &lt;br /&gt;Namun ternyata aku terlalu lemah untuk menjalani perjuanganku mengenalkanmu kepada-Nya. Duniamu terlalu keras untuk kutapaki, malam-malammu terlalu ramai untuk tempatku bermunajah, dan hatimu terlalu kokoh untuk dapat kubuka pintunya. Yang justru membuatku semakin pilu untuk berharap engkau dapat melihat dan merasakan hangat cahaya-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba mempertahankannya. Sebuah rasa yang kuharap dapat membuatku semakin dekat kepada-Nya.&lt;br /&gt;Kucoba mengikuti langkahmu, berharap suatu saat nanti kau akan menatapku dengan senyuman kemudian menyapa hadirku dalam hidupmu dan kau kan berjalan bersamaku di jalan cinta-Nya.&lt;br /&gt;Kucoba mendengar nuranimu, berharap suaranya yang begitu lemah akan bertambah kuat bersama nuraniku yang menguatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku menyerah hari ini.&lt;br /&gt;Akankah ini sebuah akhir bagi kisah kita.&lt;br /&gt;Jika aku menghentikan langkah kecilku saat ini.&lt;br /&gt;Apakah aku akan tega meninggalkan sejuta asaku saat bersamamu.&lt;br /&gt;Dan jika aku menulikan telingaku atas jeritan hati kecilmu yang begitu lemah, &lt;br /&gt;Akankah aku menjadi bertambah kuat dalam pengembaraanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa aku kan bertahan&lt;br /&gt;Sampai akhirnya Dia Sang Maha Kuasa akan menghentikan ini semua lewat takdir-Nya.&lt;br /&gt;Terimakasih, karena kau buat aku yang lemah ini semakin bertambah kuat.&lt;br /&gt;Untuk terus menunggu…&lt;br /&gt;Menunggu&lt;br /&gt;Dan menunggu…&lt;br /&gt;Yang bisa kulakukan dalam setiap usahaku untuk membuka jalan fikirmu kepada hidayah-Nya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-5468775679027449759?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/5468775679027449759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=5468775679027449759' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5468775679027449759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5468775679027449759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2010/04/tentang-hati.html' title='Tentang Hati'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-3076530903903072626</id><published>2010-01-04T06:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T06:12:30.473-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sebuah Goresan</title><content type='html'>Dalam sebuah p'jlanan hidup&lt;br /&gt;Kucoba 'tuk langkahkan kaki,mnopang hati yg kian rapuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, aq t'jatuh&lt;br /&gt;memerosokkan Imanq&lt;br /&gt;Mengembalikanq pada jurang yg bgitu dlam dan kelam&lt;br /&gt;Seolah smua hnya sbuah byangan&lt;br /&gt;hitamku m'hambakanku pda nafsu yg smakin m'bdohiku&lt;br /&gt;Mengajakku menari,melupakan kenyataan bahwa takdirq seharusnya membawa hati ini menuju cinta-Nya yg haqiqi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangispun sprti p'cuma&lt;br /&gt;kerana aq kan kembali menorehkan noda&lt;br /&gt;seolah air mata sudah tak dapat lagi membasuh kekotoran hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aqpun kembali tenggelam&lt;br /&gt;dalam lautan fatamorgana yg tak berujung dan dan semakin membuatku hina&lt;br /&gt;BAhkan tiada kusadari bahwa aq semakin jauh berlari menghindari dan tak lagi b'syukur saat kulihat indah pelangi&lt;br /&gt;Lupa dan semakin lupa&lt;br /&gt;Rapuh dan b'tambah rapuh..&lt;br /&gt;dalam buaian kata-kata dari bibirku yg semakin tiada makna&lt;br /&gt;memunafikkan diri pdahal aq hanyalah manusia biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutku berkata aq hina,&lt;br /&gt;Namun hatiku masih saja dipenuhi kesombongan..&lt;br /&gt;Fikirku merenungkan dosa dosa..&lt;br /&gt;Namun tiada dapat kujaga diri untuk menghindari kekotoran yg terus saja aq lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dapat kusemikan cinta-Mu&lt;br /&gt;sedangkan nurani tlah bgitu kering kerontang,tiada setetespun air jernih membasahinya&lt;br /&gt;bahkan benih-benih di kalbupun telah menghilang,diterbangkan topan yg mendera..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini..&lt;br /&gt;yg t'tinggal hanyalah noda yg smakin menghitam..&lt;br /&gt;Namun aku masih saja merasa kesucian b'semayam dalam dada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Masih pantaskah hamba mendapatinya..&lt;br /&gt;hati suci seseorang yg tlah Kau pilihkan untuk membawa hamba pada cinta-Mu..&lt;br /&gt;Masih pantaskah hamba menjadi bidadarinya? Sedangkan hamba masih saja tiada sanggup menjaga kehormatan diri..&lt;br /&gt;Masih pantaskah hamba mendampinginya?&lt;br /&gt;seseorang yg tanpa lelah akan mengenalkan dan mengokohkan qalbu ini untuk tetap teguh t'paut pada cinta-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni hamba Ya Rabb..&lt;br /&gt;Hamba mohon janganlah Kau tinggalkan hati hamba, kerana kini hanyalah Engkau yg hamba miliki..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-3076530903903072626?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/3076530903903072626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=3076530903903072626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/3076530903903072626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/3076530903903072626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2010/01/sebuah-goresan.html' title='Sebuah Goresan'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-8526556710312588815</id><published>2009-09-25T02:00:00.000-07:00</published><updated>2010-01-18T20:34:02.197-08:00</updated><title type='text'>Satu Pagi di Hari Raya Terakhir</title><content type='html'>20 September 2009, 1 Syawal 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La Ilaaha Illallahu Allahu Akbar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar Walillahilham…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir dan Tahmid kembali berkumandang. Di pagi yang cerah di hari yang dinanti umat Islam di seluruh dunia ini, air mataku kembali tak dapat kubendung. Ingatan akan hari raya terakhir itu membuat hatiku begitu ngilu, seakan ingin kuulang kembali seandainya diri yang lemah ini dapat melakukannya. Dan kini aku kembali di tempat ini, bersama hatiku yang terasa sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2008, 1 Syawal 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu berlari kecil mendekati seorang wanita yang tengah berdzikir di sebelahku. Setengah merengek, samar kudengar ia meminta wanita di sebelahku itu untuk mengantarkannya ke kamar kecil. Anak yang baru berumur dua setengah tahun itu adalah adikku, dan wanita di sebelahku yang kini sedang membujuk adikku itu adalah ibu kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah kuperkirakan, wanita yang sudah tujuh belas tahun kupanggil ibu itu pasti kan menyuruhku untuk menemani adikku ke kamar mandi. Padahal sebentar lagi shalat Ied yang hanya setahun sekali ini akan segera dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mba Ninok, antarkan adik ke kamar mandi ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setengah menolak, aku menjawab, “Disuruh nahan dulu aja lah, bu. Kan bentar lagi shalat Ied-nya udah mo dimulai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dengan bahasanya yang lembut, ibu kembali memintaku, “Kasihan adek kan mba Ninok. Paling juga adek ndak lama. Kan adek cuma pengen pipis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok enggak ibu aja yang nemenin adek?” aku kembali menolak permintaan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mba Ninok, ibu minta tolong sekali ini saja ya. Mba ninok ndak mau bantuin Ibu?” masih dengan senyum manisnya, ibuku meminta padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, dengan sedikit terpaksa, aku menuruti keinginan ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, baru satu menit aku dan adikku sampai di kamar kecil, terdengar suara muadzin mengumandangkan iqamah pertanda shalat akan segera dimulai. Adikku yang sudah kusuruh secepat mungkin untuk membuang hajatnya, malah rewel dan tidak mau kembali ke shaf tempatku semula. Padahal kalau hari lebaran seperti ini, sudah pasti masjid akan penuh sesak. Alhasil, aku tidak dapat ikut shalat Ied berjama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbayang betapa kesal dan marahnya hatiku saat itu. Ditambah adikku yang semakin merajuk, akhirnya kuputuskan untuk pulang saja ke rumahku yang terletak tidak jauh dari masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, aku lantas menangis sejadi-jadinya di kamarku. Tak kupedulikan adikku yang saat itu sudah sibuk sendiri dengan mainan miliknya. Kecewa sekali rasanya karena aku tidak dapat mengikuti shalat Ied kali ini. Aku jadi lebih sakit hati mengingat kenapa tadi harus aku yang mengantar adikku ke kamar kecil, kenapa bukan ibuku saja yang mengantarnya. Disaat-saat seperti ini, sifat manja dan tidak sabaranku semakin menjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian kudengar suara langkah kaki mendekati kamarku, dan tak lama kudengar pintu kamar yang sengaja aku kunci dari dalam itu diketuk oleh seseorang yang kemudian memanggilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nok… Ninok… Buka, nduk. Ini ibu. Ibu pengen ngomong sama kamu, Nok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ndak mau, ibu jahat! Kan Ninok udah bilang kalo shalat Ied-nya hampir dimulai, kenapa ibu gak mau dengerin Ninok? Sekarang Ninok jadi gak ikut shalat Ied kan akhire?” sambil masih terus menangis, aku mengungkapkan kemarahan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Nok, ibu tahu ibu salah. Tapi Ibu gak sengaja buat kamu gak bisa ikut shalat. Bukalah pintu ini, Nok, dengarkan dulu penjelasan ibu. Ayolah, cah ayu, masa' hari lebaran begini kamu malah marah sama Ibu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar suara ibu yang agak bergetar. Tak lama kemudian bapak juga datang dan berbicara kepadaku dari ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ninok… Ninok… Kan shalat Ied itu hanya shalat sunnah. Masa' hanya gara-gara masalah sepele seperti itu kamu marah pada Ibumu. Apalagi ini kan hari lebaran. Seharusnya kamu bisa memaafkan dan belajar untuk berlapang dada. Masih ada tahun depan untuk shalat Ied,” ujar bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tak lama kemudian, hatiku luluh juga. Pelan kubuka pintu kamarku. Kulihat senyum ibu memandangku di sela-sela air matanya. Lantas beliau memelukku sambil berucap, “Maaf ya, Nok. Sebenarnya ibu tadi hanya takut, kalau mungkin ini menjadi hari lebaran terakhir Ibu. Ibu ingin ikut shalat Ied untuk terakhir kalinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seperti telah dibangunkan dari sebuah mimpi panjang, aku baru sadar bahwa sikapku barusan sudah sangat keterlaluan. Kaget dan sedih mendengar ibu yang begitu mengasihi dan menyayangiku dengan sepenuh hati mengatakan kata-kata seperti itu. Dan akhirnya, kami pun tenggelam dalam pelukan penuh kasih dan berkah saling memaafkan di hari raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian di hari raya itu, kesehatan ibu sedikit demi sedikit mulai menurun karena tumor yang diderita olehnya. Padahal sudah banyak sekali jalan yang keluarga kami tempuh untuk mencari kesembuhan beliau. Keadaan beliau jadi agak kurang stabil, terkadang bisa sangat bagus dan terkadang bisa sangat jatuh. Akan tetapi tak pernah sekalipun aku mendengar keluhan beliau tentang penyakit yang dideritanya itu. Dari situlah aku belajar tentang arti kesabaran dan keikhlasan beliau dalam menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu malam, aku terbangun mendengar suara isak tangis beliau yang sedang shalat tahajud. Dalam do'a yang dimunajahkannya kepada Allah, tak secuil pun kudengar pintanya untuk kesembuhan penyakitnya. Yang dimintanya hanyalah kebahagiaanku, bapak, dan juga adik-adikku. Seolah penderitaan atas penyakit yang dideritanya bukanlah apa-apa dibandingkan harus melihat orang-orang yang dikasihinya menderita. Ya Rabbi, betapa beruntungnya aku memiliki ibu seperti beliau. Seseorang yang benar-benar mendidikku dengan segala kebaikan dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Agustus 2009, Nishfu Sya'ban 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah satu bulan terakhir, kondisi ibu terus menurun. Padahal aku harus tetap melanjutkan sekolahku setelah selama tiga minggu aku izin untuk dapat menunggui Ibu yang tengah dirawat di rumah sakit. Menetap di sekolah yang berasrama di Kota Semarang membuatku harus tinggal jauh dari keluargaku di Blora. Dan itu berarti aku juga harus jauh dari Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini adalah malam Nisyfu Sya’ban, dan bulan terlihat begitu benderang. Seolah Purnama ingin menghibur setiap jiwa dengan cahaya redupnya. Purnama itu menjadi saksi atas diriku yang begitu ingin berada di samping ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, setelah melakukan rutinitas shalat isya’ berjama’ah, entah mengapa aku tak ingin cepat-cepat menutup mata. Hatiku begitu tenang tatkala aku berjalan menuju teras asrama menemani sang Purnama yang tengah bersinar di kegelapan malam. Hingga pukul sebelas malam, aku memutuskan kembali ke kamar dan menuju ke tempat peristirahatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul tiga dinihari, aku dibangunkan oleh ibu asuh yang selama ini menjaga siswa siswi di asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ninok... Bangun! Ada keluargamu datang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah sadar, aku terbangun dengan kaget. Dari Ibu asuhku itu aku diberitahu bahwa ada keluargaku yang datang menengokku. Saat itu, tiba-tiba saja ada perasaan takut yang menggelayuti hatiku. Cepat-cepat aku mengganti pakaianku. Gelisah aku ingin mengetahui siapakah kiranya gerangan yang datang ke sini sepagi buta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata itu kedua pamanku. Beliau mengabari bahwa ibu sakit keras dan ingin segera bertemu denganku. Seketika aku lemas, seolah kedua kakiku tak sanggup menahan beban tubuhku. Akan tetapi aku mencoba untuk tetap kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang, aku meminta izin beberapa menit untuk melakukan shalat sunnah di masjid asrama. Do'aku malam itu, aku hanya minta yang terbaik untuk ibuku, meskipun itu adalah yang terperih untukku. Hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat jam perjalanan Semarang - Blora hanya kuisi dengan air mata dan kebisuan, karena memang perasaanku benar-benar kacau. Hingga kemudian sesampainya di masjid dekat rumah, kulihat sudah banyak sekali kendaraan yang terpakir di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kubuka pintu mobil yang membawaku, kulihat dari kejauhan bapak setengah berlari menghampiriku dan memelukku dengan sangat erat disertai linangan air mata. Saat itu, aku sadar, aku harus siap apa pun yang terjadi hari ini. Meski dengan sekuat tenaga kubendung perasaan yang meluap-luap ini, aku mencoba meneguhkan hatiku agar dapat kuat menghadapi hal yang tak pernah dapat kubayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika lututku terasa lemas, tak kuasa lagi aku menahan beban tubuhku. Aku hanya dapat terdiam dalam pelukan ayahku yang juga tak kalah sedihnya atas kejadian hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan, kuhampiri Ibu, permata hati dalam keluarga kami yang kini telah terbujur kaku di hadapanku. Orang yang selama ini selalu mengiringi langkahku, menjadi penopang hatiku, menjadi pelipur laraku pergi tanpa satu kata pun terucap dari bibir manisnya yang selalu tersenyum kepadaku. Wajah manisnya yang menyunggingkan senyum khasnya terlihat begitu tenang dan damai seolah ia hanya tertidur. Dan aku belum dapat memberikan apa-apa sebelum kepergiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya dapat menahan perih, di dalam pelukan bapak dan kedua adikku. Perih hanya dapat berucap dalam hatiku yang tak sempat menyampaikan betapa aku mencintai ibu. Ibu, maafkan ananda yang belum dapat membahagiakanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, purnama telah menjemput ibu, dan kuyakin akan mengantarkan beliau ke taman syurga. Dan kami sekeluarga hanya dapat mengikhlaskan beliau untuk mendapatkan yang terbaik di sisiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Agustus 2009, 1 Ramadhan 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul dua dinihari, aku terbangun dari tidur lelapku. Tiba-tiba saja aku ingin menangis. Malam ini adalah tanggal satu di bulan suci Ramadhan. Di setiap tahun sebelumnya, ibulah yang setiap malam mencium keningku dan membangunkan kami sekeluarga untuk menikmati santap sahur bersama. Ibulah yang senantiasa mempersiapkan segala keperluan kami, sehingga kami tidak terlambat untuk bersantap sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak dengan malam ini, betapa kepergian beliau menyisakan rindu yang menyesakkan jiwa, seolah-olah baru kemarin aku melihat senyum manisnya saat membangunkan aku dari tidur lelapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengambil air wudhu, aku kemudian bersimpuh kepadaNya, Sang Maha Penguasa atas segalanya, yang Maha Membolak-balikkan Hati. KepadaNya aku memohon ampunan atas segala dosaku dan dosa keluargaku, terutama untuk ibu yang kini sudah berada di dekatNya. Dalam tangisku yang tiada henti mengalir, aku mengungkapkan kerinduanku kepadaNya, berharap rasa hati yang perih ini dapat tersampaikan kepada ibu yang berada sangat jauh dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah kudengar suara seseorang yang memanggilku dengan lembut. Kulihat ayah yang berdiri di depan pintu menatapku dengan penuh kasih. Tak lama kemudian aku telah tenggelam di dalam pelukan beliau yang mencoba menenangkanku dan kemudian ayah berkata lirih, “Kamu harus ikhlas, anakku. Belajarlah untuk menjalani semua anugerah Allah ini dengan kesabaran, jangan bersedih. Percayalah, ibu tetap hidup di hati kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terberat yang harus kami lalui. Karena orang yang sangat kami kasihi telah dipanggil olehNya. Setiap malam, aku dan ayah sibuk mempersiapkan santap sahur untuk kami sekeluarga. Akulah yang menggantikan ibu untuk membangunkan adik-adikku. Saat itu aku baru sadar, betapa sabarnya ibu kami dulu. Setiap tahun, beliau harus menghadapi berbagai macam sikap kami saat dibangunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali, ketika aku dibangunkan, saat itu aku masih duduk di kelas satu SD, masih segar dalam ingatanku ketika aku membawa serta bantalku karena aku masih sangat mengantuk ketika dibangunkan oleh ibu. Sayur nangka yang tersedia dan tergelar di atas tikar untuk santap sahur kami, terpaksa harus terbuang sia-sia karena tak sengaja aku menendangnya saat aku berjalan menuju tikar itu sambil memejamkan mata. Tapi ibu tidak marah, dengan sabar membersihkannya kemudian menggantinya dengan mie instan, kerena memang waktu sahur yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Aku sangat merasa bersalah saat itu. Dan sejak itu pula, aku tidak pernah rewel jika dibangunkan oleh ibu untuk bersantap sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan penuh telah kami lalui tanpa kehadiran ibunda. Setiap malam kami bersantap sahur dengan ala kadarnya, mencoba untuk tetap bersabar meski hati kami dirundung duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok pagi, tepat tanggal 1 syawal, dan itu berarti adalah hari kemenangan kami. Tak urung, tangis sedih dan bahagia bercampur menjadi satu. Meluap seakan tak ingin terhenti oleh berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini pun tak dapat kupejamkan mata, teringat saat kuselipkan duka di Hari Raya terakhirku bersama Ibunda. Tak pernah kusangka, kata-kata Ibu waktu itu menjadi kenyataan. Saat Ibu mengatakan bahwa Hari Raya Tahun kemarin adalah Hari Raya terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi wajah adik-adikku yang telah tertidur pulas. Dalam hatiku, aku berjanji akan selalu menjaga mereka. Mengenalkan mereka kepada Sang Pencipta dan RasulNya. Layaknya Ibu yang dahulu begitu sabar mengenalkan aku kepada cintaNya. Karena mereka adalah titipan ibu untukku. Agar ibu bahagia melihat kami tumbuh bersama anugerah kasihNya. Dan tak lama kemudian, mata ini pun terpejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samar kudengar suara merdu seseorang tengah membaca Al-Qur’an di sebelah tempat tidurku. Saat aku membuka mata, kulihat seseorang dengan mukena putih bersih dan terlihat begitu cantik. Kudengarkan dengan seksama, dia membaca surah yang begitu menyentuh hatiku. Surah Ar-Rahman. Aku terpaku, tak ingin bergerak sedetik pun. Kudengar bacaan surah itu sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tabaarakasmu Rabbika dhiljalaali Wal Ikraam. Shadaqallahul Adhiim…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu mengarahkan pandangannya ke arahku dan kemudian tersenyum. Aku tersentak, itu ibu. Tak kuasa aku menahan diri, segera aku bangun dan memeluknya. Seolah aku tak ingin lagi kehialangan beliau. Kukecup kening dan tangan beliau, dan kutidur di pangkuannya ditemani belaian lembut jemarinya hingga aku kembali terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ninok… Ninok… Bangun, Nok! Sudah shalat subuh belum kamu? Kok tidur di lantai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun oleh suara Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget, ternyata semua yang kualami semalam hanyalah bunga tidur. Tapi tunggu, kenapa aku tidur di lantai. Beralaskan sajadah dan di sampingku ada musyaf yang terlihat terbuka. Dengan penasaran aku melihat halaman musyaf yang terbuka di sampingku. Dan di halaman itu tertulis Surah Ar-Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, di hari raya yang pertama tanpa kehadiran Ibunda, aku pun kembali menangis, entah sedih atau bahagia, hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Rekomendasikan]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-8526556710312588815?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/8526556710312588815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=8526556710312588815' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8526556710312588815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8526556710312588815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/09/satu-pagi-di-hari-raya-terakhir.html' title='Satu Pagi di Hari Raya Terakhir'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-8913122329205999523</id><published>2009-08-26T20:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T21:50:21.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Status FB Seorang Sahabat</title><content type='html'>Sempat kutertohok melihat status FB salah satu sahabatku semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Hanya satu buah kata yang begitu banyak makna. Dan benar, selanjutnya tertera komentar yang membuatku telah merasa memubadzirkan suatu anugerah yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadaku yang begitu dha’if dan hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang jika malam-malam penuh berkah di bulan Ramadhan hanya dihabiskan untuk tidur. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya hal itulah yang kulakukan semalam, tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur yang kuniatkan agar malam ini aku segera terbangun, kerana aku tak ingin terlambat bangun untuk mempersiapkan hidangan sahur untuk teman-teman PKLku. Sehingga aku dapat melanjutkan kemesraanku dalam solat malam dan tadarus yang menjadi obat penenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur yang kunikmati setelah seharian aku mengikuti pemantauan intake dan pembersihan generator di PLTA tempatku melaksanakan PKL, kemudian kulanjutkan dengan mempersiapkan hidangan berbuka disaat teman-temanku terlelap dalam istirahat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur yang sebelumnya kuawali dengan tadarus dan doa panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur agar esok hari aku dapat lebih segar dalam menjalankan rutinitasku, dan agar aku tetap dikuatkan untuk menjalani hari esok dengan doa dan dzikir yang kuharap tiada lupa kumunajatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, aku tak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah tidurku semalam menjadi sia-sia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah tidurku semalam menjadi buah alasanku semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam…Hanya Allah yang dapat menilainya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salatmu adalah cahaya ketika manusia tidur terlena… Tidurmu sebagai penghalang bagi salat malammu… Umurmu adalah keuntungan besar bila kau memanfaatkannya… Membiarkan waktu berlalu yang tiada makna dan arti adalah kerugian besar yang tak mungkin dapat ditebus..” (Rabi’ah al-Adawiyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…Ya Rabb…&lt;br /&gt;Jangan biarkan hamba menjadi orang yang merugi...&lt;br /&gt;Kuatkanlah hamba untuk melawan sesuatu yang menghalangi hamba untuk kembali menemui-Mu dengan segenap hati dan mata yang terbuka… Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih sahabat, karena telah kau bantu aku memahami erti hidupku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebumen, 05 Ramadhan 1430 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-8913122329205999523?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/8913122329205999523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=8913122329205999523' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8913122329205999523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8913122329205999523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/08/status-fb-seorang-sahabat.html' title='Status FB Seorang Sahabat'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-2947941607244074137</id><published>2009-08-23T23:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T23:52:22.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Realitas Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SpI3qz8aUUI/AAAAAAAAAEQ/B025JZZp--w/s1600-h/374268661_c63d40d3b5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SpI3qz8aUUI/AAAAAAAAAEQ/B025JZZp--w/s200/374268661_c63d40d3b5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373418514044047682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terlahir dari kasih sayang dan cinta tulus. Sebuah mahligai indah yang bermuara kepada Allah, Rabbnya. Adalah sebait doa yang melagu dalam alunan batin, yang mendayu merdu merasuki alam bawah sadar yang terus saja berlari tak tentu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengecap sebuah kehidupan dramatis, penuh dilema dan dihiasi pernik polah tingkah khas remaja yang kemudian beralih seiring waktu menjadikannya dewasa. Layaknya layang-layang yang tak pernah berhenti tertiup angin, itulah hati yang bersemayam pada diri ini. Kadang angin membawanya meliuk ke kiri, kemudian ke kanan, bahkan kemudian ia berputar tak tentu arah, limbung hingga kemudian terjatuh. Namun satu hal pasti yang ia pertahankan adalah, ia tak ingin benang yang mengikatnya terputus. Karena benang itulah yang akan membawanya kembali pada gulungan makna kehidupan. Sebuah harapan yang tetap membuatnya yakin bahwa ia diciptakan untuk memenuhi fitrahnya sebagai seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan mengajarinya untuk setegar batu karang. Meski terkadang ia menjadi  begitu rapuh dan patah dikala ombak terus saja menghujam, tapi ia tetap mencoba untuk bertahan hingga titik penghabisan. Karena ia tahu, hidup ini tidaklah seindah bayang yang tercipta di dalam angan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat ia terjaga, ia tak sadar bahwa di depannya berdiri sebuah bayangan hitam yang begitu pongah mengisi setiap detak jantungnya yang membuatnya terus saja merasa tak terkalahkan. Dengan kegembiraan dan senyuman yang mungkin saja dipaksakan atau ditebarkan dengan kesombongan. Membuat dirinya semakin hina karena ketawadhu’an yang telah hilang dari rongga yang terdalam. Menjadikan fikirnya semakin tak sadar bahwa dirinya hanyalah seorang pecundang, yang akan hilang ditelan waktu hingga akhirnya ia bergelut dengan emosi jiwa yang penuh dengan kedha’ifan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Allah menegurnya. Hingga membuatnya terbangun dari mimpi-mimpi kelam. Mimpi yang semakin membuat ia lupa akan rasa malu yang seharusnya menjadi penjaganya. Rasa malu yang seharusnya ia rasa saat ia tak lagi menggenggam ilmunya, rasa malu yang seharusnya ia bangun dikala harta yang dimilikinya tak lagi membawanya berderma, rasa malu yang seharusnya ia cari saat air matanya tak lagi mengalir karena dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ia hanya dapat bertanya dalam penyesalan. Akankah ia mendapatkan kesucian kembali setelah ia dinodai oleh keruhnya nafsu duniawi. Akankah ia dapat merasa kembali menghamba, dikala kesombongan telah mencabik-cabik kekuatan fikirnya. Akankah ia layak mencium aroma syurga, dikala neraka mungkin telah siap menyambut kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia pun kembali meneteskan air mata, entah sedih, senang, atau mungkin tidak untuk keduanya. Karena ia tahu, air matanya terlalu hina untuk mengantarkan dirinya menuju pintu syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wonosobo, 01 Ramadhan 1430 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-2947941607244074137?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/2947941607244074137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=2947941607244074137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/2947941607244074137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/2947941607244074137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/08/realitas-hati.html' title='Realitas Hati'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SpI3qz8aUUI/AAAAAAAAAEQ/B025JZZp--w/s72-c/374268661_c63d40d3b5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-9179859462632769150</id><published>2009-08-19T19:44:00.001-07:00</published><updated>2009-08-19T19:48:01.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Hadirnya Amanah Kan Mendewasakan Kita</title><content type='html'>Amanah adalah sebuah anugerah yang Allah berikan sebagai sarana penambah kualitas diri. Amanah adalah sebuah kepercayaan bagi mereka yang dirasa pantas untuk memikulnya, memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak. Sebagaimana Allah menitipkan bumi beserta isinya dan kehidupan di dunia untuk dikelola dengan baik oleh manusia, juga sebagaimana ketika sang qiyadah memberikan amanah kepada para jundinya, semua itu dengan dilandasi adanya sebuah kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan ada setelah adanya pertimbangan serta penilaian, kepercayaan pun hadir ketika dirasa perlu adanya proses pembelajaran bagi mereka yang terpilih sebagai pemegang amanah, pun sebuah amanah dapat menjadi sebuah bumerang bagi mereka yang berambisi untuk mendapatkannya menghalalkan segala cara demi mendapatkan semua amanah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keizzahan seseorang dapat diukur dari sejauh mana ia memikul sebuah amanah. Jika ia menjalankannya dengan baik, maka orang-orang di sekelilingnya akan amat menghargai tindak-tanduknya. Namun jika sebaliknya, bisa jadi kepercayaan orang lain terhadapnya akan berkurang, lantas kesempatannya untuk lebih banyak beramal dengan mengemban suatu amanah akan semakin sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang mendapatkan keizzahan atas amanah yang berhasil diembannya dengan baik, tidak menjadikan langkahnya terhenti hanya sampai di situ, melainkan Allah memberikannya kemampuan dan kesanggupan untuk mengemban amanah selanjutnya. Juga tidak menjadikannya angkuh serta terserang penyakit-penyakit hati yang dapat mengikis amalannya hingga habis, karena ia selalu menyandarkan segala sesuatunya pada Allah. Menyadari bahwa dalam mengemban sebuah amanah itu tidaklah mudah, banyak hal yang perlu kita jaga, termasuk di dalamnya kesesuaian sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan dulu bangga dengan apa yang kita punya jika kita belum berhasil memeliharanya. Ada apa dengan kata memelihara? Ya, memelihara lebih sulit jika dibandingkan dengan memiliki, menemukan, ataupun mencari sepakat?! Apalagi dalam merealisasikan ilmu yang susah payah kita dapatkan perlu perjuangan ekstra keras. Wallahu a'lam, semoga Allah senantiasa memudahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berkata, "Kita adalah umat yang telah Allah berikan kemuliaan dengan Islam, maka bagaimana pun juga kita mencari kejayaan yang lain, maka Allah akan memberikan kehinaan pada kita." Kejayaan yang lain tersebut berarti sebuah kejayaan yang tidak dilandasi oleh Islam, alias tidak karena Allah SWT. Oleh karena itu, kita perlu memperbaharui niat sebelum melangkah, sebelum mengambil tindakan segala sesuatu yang akan kita kerjakan. Jadi, semoga dengan hadirnya sebuah amanah dapat lebih mendewasakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Aini Mardiyah&lt;br /&gt;Disalin : Adhiem_chan&lt;br /&gt;Sumber  : www.Kotasantri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-9179859462632769150?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/9179859462632769150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=9179859462632769150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/9179859462632769150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/9179859462632769150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/08/hadirnya-amanah-kan-mendewasakan-kita.html' title='Hadirnya Amanah Kan Mendewasakan Kita'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-6467713888065934672</id><published>2009-08-19T19:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T19:50:30.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Meraba Ketulusan, Adakah Bagian yang Hilang?</title><content type='html'>Meraba ketulusan, masih utuhkah? Atau ada bagian yang hilang? Ketika tiba-tiba rasa yang tak biasanya menyeruak dari tempat terdalam sanubari, menyentil kepekaan jiwa seiring jatuhnya kesadaran. Sempat terpikir, mungkin hanya imajinasi rasa yang ingin sejenak bermain-main di tengah rutinitas yang kadang memahat kreativitas. Namun semakin diselami, semakin dalam menenggelamkan pengembaraan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hati yang menggugat lantang, mendapati kamuflase dari sisi diri yang sering dianggap baik dan menyenangkan. Sudahlah kawan, simpan saja kata-kata itu, tolong simpan saja kata; “Jangan berkata begitu.”, “Kamu luar biasa.”, “Kata-katamu dalam sekali.”, “Kamu memang smart.”, “Bla bla bla...”, karena itu adalah kebohongan sisi diri yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, aku tak membutuhkan pujian-pujianmu dan memang sesungguhnya tak pernah. Karena hanya akan menciptakan jarak yang tak seharusnya ada. Hanya membuatku kembali dan kembali meraba ketulusan untuk segala gerak yang terlakukan. Untuk segala amal yang diniatkan sebuah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tertipu dengan baikku, karena jelas ada sisi buruk yang mungkin kau belum mengenalnya. Jangan kagumi dengan apa yang kau lihat, karena bisa jadi kau akan muntah jika mengetahui yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah kukatakan padamu aib-aib diri ini, sementara Allah yang Maha Penyayang telah menutupinya? Ia menjadikannya sebagai pelucut diri agar selalu lebih baik dan baik lagi. Bukankah setiap kita telah ditakdirkan memiliki kelebihan dan kekurangan, kebaikan dan keburukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, ingatkan aku! Jangan puji aku! Karena pujianmu membuatku tak menginginkan apa pun lagi, membuatku seperti ingin meloncat untuk jatuh, atau mematahkan sayap untuk terbang, membuatku menginginkan lilin di benderang duniaku, membuatku meraba ketulusan berulang kali untuk sekedar memastikan tak ada bagian yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, jangan membuatku muak dengan segala hal yang kini ada. Maafkan aku, karena kali ini aku tak hanya menyalahkan diriku sendiri, tapi juga turut serta menyalahkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis   : Rifatul Farida&lt;br /&gt;Disalin   : Adiem_chan&lt;br /&gt;Sumber    : www.kotasantri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-6467713888065934672?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/6467713888065934672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=6467713888065934672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/6467713888065934672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/6467713888065934672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/08/meraba-ketulusan-adakah-bagian-yang_19.html' title='Meraba Ketulusan, Adakah Bagian yang Hilang?'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-7122501820951205044</id><published>2009-08-19T18:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T19:51:51.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ryousai Kenbo : Istri yang Baik, Ibu yang Bijaksana</title><content type='html'>Saat ini, istilah "Ryousai Kenbo" bagi segian masyarakat Jepang mungkin terkesan kuno. Secara terminologi, arti dari Ryousai Kenbo adalah istri yang baik bagi suami (ryousai) dan ibu yang bijaksana bagi anak (kenbo). Sedangkan dilihat dari peranan, arti harfiah istilah tersebut adalah "laki-laki bekerja di luar, istri menjaga rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini merupakan suatu dambaan idealis dalam menjalankan rumah tangga. Dimana suami bertugas dalam urusan 'luar negeri' keluarga, sedangkan istri bertugas dalam urusan 'dalam negeri' keluarga. Ada pembagian tugas yang pasti. Tidak salah jika pemahaman ini banyak dianut oleh orang-orang Jepang jaman dahulu, terutama di jaman Meiji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan pendidikan kaum perempuan, istilah ryousai kenbo ini dianggap tidak lagi menjadi 'trend'. Ditambah dengan makin meluasnya lapangan kerja bagi wanita, istilah dan peran istri tersebut seolah terlupakan. Menjadi ibu rumah tangga dianggap tidak memiliki kontribusi apa-apa. Menjadi wanita karir dirasa lebih terhormat. Tidak salah jika angka perceraian di Jepang saat ini semakin meningkat. Diperkirakan 1 hari, 3 dari 4 pasangan suami istri melakukan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pergeseran nilai seperti ini tidak hanya terjadi di dalam masyarakat Jepang. Di Indonesia pun kecenderungan wanita karir lebih dihormati daripada seorang ibu rumah tangga sepertinya mulai dirasakan. Ada beberapa pandangan masyarakat yang kurang menghargai peran ibu rumah tangga. Apalagi jika perempuan tersebut memiliki latar belakang pendidikan tinggi, pilihan menjadi ibu rumah tangga tentu akan menjadi tanda tanya besar. Kok mau sih sekolah tinggi-tinggi hanya jadi ibu rumah tangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan miring seperti ini, nyatanya semakin diperparah oleh ibu rumah tangga itu sendiri. Perempuan yang memegang peranan menjadi ibu rumah tangga, kadang merasa tak percaya diri akan kemampuan dirinya. Minder jika berhadapan dengan lingkungan yang dianggapnya berada di luar wawasannya. Ia lebih senang berkutat dalam lingkungan rumah tangganya, tanpa mau mengembangkan sayapnya melihat perkembangan dunia luar. Potensi-potensi baik yang ada pada diri perempuan tersebut, seolah mati bersamaan dengan pilihannya menjadi ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan semakin buruk jika sang suami tidak pernah mendukung perannya dalam rumah tangga. Seoalah semua urusan anak, dapur, makanan, tetek bengek keluarga adalah mutlak harus dikerjakan sang istri yang nota bene ibu rumah tangga. Semua potensi dan keahliah istri terkubur di dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi ibu rumah tangga, memang menjadi satu pilihan bagi seorang perempuan setelah pernikahan. Namun status tersebut, bukanlah penghalang baginya untuk tetap menjadi profesional. Menjadi ibu rumah tangga, justru harus dijadikan pacuan untuk lebih maju. Jika kita tidak maju, bagaimana bisa mendidik anak-anak yang cerdas? Bagaimana bisa mengimbangi suami saat berbagi pengalamannya di luar rumah? Bagaimana bisa berkontribusi dalam masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada istilah kuper bagi seorang ibu rumah tangga. Kembangkan wawasan di sela-sela aktifitas rumah tangga. Isi waktu dengan hal-hal yang lebih berguna untuk mengembangkan bakat, minat, ataupun kemampuan yang ada. Jangan memanjakan diri hanya pada kesenangan pribadi saja, seperti rajin menikmati drama-drama mengharu biru, telenovela bersambung, ataupun gosipan yang tak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seorang ibu rumah tangga pendamping suami yang dapat dibanggakan serta menjadi narasumber bagi anak yang dapat diandalkan. Tak tampil bukan berarti tak perperan. Mengubah paradigma ibu rumah tangga tak terhormat, ibu rumah tangga tak bergengsi, ataupun ibu rumah tangga tak berperan sudah merupakan keharusan yang tak bisa ditawar lagi bagi setiap orang yang menjalankan peran ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya menghidupkan kembali istilah "Ryousai Kenbo" (Istri yang baik, ibu yang bijaksana). Suatu istilah yang mengangap peran ibu rumah tangga adalah karir terhormat. Karena tidak semua orang bisa menjadi istri yang baik dan tidak semua orang pula dapat menjadi ibu yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis      : Lizsa Anggraeny&lt;br /&gt;Disalin oleh : Adhiem_chan&lt;br /&gt;Sumber       : www.Kotasantri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-7122501820951205044?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/7122501820951205044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=7122501820951205044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7122501820951205044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7122501820951205044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/08/meraba-ketulusan-adakah-bagian-yang.html' title='Ryousai Kenbo : Istri yang Baik, Ibu yang Bijaksana'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-7585812329373213112</id><published>2009-07-05T22:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T00:38:21.744-07:00</updated><title type='text'>Bening Matanya Memendam Luka Perih Yang Dirasa....</title><content type='html'>Tidak kutahu siapakah nama anak itu. Hitam, dekil, kurus, dan ada koreng yang menghiasi bibir mungilnya. Ketika aku bertanya, anak itu hanya menjawab dengan diamnya. Ingin menangis rasanya jika aku mengingat anak itu. Kupandang anak itu sekali lagi. Ingin rasanya aku memeluknya, kedekap dan kuucap "Tenanglah adiku, Allah akan mengirimkan malaikat-NYa untuk menjagamu dalam setiap langkahmu di tempat ini..." tapi lidahku begitu kelu tak dapat berkata. Hanya airmata yang kubendung agar tak sampai terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga bulan anak itu tiggal di tempat ini. Setiap hari dia hanya melakukan hal-hal yang diinginkannya. Tidak mau memakai alas kaki, tidak mau mandi, tidak mau mengaji. Dan dia hanya mau diam atau keluyuran mengelilingi tempat ini. Bahkan pernah selama tiga hari dia tidak kembali kesini, setelah dicari ternyata dia mengelilingi kampung di sekitar tempat ini, meminta uang dari setiap rumah kerumah. Katanya untuk makan. Padahal di tempat ini dia bisa makan sepuasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata salah satu anak yang lain,neneknyalah yang membawa anak itu kesini. Ayahnya sudah tiada, dan ibunya tak mau mengurusnya. Kehidupan jalanan sudah merupakan makanan sehari-harinya. Keras, dan tanpa didikan. Hingga membuat anak itu menjadi tak terkendali. Mungkin karena neneknya sudah renta dan tak sanggup mengurus anak itu akhirnya si nenek memutuskan untuk menyerahkannya ke tempat ini, dan mungkin si nenek benar-benar ingin supaya cucunya terurus. Entahlah, aku aku tak tahu pasti. &lt;br /&gt;Yang kutahu sinar mata anak itu menyimpan berjuta tanya dan kesedihan, membuatku enggan beranjak meninggalkannya. Dan anak itu tetap saja hanya diam memandangiku yang tak dapat melakukan apa-apa untuknya,hingga waktu mengharuskanku untuk pergi dari tempatnya berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu, mengajariku untuk sadar bahwa apa yang selama ini kualami seharusnya membuatku banyak bersyukur.Kuharapkan semoga saja dia menemukan cahaya hatinya di Panti Asuhan yang kini dia tempati ini. Sabarlah adikku... yakinlah bahwa Dia akan selalu melindungimu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 16: 18).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-7585812329373213112?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/7585812329373213112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=7585812329373213112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7585812329373213112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7585812329373213112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/07/bening-matanya-memendam-luka-perih-yang.html' title='Bening Matanya Memendam Luka Perih Yang Dirasa....'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-5049316614959887380</id><published>2009-06-03T22:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T22:48:23.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alhamdulillah..Akhirnya cerpennya uda kelar....'/><title type='text'>Relatifitas Hari Esok</title><content type='html'>Memasuki terminal Bawen kota Salatiga, diiringi music dangdut “malam terakhir” yang disenandungkan oleh pengamen terminal yang bersuara merdu, bergaya ala Bang Roma. Aku masih terdiam memasuki alam fikirku yang tak kunjung menemukan ujungnya.&lt;br /&gt;Aku masih saja mengharapkannya, seseorang yang aku tak tahui siapa dan bagaimanakah dirinya. Yang kutahu saat ini, aku ingin fikirku pergi jauh darinya. Hingga aku memutuskan untuk berangkat ke kota Solo siang ini.&lt;br /&gt;Dalam keadaan basah kuyup kumasuki bus antarkota jurusan Semarang-Solo yang kuharap akan membawaku ke jalur baru dalam hidupku. Aku memilih tempat duduk favoritku, tepat di pinggir jendela, itupun agar aku dapat menikmati sepanjang perjalann yang kulalui.&lt;br /&gt;Ingin menangis rasanya bila teringat kejadian yang baru saja menimpaku. Ketika aku harus menahan malu dan sakit ketika aku terpeleset jatuh di depan halte yang kujadikan tempat menunggu bus yang saat ini kutumpangi. Saat itu aku tidak hanya jatuh secara fisik, tetapi juga secara mental karena akhir-akhir ini begitu banyak masalah menimpaku. Dan aku harus menjalaninya dengan ditemani kesendirianku. Hampir saja tangisku meledak jika saja aku tidak teringat bahwa umurku kini telah menginjak duapuluh tahun. &lt;br /&gt; Langit masih segan menghentikan curahan airnya. Seolah langit ingin terus menangis karena menahan kesedihan melihat bumi ini yang semakin dikotori oleh berjuta tingkah polah manusia yang sering tak bertanggung jawab. Meski jika ditinjau secara ilmu pengetahuan alam, hujan dapat dijelaskan secara nalar. Hanya saja bagiku, akhir-akhir ini langit seolah enggan menghentikan tangis jika di dunia ini semakin sulit ditemui manusia-manusia yang mau mendekatkan diri kepada Rabbnya. &lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam. Karena bagiku saat seperti ini adalah moment berharga dimana aku dapat tenggelam dalam impian dan harapan yang menyemai dalam fikirku. Bahkan tak jarang aku Jatuh terlelap dalam bayang buaian mimpi yang ingin terus kurajut. &lt;br /&gt;Sejenak aku teringat dengan berbagai hal-hal terberat yang pernah kualami. Ketika aku harus mengikhlaskan orang yang begitu kusayangi dan penopang hidupku untuk pergi menghadap-Nya. Meski berat, aku tetap tabah. Tak tega rasanya ketika hari-hariku harus kuisi dengan melihat penderitaannya yang menahan sakit yang mendera. Karena kuharap Ibu kan lebih bahagia jika berada di dekat-Nya dan meskipun dia tak lagi disisiku aku bisa tetap bersamanya dihatiku. Dari hal itu aku belajar, bahwa apa yang kualami hari ini adalah sesuatu yang dapat menjadikanku kuat di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Ingatanku kembali pada sesorang yang beberapa bulan ini mengisi memoriku secara tak langsung. Sebenarnya, mungkin ini bukan kali pertama kau merasakan perasaan yang sama , akan tetapi aku merasa ada yang berbeda. Aku belum pernah mengenalnya di dunia nyata. Bahkan aku tak tahu bagaimana rupa dan kehidupannya. Yang aku yakini dalam hatiku hanyalah, bahwa dia adalah sosok pemuda yang baik, ramah, sopan dan bertanggungjawab.Akan tetapi terkadang hati kecilku berkata bahwa aku terlalu naïf jika aku berani melabuhkan hatiku kepadanya. Aku belum cukup mengenalnya, dan begitupula sebaliknya.&lt;br /&gt;Tapi entah mengapa aku begitu yakin bahwa dia adalah orang yang baik. Orang yang selalu menjaga hati dan cinta-Nya kepada Rabbnya. Karena dalam hati aku selalu mencoba untuk yakin kepada janji Allah kepada hamba-Nya, mencoba untuk berprasangka baik pada Allah karena aku yakin bahwa Allah akan mengabulkan prasangka dalam hatiku. Minimal dengan berprasangka baik, membuat aku lebih optimis dalam menjalani hidup.&lt;br /&gt;Seperti hari ini. Sesampainya di kota Solo, aku segera tersadar bahwa Allah SWT telah menguji prasangka baik dalam hatiku. Kalau aku mau, bisa saja aku menunda kepergiankuke kota Budaya ini. Mengingat kondisi keuangandan hujan deras yang sama sekali tidak mendukungku. Ditambah lagi aku masih punya setumpuk tugas kuliah yang belum sempat kukerjakan sehingga harus kubawa serta kertas dan buku kuliahku melancong ke kota Solo.&lt;br /&gt;Tapi aku yakin, Allah akan membantuku untuk menyelesaikan ini semua. Maslah yang kini kuhadapi, harus kuselesaikan satu demi satu. Pertama aku harus melanjutkan perjalananku ke Sukoharjo, menuju rumah salah seorang rekan kerjaku yang terletak tidak jauh dari terminal. Menjadi anak pertama dalam keluargaku mau tidak mau membuat aku untuk memulai mencari penghasilan sendiri untuk di sela-sela tugas wajibku sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota Semarang. Aku tidak akan memperdulikan apa yang dikatakan orang, karena bagiku yang terpenting adalah aku mengerjakan pekerjaan yang jujur dan halal.&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah rekan kerja yang juga sahabatku seorang wanita yang sangat bijaksana, aku dipersilahkan keluarganya untuk mandi dan beristirahat. Akan tetapi waktu luang ini harus aku gunakan sebaik mungkin, aku membuka lembar demi lembar buku dan tugas kulaih yang telah aku siapkan di map khusus.&lt;br /&gt;Pukul 19.00 WIB, aku bersiap untuk melanjutkan agendaku hari ini. Aku akan menghadiri seminar yang diadakan oleh perusahaan tempatku bekerja. Hingga pukul 21.00 seminar selesai, aku malah sangat terkejut karena salah seorang atasanku memberikan ide untuk aku realisasikan dalam skripsiku, padahal tadinya aku sama sekali belum memikirkannya. &lt;br /&gt;Sekembalinya ke rumah sahabatku, aku bersiap untuk istirahat, tak lupa aku bersujud kepada-Nya Sang Pemilik alam semesta. Tak henti-hentinya aku bersyukur atas semua karunia-Nya di hari ini dan hari-hari sebelumnya. Meski tak segalanya tak berjalan semulus yang ada di angan. Bahkan aku tersadar aku mulai dapat menenangkan hatiku yang semula sempat tergelitik rasa cinta yang seharusnya hanya kujaga untuk-Nya.  Aku sadar, bahwa hidupku terlalu singkat jika harus kuhabiskan untuk melakukan hal-hal yang tiada berguna. Untuk apa aku menghawatirkan hari depanku. Toh aku sendiri tak tahu sampai kapan aku hidup. &lt;br /&gt;Aku teringat kembali surah An-Nahl dalam Al Qur’anul Kariim ayat 1 yang menyebutkan: “Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”. &lt;br /&gt;Untuk itulah aku harus melakukan yang terbaik hari ini karena hari esok belum tentu datangnya. Aku tahu aku hanyalah hamba yang jauh dari kata sempurna. Akan tetapi, menjadi seorang hamba, anak, calon istri dan calon ibu yang baik untuk keluarga dan agamaku saja kurasa sudah cukup bagiku. Dan yang terpenting, aku harus dapat bermanfaat untuk orang-orang di sekitarku.  &lt;br /&gt;               Semarang 4 Juni 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-5049316614959887380?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/5049316614959887380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=5049316614959887380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5049316614959887380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5049316614959887380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/06/relatifitas-hari-esok.html' title='Relatifitas Hari Esok'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-1878520536994126231</id><published>2009-05-24T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T22:28:17.715-07:00</updated><title type='text'>Ketika Aku Takut Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/ShoongOb39I/AAAAAAAAAEI/vKYEe8FQO-8/s1600-h/16_1.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 65px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/ShoongOb39I/AAAAAAAAAEI/vKYEe8FQO-8/s200/16_1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339624967331635154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 16:1)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-Hari terakhir jadi terasa sedikit berat. Beberapa hal yang harus dikerjakan secara bersamaan datang tak terbendung. Masih sibuk di depan komputer, aku mencoba untuk menguatkan hati lewat nasyid-nasyid yang kuputar lewat media player di layar monitor yang masih setia menemaniku. Tapi kemudian aku tertegun sejenak, karena terdengar  sebuah lagu yang begitu menggetarkan hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci&lt;br /&gt;Tak perlu engkau menyangsikan&lt;br /&gt;Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu&lt;br /&gt;Tak perlu dengan kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku&lt;br /&gt;Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang kau pilihkan aku&lt;br /&gt;Tunggu sampai aku datang nanti&lt;br /&gt;Kubawa kau pergi kesyurga abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu&lt;br /&gt;Nantikanku dibatas waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat bahwa aku begitu lemah, dan tak tahu arah. Lamunanku kembali terbangun dalam kenangan-kenangan dengan orang yang beberapa bulan terakhir ini menghiasi fikirku. Seseorang yang terlihat begitu sempurna di hatiku, meski tak pernah sekalipun kumelihat dirinya dalam dunia nyata.&lt;br /&gt;Datangnya begitu tiba-tiba dan tak pernah kuduga. Dia datang dalam hari-hariku sebegai teman dunia maya. Hingga akhirnya kini dia menghilang, pergi seiring dengan berjalannya waktu.&lt;br /&gt;Sebuah perkenalan yang diawali dengan niatan yang baik. Aku ingin menjadi sahabatnya. Karena bagiku sebuah ikatan persaudaraan teramatlah penting. Tapi hatiku terlalu rapuh dan lemah, tak kuasa kumenjaga segumpal darah di dalam tubuh yang hina ini. Aku mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda, rasa yang mungkin juga pernah hadir dalam hatiku. &lt;br /&gt;Malam-malamku kubangun dalam sujud yang kupenuhi dengan tangis. Ketakutanku akan hadirnya rasa itu begitu dalam. Kumencoba menyerahkan segalanya pada-Nya yang menguasai setiap hati manusia. Aku meminta pada-Nya yang telah begitu menyayangiku yang begitu hina ini, kuminta agar hati ini dikuatkan dan agar hati ini tak lagi terjebak pada rasa yang semu. Karena aku takut rasa itu akan menjauhkanku dari-Nya.&lt;br /&gt;Aku mencoba tabah, berbagai hal kulakukan demi menenangkan hati ini. Kubuka musyafku, kubaca surah Ar-Rahmaan yang begitu indah dan menjadi pengobat lukaku selama ini. Tapi kemudian aku kembali teringat kepadanya yang tak pernah kutahu siapa. Tak kuasa kumenahan air mata, kembali kuberpasrah pada-Nya karena aku benar-benar takut.&lt;br /&gt;Dia benar-benar sososk yang sempurna di hatiku. Masih terbayang jelas bahwa dia selalu hadir dalam setiap masalah yang kuhadapi. Dia begitu sempurna bukan karena fisik ataupun kekayaannya. Tapi dia begitu terlihat sempurna karena dia selalu mencoba mendekatkan hatinya pada Rabb-nya. Orang yang semakin jarang kutemui dalam kehidupan yang ada disekitarku.&lt;br /&gt;Tapi aku kembali pada diriku. Aku terlalu lemah untuknya, terlalu hina jika disandingkan dengannya. Karena aku bukanlah bidadari syurga, yang selalu sempurna dalam setiap hal. Aku tak seindah mereka yang selalu dapat menjaga agama dalam setiap hela nafas.&lt;br /&gt;Dan aku takut jatuh cinta.&lt;br /&gt;Kemudian dia mulai pergi seiring berjalannya waktu. Dan aku mencoba untuk tabah dan ikhlas dalam menjalani ini semua. Karena kutahu, Allah tidak akan menguji diri ini melbihi batas kemampuanku. Dan ku tahu Dia akan memberi yang terbaik untukku.&lt;br /&gt;Kembali kutersadar dari lamunanku. Segera ku beristighfar, kemudian kulirik penunjuk waktu yang terdapat di pojokan monitor. Pukul dua dinihari, saatnya aku untuk mengistirahatkan diri. Tapi rasa hati ini menginginkan untuk berjumpa dengan-Nya karena ku begitu merindukann-Nya. Dan malam inipun aku kembali larut dalam tangis ketakutanku. Karena aku takut jatuh cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-1878520536994126231?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/1878520536994126231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=1878520536994126231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1878520536994126231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1878520536994126231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/05/ketika-aku-takut-jatuh-cinta.html' title='Ketika Aku Takut Jatuh Cinta'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/ShoongOb39I/AAAAAAAAAEI/vKYEe8FQO-8/s72-c/16_1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-7261957491388681995</id><published>2009-05-17T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T23:56:52.856-07:00</updated><title type='text'>Doa Perpisahan</title><content type='html'>Pertemuan kita di suatu hari&lt;br /&gt;Menitikkan ukhuwah yang sejati&lt;br /&gt;Bersyukurku kehadap Illahi&lt;br /&gt;Di atas jalinan yang suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini perpisahan yang terjadi&lt;br /&gt;Dugaan yang menimpa diri&lt;br /&gt;Bersabarlah diatas suratan&lt;br /&gt;Kutetap pergi jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kuutuskan salam ingatanku&lt;br /&gt;Dalam doa kudusku sepanjang waktu&lt;br /&gt;Ya Alloh bantulah hamba-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari hidayah dari pada-Mu&lt;br /&gt;Dalam mendidikan kesabaranku&lt;br /&gt;Ya Alloh tabahkan hati hamba-Mu&lt;br /&gt;Diatas perpisahan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.. uwo.. ho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman betapa pilunya hatiku&lt;br /&gt;Menghadapi perpisahan ini&lt;br /&gt;Pahit manis perjuangan&lt;br /&gt;Telah kita rasa bersama&lt;br /&gt;Semoga Allah meredhoi&lt;br /&gt;Persahabatan dan perpisahan ini&lt;br /&gt;Teruskan perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kuutuskan salam ingatanku&lt;br /&gt;Dalam doa kudusku sepanjang waktu&lt;br /&gt;Ya Alloh bantulah hamba-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman yang tersirat di bibirmu&lt;br /&gt;Menjadi ingatan setiap waktu&lt;br /&gt;Tanda kemesraan bersimpul padu&lt;br /&gt;Kenangku di dalam doamu&lt;br /&gt;Semoga... Tuhan berkatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo.. ho.. o...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album : Teman Sejati&lt;br /&gt;Munsyid : Brothers&lt;br /&gt;http://liriknasyid.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah lindungilah sahabt-sahabatku...&lt;br /&gt;Ikatlah selalu hati kami bertiga dalam ikatan suci ukhuwah-Mu..&lt;br /&gt;Meski tak lagi kubersama mereka...&lt;br /&gt;Sayangi mereka Ya Allah...seperti engkau menyayangi hamba dengan sejuta hidayah-Mu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-7261957491388681995?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/7261957491388681995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=7261957491388681995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7261957491388681995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7261957491388681995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/05/doa-perpisahan.html' title='Doa Perpisahan'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-983099905609396439</id><published>2009-04-13T18:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T19:13:16.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perih...tak dapat kumenggapai cinta-Nya....'/><title type='text'>Bisik Hati Dua Jiwa</title><content type='html'>*Apa yang kau inginkan sekarang&lt;br /&gt;Jika Dia telah memberimu segala yang pernah kau minta.&lt;br /&gt;Dulu kau selalu menangis dan meratap pilu&lt;br /&gt;Tapi kemudian Dia menghapus air matamu &lt;br /&gt;Dan memberi Pelangi untuk menghiasi hari-harimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Aku bingung tak tahu arah&lt;br /&gt;Hati ini begitu perih...&lt;br /&gt;Tiada yang aku inginkan lagi sekarang&lt;br /&gt;Karena bagaimana mungkin aku menginginkan sesuatu &lt;br /&gt;yang tak mungkin dapat kuterima dan kujaga&lt;br /&gt;Karena hati ini begitu kecil, lemah dan hina&lt;br /&gt;Karena diri ini begitu hitam tertutup dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lalu dimana senyum di hatimu kini&lt;br /&gt;yang kulihat disana hanya kepalsuan.&lt;br /&gt;Dalam setiap derai tawa yang kau sunggingkan&lt;br /&gt;kepada orang-orang yang masih saja menyesali apa yang telah mereka dapatkan.&lt;br /&gt;Termasuk pada dirimu sendiri yang tak pernah mau bersyukur&lt;br /&gt;atas segala yang telah Dia anugerahkan untuk mu.&lt;br /&gt;Atau mungkin Kau tidak ingin membuat hatimu ikhlas?&lt;br /&gt;Karena yang kubaca kini kau hanya dapat berkata tanpa makna dan rasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Aku merasakan rindu yang menggebu...&lt;br /&gt;Rindu pada rasa cinta yang selalu menenangkan hati...&lt;br /&gt;Cinta yang selalu menjelma dalam derai kasih seorang hamba...&lt;br /&gt;Cinta yang membuat hati ini bercahaya...&lt;br /&gt;Cinta yang hanya dapat dirasakan&lt;br /&gt;oleh orang-orang yang berhati mulia...&lt;br /&gt;Bukan cinta yang dirasakan oleh &lt;br /&gt;orang-orang berhati hina layaknya hatiku...&lt;br /&gt;yang hanya dapat berbuat dosa yang semakin menggelapkan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tidakkah kau malu...&lt;br /&gt;Kau mengatakan bahwa kau rindu pada-Nya&lt;br /&gt;Tapi tak satupun kulihat sinar cinta di matamu &lt;br /&gt;yang kau persembahkan untuk-Nya...&lt;br /&gt;Kau Ingin mencintainya&lt;br /&gt;Tapi tak satupun lantunan doa cinta kau munajatkan dari bibirmu&lt;br /&gt;untuk dapat merayu rindu pada-Nya...&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan kau katakan kini&lt;br /&gt;jika ternyata kau hanya hidup dalam keadaan alpha? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah...&lt;br /&gt;hati kita kan merasakan indah cinta-Nya,&lt;br /&gt;jika kita memupuk cinta itu dengan selalu mendekati-Nya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-983099905609396439?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/983099905609396439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=983099905609396439' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/983099905609396439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/983099905609396439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/04/bisik-hati-dua-jiwa.html' title='Bisik Hati Dua Jiwa'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-7431875981155746043</id><published>2009-04-11T23:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T23:25:57.179-07:00</updated><title type='text'>Malaikat-Malaikat Kecilku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SeGIcGSz4aI/AAAAAAAAAEA/NKHFdJteJ_E/s1600-h/PICT0595.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SeGIcGSz4aI/AAAAAAAAAEA/NKHFdJteJ_E/s200/PICT0595.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323686250835861922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penat kembali mendatangiku saat aku memasuki rumah kos yang selama tiga tahun ini aku tinggali. Kembali sepi mendatangiku, karena lagi-lagi tak satupun penghuni rumah berada disini dan rumah ditinggalkan kosong begitu saja. &lt;br /&gt;Rumah ini, menjadi saksi bisu atas semua hal yang telah kualami selama tiga tahun ini, suka dan duka telah banyak kualami dalam rumah yang cukup sederhana ini, yang berdindingkan papan tripleks dan berlantai terpal plastik ini. Walaupun mungkin jika aku mau, bisa saja aku mencari tempat kos yang lebih ramai dan lebih bagus dibandingkan rumah ini. Tapi bagiku ada nilai lebih yang kutemukan disini dibandingkan tempat kos yang lain. &lt;br /&gt;Disini ada sepasang nenek dan kakek yang kehidupannya sangat sederhana sebagi penjual getuk dan jajanan pasar. Walaupun hidup seadanya, mereka begitu terlihat bahagia dan menganggapku sebagi cucu mereka yang selalu mereka sayangi. Terkadang memang jika aku punya waktu luang dan kesepian, segera aku menuju dapur tempat mereka membuat jajanan pasar untuk sekedar membantu mereka dan untuk mengusir sepi yang kurasakan. Tapi entahlah malam ini aku benar-benar hanya ingin menangis dan tidak ingin keluar dari kamarku.&lt;br /&gt;Dahulu aku adalah satu-satunya mahasiswa yang ngekos di tempat ini, karena memang tadinya rumah ini memang bukan rumah yang biasa menerima mahasiswa untuk kos. Hingga kini ada dua orang temanku yang menemaniku di sini karena memang harga sewa yang lebih murah dibandingkan tempat kos yang lain. Karena kami hanya bertiga, sehingga membuat kedekatan emosional terjadi antara kami. Jadi ya bisa dibilang apapun yang terjadi pada salah satu dari kami, dapat dipastikan akan menceritakan pada yang lainnya.&lt;br /&gt;Walaupun seringkali keadaan seperti ini kualami, akan tetapi malam ini aku merasakan hal yang berbeda. Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa benar-benar sendiri. Entah karena aku sudah begitu letih dengan semua aktivitasku akhir-akhir ini, atau mungkin karena aku memang sedang labil, terutama hari ini yang benar-benar melelahkan karena aku harus mengerjakan praktikum sampai menjelang maghrib dengan hasil yang kurang memuaskan pula.&lt;br /&gt;Tak lama setelah aku masuk, terdengar suara adzan maghrib menggema dari masjid yang terletak tak jauh dari rumah kos yang kutempati ini. Segera aku bersiap untuk mandi dan mengambil air wudhu. Setelah melaksanakan solat maghrib, aku berdzikir demi menenangkan hatiku yang memang sedang dilanda perasaan tak tentu ini. Aku tahu di saat-saat seperti ini aku harus mendekat pada-Nya agar aku tak terlalu larut dalam perasaan yang menyesatkanku. &lt;br /&gt;Tanpa terasa air mata ini mengalir deras, laksana limpahan perasaan yang sudah tak kuasa kubendung. Aku bersujud pada-Nya yang Maha Kuasa atas segalanya. Kuminta pertolongan-Nya untuk dapat menenangkan hatiku yang sedang bingung ini. Karena saat ini memang tak satupun yang menemaniku selain Dia.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian samar-samar kudengar ada suara yang memanggilku dari kamar sebelah yang memang kamar milik simbah. Ternyata suara itu adalah suara Dek Ipang, cucu terkecil nenek yang memang rumahnya tak jauh dari rumah ini. Anak yang sangat lucu dan menggemaskan itu tiba-tiba saja sudah membuka pintu kamarku. Segera ku manghapus air mata, dan tersenyum padanya. &lt;br /&gt;”Loh dek ipang... wonten napa dek???”*&lt;br /&gt;”Mbak..iku nang meja bubule capa? bubule Ipang?”** dengan perkataan yang msih celat dia bertanya kepadaku.&lt;br /&gt;”Oh...enggeh niku bubure Ipang...purun didulang po kaleh mba?”*** aku mencoba menawarkan padanya.&lt;br /&gt;”Ipang  bubule nang omah, iku bubule mba ya?? Kan Ipang wes duwe...” ****&lt;br /&gt;Sejenak kemudian aku sudah dapat tertawa ketika Ipang mulai bertingkah lucu. Dan tak lama kemudian datang dek Amel, kakak perempuan Ipang. Dek Amel datang mebawa Musyaf yang dipegangnya dengan erat, kemudian dengan malu-malu dia berkata bahwa dia sekarang sudah lancar dan hampir dapat menghafalkan juz amma. Lalu aku merayunya untuk membacanya di depanku. Dengan masih malu-malu dan cukup lancar dek Amel membacakan surah An-Naba’ yang membuat hati ini semakin damai. Menyusul kemudian datanglah dek Nur, kakak sepupu dek Amel dan Dek Ipang yang kebetulan serumah dengan Mbah Kakung dan Mbah Putri. &lt;br /&gt;Lengkap sudah kini malaikat-malaikat kecil itu datang menghampiriku yang sedang merasakan kesendirian. Dengan berjuta keceriaan dan kebeningan hati mereka yang membuat aku lupa akan kesedihan yang kurasakan. Yang selama ini telah Dia kirimkan untu menghiasi hari-hariku.&lt;br /&gt;Ya...Allah telah mendatangkan malaikat-malaikat kecil-Nya untuk menghiburku, menenangkan jiwaku dan membasuh kering jiwaku. Syukurku...Ya Allah...tak akan mampu melebihi ni’mat yang Engkau limpahkan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*loh dek Ipang...Ada apa dek?&lt;br /&gt;**Mbak...itu di meja bubure siapa? Buburnya Ipang?&lt;br /&gt;***Oh...iya itu buburnya Ipang...Mau disuapin mba?&lt;br /&gt;****Ipang buburnya dirumah, itu bubure mba ya? Kan Ipang uda Punya...&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-7431875981155746043?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/7431875981155746043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=7431875981155746043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7431875981155746043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7431875981155746043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/04/malaikat-malaikat-kecilku.html' title='Malaikat-Malaikat Kecilku'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SeGIcGSz4aI/AAAAAAAAAEA/NKHFdJteJ_E/s72-c/PICT0595.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-7072704769823917675</id><published>2009-04-11T22:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T22:57:12.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan sambil cari ilmu...'/><title type='text'>Perjalanan Mencari Sengon Part I ( Metode Fisika Eksperiment )</title><content type='html'>Salah satu mata kuliah yang saya hadapi pada semester ini adalah Metode Fisika Eksperiment atau biasa dikenal dengan MFE. Setiap minggu kami anak-anak fisika murni harus berkutat dengan mata kuliah ini selama tiga sks. Dengan pembagian waktu untuk teori tentang cara melakukan eksperiment dan perhitungan data yang benar, dan separuh waktunya lagi untuk melakukan eksperiment (semacam untuk skripsi kecil-kecilan).&lt;br /&gt;Pada mata kuliah ini, masing-masing mahasiswa diwajibkan untuk melakukan eksperiment yang sebelumnya nbelum pernah dilakukan oleh mahasiswa angkatan sebelumnya. Dengan melalui beberapa macam proses diantaranya adalah membuat rancangan eksperiment kemudian bimbingan sampai kemudian disetujui oleh dosen pembimbing baru kemudian melakukan eksperiment dan membuat laporan.&lt;br /&gt;Alhamdulillah dengan mencoba mengajukan judul untuk meneliti uji kualitas kayu sengon rancangan eksperiment yang saya buat disetujui oleh dosen pembimbing, sehingga say harus mencoba berpetualang untuk mencari kayu yang sedang naik popularitasnya tersebut.&lt;br /&gt;Berbekal niat yang bulat dan tekhnik lobiying yang pernah saya pelajari, dengan menaiki sepeda motor seorang diri saya mencoba melakukan perjalanan ke sebuah Kecamatan di kabupaten Kendal yakni Kecamatan Boja. Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan penghasil kayu sengon. &lt;br /&gt;Saya sangat bersyukur, karena saya diterima dengan baik di Dukuh Bleder rumah salah satu rekan saya di kampus. Kemudian, menurut Bapak Muhroni (Kepala dukuh Bleder) kayu-kayu sengon yang diambil dari kecamatan ini merupakan salah satu kayu sengon yang mempunyai kualitas super. Dari Bapak Muhroni pula saya yang semula sama sekali masih awam tentang pohon sengon, jadi tahu bagaimana cara penanaman maupun perawatan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Hari itu saya cukupkan untuk pencarian informasi mengenai pohon sengon. Selanjutnya target saya adalah mencari bahan untuk diteliti, dan tentunya saya harus kembali kedesa tersebut. Setelah pencarian bahan tersebut sudah clear, saya akan segera melobi pihak laboratorium untuk meminjam furnice (untuk mengurangi kandungan air pada kayu) dan Hardness Testing (untuk pengujian kekerasan kayu tersebut).&lt;br /&gt; Tak henti-hentinya saya bersyukur, karena perjalanan saya yang hanya seorang diri ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Semoga Allah memberi kesempatan saya untuk melanjutkan eksperiment ini. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-7072704769823917675?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/7072704769823917675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=7072704769823917675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7072704769823917675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/7072704769823917675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/04/perjalanan-mencari-sengon-part-i-metode.html' title='Perjalanan Mencari Sengon Part I ( Metode Fisika Eksperiment )'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-1702463470770682223</id><published>2009-04-08T06:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T06:21:59.222-07:00</updated><title type='text'>Carilah Cinta</title><content type='html'>Carilah cinta yang sejati&lt;br /&gt;yang ada hanyalah padanya&lt;br /&gt;Carilah cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Yang hanya padanya yang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah cinta yang abadi&lt;br /&gt;yang ada hanya padanya&lt;br /&gt;Carilah kasih yang kekal selamanya&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah pada Tuhanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mencari cinta yang sejati&lt;br /&gt;Banyaknya ranjau kan ditempuhi&lt;br /&gt;Di dalam mendapat cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Banyaknya onak yang di redahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah cinta yang sejati&lt;br /&gt;yang ada hanya padanya&lt;br /&gt;Carilah cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Yang hanya padanya yang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janji-Nya&lt;br /&gt;Kepada Hamba-Nya&lt;br /&gt;Tidak pernah dimungkiri&lt;br /&gt;dan tidak pernah melupakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mencari cinta yang sejati&lt;br /&gt;Banyaknya ranjau kan ditempuhi&lt;br /&gt;Di dalam mendapat cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Banyaknya onak yang di redahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janjinya&lt;br /&gt;Kepada Hamba-Nya&lt;br /&gt;Tidak pernah dimungkiri&lt;br /&gt;dan tidak pernah melupakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah kepada Tuhan-Mu&lt;br /&gt;Kerna dialah cinta hakiki&lt;br /&gt;Kerna dialah cinta hakiki&lt;br /&gt;Kerna dialah cinta yang hakiki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album : Demi Masa&lt;br /&gt;Munsyid : Raihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-1702463470770682223?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/1702463470770682223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=1702463470770682223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1702463470770682223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1702463470770682223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/04/carilah-cinta.html' title='Carilah Cinta'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-2872330103558553990</id><published>2009-04-02T20:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T21:10:08.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walimahan Teman Seperjuangan...'/><title type='text'>"Do'a Cinta Sang Pengantin"</title><content type='html'>Ya Allah..&lt;br /&gt;Bila aku jatuh cinta...&lt;br /&gt;Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu...&lt;br /&gt;Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Bila aku jatuh cinta...&lt;br /&gt;Jagalah cintaku padanya, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Bila aku jatuh cinta...&lt;br /&gt;Ijinkan hamba-Mu yang lemah dan hina ini&lt;br /&gt;untuk menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut pada-Mu&lt;br /&gt;agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Bila Engkau halalkan aku untuk merindui kasih hamba-Mu...&lt;br /&gt;Jangan biarkan melampaui batas...&lt;br /&gt;sehingga melupakan aku pada cinta yang hakiki...dan rindu abadi...&lt;br /&gt;Hanya kepada-Mu...Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-2872330103558553990?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/2872330103558553990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=2872330103558553990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/2872330103558553990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/2872330103558553990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/04/doa-cinta-sang-pengantin.html' title='&quot;Do&apos;a Cinta Sang Pengantin&quot;'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-5275701134458357458</id><published>2009-03-28T04:15:00.001-07:00</published><updated>2009-03-28T04:17:28.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berbagi itu indah sahabatku...'/><title type='text'>Berbagi Itu Indah</title><content type='html'>Kamis 26 Maret 2007&lt;br /&gt;Panti asuhan Al-Hikmah merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di perbatasan Kota Semarang dan kabupaten Kendal. Tepatnya di wilayah Desa Polaman Kec. Mijen Kab. Semarang. Terdapat sekitar 60 santri yang bertempat tinggal di Panti Asuhan tersebut. Dan Alhamdulillah semua santri mendapatkan tempat tinggal dan pendidikan gratis sampai dengan mereka purna Asuh.&lt;br /&gt;Dengan kehidupan Panti Asuhan semi Pondok Pesantren, tempat ini merupakan salah satu tempat yang menurut saya sangat berpotensi dalam mendidik anak-anak yang mungkin mempunyai latar belakang keluarga yang kurang beruntung. Selain diberikan pendidikan formal, adik-adik yang nyantri  di tempat ini juga dibekali dengan ilmu agama untuk bekal di kehidupan yang semakin maju ini dan agar mereka tetap dekat dengan sang Khaliq. &lt;br /&gt;Akan tetapi karena mungkin tempatnya yang agak terpencil atau sebab lain, fasilitas bantuan yang diberikan oleh pemerintah juga kurnag memadahi sehingga adik-adik yang nyantri  di tempat ini juga perlu mendapatkan bekal keahlian lain sehingga mereka dapat menjadi manusia yang mandiri setelah purna asuh.&lt;br /&gt;Hal inilah yang kemudian mendorong saya dan teman-teman satu tim PKMM mengajukan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengambil tema pemberian bekal bagi adik-adik yang di asuh di Panti asuhan tersebut.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, program kami disetujui. Dengan lancar kami memulai kegiatan setiap minggu  di Panti Asuhan tersebut. Dan yang lebih membuat kami bahagia adalah bapak Umar dan Keluarga besar selaku pemilik yayasan Al-Hikmah sangat menerima kami dengan tangan terbuka. Begitupula adik-adik yang nyantri di tempat tersebut juga menyambut kami dengan hangat setiap minggunya. Dan Alhamdulillah kegiatan kami sudah memasuki minggu ke empat.&lt;br /&gt;Pelatihan yang kami lakukan meliputi dua bagian yakni Pelatihan Pembuatan PIN dan Pelatihan Pembuatan Makanan Ringan. Untuk santri putera kami berikan pelatihan Ms Office dan Pembuatan PIN menggunakan Corell Draw. Sedangkan bagi santri puteri kami berikan pelatihan pembuatan makanan ringan yang mempunyai potensi layak jual.&lt;br /&gt;  Karena asrama putera dan asrama puteri yang terpisah, dan beberapa kendala lain yang kami hadapi diantaranya computer yang tersedia tidak mencukupi untuk jumlah murid yang ada (hanya  ada sekitar enam unit computer  Pentium II dan III yang tidak memungkinkan diinstall program macem-macem). Jadi kami harus pintar-pintar memanage bagaimana caranya agar semua santri dapat mendapatkan ilmu yang sama. Terharu sekali rasanya melihat mereka begitu semangat berlatih walaupun yang dipegang hanyalah computer Pentium III. (Apalagi mengingat jaman sekarang laptop bukan lagi menjadi barang langka).&lt;br /&gt;Sedangkan adik-adik santri puteri, wah…seru sekali mereka ketika dibuat kelompok-kelompok memasak. Mereka berlomba-lomba membuat makanan ringan bak koki professional. Saking semangatnya ada yang sampai kakinya terciprat minyak panas. Duh…adeku…hati-hati ya dek…&lt;br /&gt;Sungguh, seandainya saja kegiiatan kami tidak terbatas pada dana dan waktu, tentu kami akan terus intensif melakukan kegiatan tersebut. Agar adek-adek kami yang berada di sana dapat mempunyai bekal hidup yang cukup. Meskipun ilmu yang kami bagi hanya sedikit sekali. Do’a kami semua, semoga ilmu kami bermanfaat dan semoga kami dapat terus melakukan kegiatan seperti ini untuk mereka. Amin…&lt;br /&gt;Ayo…sahabat…kalian juga harus mencoba pengalaman kami, tidak kalah menarik lho dibandingkan kita membuang waktu dan uang buat jalan-jalan ke Mall…Karena berbagi itu indah….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-5275701134458357458?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/5275701134458357458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=5275701134458357458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5275701134458357458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5275701134458357458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/03/berbagi-itu-indah.html' title='Berbagi Itu Indah'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-5102527849178061033</id><published>2009-03-28T04:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T04:09:28.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar memahami orang lain...'/><title type='text'>“Indera Keenam” Seorang Wanita dan “Mata Ketiga” Seorang Pria</title><content type='html'>“Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal” (QS Al-Hujurat[49]: 13) &lt;br /&gt;Allah SWT telah menciptakan segalanya begitu berharga. Seperti diciptakannya manusia yakni laki-laki dan perempuan dengan segala perbedaan-perbedaan yang begitu istimewa diantara keduanya. Termasuk salah satu perbedaan yang istimewa tersebut adalah “indera keenam”nya wanita dan ”mata ketiga”nya laki-laki.&lt;br /&gt;Mau tahu apa yang dimaksud dengan “indera keenam”nya wanita dan ”mata ketiga”nya laki-laki? Ok…sebelumnya, kita kenali dulu yuk…apa ja yang “istimewa” pada diri kita…&lt;br /&gt;Dari sononya emang uda diset secara berbeda.&lt;br /&gt;“Anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.” (QS Ali ‘Imran [3]: 36)&lt;br /&gt;Nah lo…di Al Qur’an ja uda jelas bahwa  laki-laki dan perempuan itu memang beda. Akan tetapi jelas perbedaan tersebut pastilah memiliki fungsi masing-masing. Hm…menurut bebrapa penelitian ney… ternyata dari mulai cara memandang, cara mendengar, sampe cara menggunakan indera perasa dan pencium….wah…Subhanallah…believe its or not,emang jauh….banget bedanya! Makannya, gak jarang kita jumpai terkadang sama teman aja bisa jadi bête and debat yang terkadang gak perlu didebatin, cuma gara-gara beda aja cara memandang segala sesuatu.&lt;br /&gt;Tapi perbedaan itu rahmat sahabatku…jangan lantas menjadi bingung. Duh…gimana ya cara ngadepin si anu yang cerewet, si itu yang keras kepala and gak sensitive…dll. Ya salah satu caranya, kita coba belajar mengenali perbedaan yang ada, trus memahami bahwa memang uda dari dulu bahwa seringkali seseorang lebih ingin dimengerti daripada harus mengerti orang lain, nah makannya kita mesti jadi orang yang mau mengerti orang lain. Kan di salah satu Hadist juga disebutkan : &lt;br /&gt;“Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah SAW dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;Perbedaan Cara Memandang Sesuatu&lt;br /&gt;Menurut Penelitian Allan &amp; Barbara Pease, dalam bukunya Why Men Does’n Listen and Women can’t Read Maps (2006:35-36), jangkauan pandangan mata wanita itu “lebar” banget, lebih dari 180 derajad. Karena itu wanita dapat melihat sekeliling secara sekilas tanpa harus memutar kepala.(ck…ck..ck…Subhanallah…Makannya gak heran kalo cewek lebih bisa melihat barang yang akan dibeli walaupun letaknya nyelempit di tengah-tengah rak. Cuma cewek yang bisa euy…!). Akan tetapi, meskipun punya pandangan lebar, wanita cenderung buta arah, seringkali dia bingung jika menentukan sesuatu yang mungkin dianggap para pria merupakan sesuatu yang sepele, misalkan aja ni ya yang simple aja kayak nentuin kanan kiri.(Nah lo…gimana bisa membaca peta, kiri kanan aja masih bingung??). &lt;br /&gt;Nah…kalo pria…biasanya cenderung gini ney…&lt;br /&gt;Lalaki jangkauan pandangan matanya “sempit” (terfokus) sekitar 45 derajad atau kurang. Makannya, gak jarang pria memandang sesuatu secara tajam.(Makannya, kalo ada cowok memandang kamu-kamu yang cewek jangan GR dulu yah…) &lt;br /&gt;Perbedaan Cara Mendengar&lt;br /&gt;Di telinga pria, suara orang-orang biasanya hanya terdiri dari tiga macam, yaitu : rendah, sedang dan tinggi.  (Makannya untuk ngomong ama cowok, kita mesti berbicara dengan jelas dan jangan terlalu cepat karena umumnya buat para cowok, yang terpenting )Namun, wanita ngedengerin suara secara lebih rinci, seperti : tangis bayi, anak kucing mengeong, air menetes, de el el.(Makannya, kalo kamu cowok mesti bersabar deh buat menyampaikan sesuatu ke cewek, kan buat mereka adalah gimana cara kamu buat nyampein sesuatu).&lt;br /&gt;Perbedaan Cara Penggunaan Indera Perasa dan Pencium&lt;br /&gt;Nah yang gak kalah penting, and yang perlu kamu tahu hey para pria…hehe…menurut penelitian, ternyata seorang wanitacenderung mengenali lawan jenisnya lewat aromanya (and yang lebih “keren” lagi, bahkan wanita dapat segera tahu kalau ada seorang pria yang mengganti parfumnya, hanya dalam waktu satu jam coba!!ck…ck..ck..). Makannya buat kamu-kamu yang ngerasa sebagai cowok, kalo pengen gak dijauhi temen-temen terutama yang cewek tuh, jaga deh kondisi aroma kalian, maksudnya seh kamu gak perlu wangi nyampe jarak semester aja udah kecium baunya (ntar yang ada malah pada ilfil ) tapi minimal menjaga kebersihan gitu…eits begitu juga para cewek, jangan “Lebai” ya kalo pake parfum...&lt;br /&gt;Kalo indera perasa, yang jelas wanita lebih sensitive terhadap rasa manis dan asin. Lha kalo pria??sebaliknya, mereka cenderung lebih peka terhadap rasa pahit dan asin.   &lt;br /&gt;“Indera Keenam” Seorang Wanita&lt;br /&gt;Mungkin hanya beberapa orang yang sadar, bahwa sebenarnya seorang wanita mempunyai “indera keenam”. Apaan itu ya….yups ternyata wanita mempunyai perasaan yang jauuuh….lebih sensitive terhadap sesuatu. Termasuk mengetahui kondisi seseorang yang berada di dekatnya. Saking sensitivenya terkadang tanpa diminta tiba-tiba aja dia udah mendekati seseorang yang saat itu sedang bingung atau sedih. &lt;br /&gt;Hal ini sangat berbeda dengan seorang pria. Bahkan sepeka apapun seorang pria ternyata dia tidak jauh lebih peka dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak terlalu peka. Makannya gak heran kalo cowok malah sering yah bisa dikatakan cuek beybeh… (hayo, ngerasa gak tuh yang cowok?). &lt;br /&gt;Yah, karena kekurang sensitifnya pria itulah mengapa mereka cenderung tidak akan tahu gimana perasaan orang-orang terdekat mereka tanpa diberitahukan oleh orang lain. Dan mungkin karena itu pula, pria cenderung lebih baik diam and menyendiri jika punya masalah. Beda dengan wanita yang lebih sering menceritakan kesulitan yang dihadapi kepada orang terdekatnya. Walaupun sebenarnyalebih sering mereka bercerita dengan tujuan hanya ingin didengarkan saja. Tanpa harus dinasehati, kalo mereka minta nasehat, baru deh dikasih saran.(emang agak ribet she ngadepin cewek, but trust me its just need little time karena cewek akan lebih tegar setelah ia menceritakan masalahnya, apalagi kalo kita kasih semangat dia dengan kata-kata simpati).&lt;br /&gt;“Mata Ketiga” Seorang Pria&lt;br /&gt;Kalo wanita punya “indera keenam” maka pria punya “mata ketiga”.(Kan Allah Maha Adil…Betul??).&lt;br /&gt;Buat kamu-kamu para wanita, pernah tidak memperhatikan dengan seksama ketika kamu memarkirkan motor di tempat parkir? Pasti kamu bakalan menemuakan sesuatu yang unuk. Yups…tepat banget!.. Cowok emang lebih ahli tuh…, trus pernah enggak kamu kebingungan baca peta, eh…dengan mudahnya cowok disebelahmu malah udah ngeh trus nunjukin jalannya buat kamu??.&lt;br /&gt;Nah disinilah letak “mata ketiga”nya para pria. Ternyata setelah diadakan beberapa penelitian, terbukti bahwa cowok lebih dapat menggunakan logika mereka. Setelah diadakan scanning otak, ternyata kemampuan “mata ketiga” para pria adalah terletak pada otak kanan mereka. Kekuatan mereka inilah yang membantu mereka dalam memperkirakan berapa kekuatan yang harus mereka keluarkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Termasuk juga menentukan arah dan memperkirakan tata ruang.&lt;br /&gt;Dan satu lagi ney, mungkin karena kemampuan “mata ketiga” itulah mereka cenderung lebih suka membaur dengan alam. (Makannya…Pecinta Alam yang suka naek gunung itu tu…kebanyakan adalah kaum Adam). Selain itu, adalagi ney fungsinya yang udah jelas disebutkan dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;“Laki-laki adalah pengarah perempuan karena Allah telah memberikan kelebihan pada yang satu atas yang lain. …Sungguh Allah Mahatinggi,Mahaagung”(QS An-Nisa’ [4]:34)&lt;br /&gt;Nah dari sini kita tahu and yakin kan ternyata memang Allah benar-benar Mahaadil atas segala sesuatu. Kita diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan pahamilah…bahwa sebenarnya perbedaan itulah yang kelak akan menyatukan kita.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;M.Shodiq Mustika &amp; Krisnina Rihardini. 2007.Ta’aruf Forefer.Semarang:Qudsi Media.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-5102527849178061033?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/5102527849178061033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=5102527849178061033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5102527849178061033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5102527849178061033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/03/indera-keenam-seorang-wanita-dan-mata.html' title='“Indera Keenam” Seorang Wanita dan “Mata Ketiga” Seorang Pria'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-1350974673616907939</id><published>2009-03-21T21:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T22:19:23.219-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/ScXJowLWI2I/AAAAAAAAADw/B_MH_pvz9RA/s1600-h/anak+jalanan.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/ScXJowLWI2I/AAAAAAAAADw/B_MH_pvz9RA/s200/anak+jalanan.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315876637145178978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 21 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar bahwa hidup ini begitu bervariasi. Tak pernah saya bayangkan sebelumnya, bahwa semalam saya berkutat dengan sebagian kecil dunia malam di kota Semarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya sendiri adalah anak pertama dari sebuah keluarga sederhana dan mempunyai dua orang adik laki-laki yang juga membuat saya banyak belajar tentang dunia psikologi perkembangan anak. Meski saya seorang anak perempuan, akan tetapi ayah saya mendidik saya dengan penuh ketegasan terutama masalah agama. Saya rasa beliau ingin saya menjadi seseorang yang tegar seperti beliau. Dari beliau pula saya banyak belajar mengenai nilai kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai cobaan yang Allah SWT karuniakan kepada keluarga kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu bersyukur, Allah SWT tiada henti-hentinya memberikan nikmat kepada keluarga saya. Dia memberikan saya tidak hanya dua tetapi tiga orang tua. Saat saya menginjak usia 15 tahun, saya dan kedua adik say yang saat itu masih sangat kecil,  harus kehilangan sosok seorang ibu yang begitu menyanyangi dan memahami kami.  Siapa yang tak sedih kehilangan orang yang kita cintai?. Akan tetapi kami sekeluarga percaya bahwa semua kehendak-Nya adalah yang terbaik bagi kami. Karena Ibu memang telah lama sekali menderita penyakit tumor yang juga menggerogoti syaraf otaknya. Kami mencoba untuk mengikhlaskan beliau karena kami yakin jalan itu yang terbaik bagi beliau (Semoga Allah SWT membahagiakan beliau serta menerima semua amalan baiknya, Amin).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Allah SWT yang Maha Adil dan Maha Pengasih menunjukkan KeAgungan-Nya dengan mengirimkan seorang wanita yang tegas dan berdisiplin tinggi sebagai pengganti sosok Ibu. Kami panggil beliau dengan sebutan Mama. Dari Ibu dan Mama saya belajar bagaimana mendidik anak dengan baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, dari semenjak sekolah menengah pertama saya yang memang diberi kelebihan nikmat oleh Allah SWT untuk merantau dan mengenyam Agama lebih dalam di sebuah Pondok Pesantren di Kota Semarang membuat saya belajar bagimana cara  bergaul dengan berbagi macam tipe orang. Dari yang benar-benar baik sampai teman-teman yang kebetulan memiliki latar belakang yang kurang bagus dalam keluarga (sampai-sampai mereka memutuskan untuk lebih senang menerjuni dunia premanisme).  Dan dengan pengalaman seperti itu tentu saja saya merasa lebih nyaman untuk bergaul dengan orang-orang yang “baik”. Karena semula saya berfikir, untuk apa saya bergaul dengan orang-orang yang seperti preman, bukan kebaikan mungkin yang akan saya peroleh akan tetapi mungkin saja saya yang justru akan merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT yang begitu menyayangi hamba-hamba-Nya kembali menegur saya lewat kejadian semalam. Karena sesungguhnya bukanlah kita yang berhak untuk menentukan kedudukan seorang hamba di mata Allah SWT. Hanya Dia-lah yang berhak menentukan apakah seorang hamba  menjadi hina ataukah tinggi derajadnya. Hanya Dia-lah Maha mengetahui akan segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 19.30 WIB saya dan tiga orang teman saya pergi berkeliling ke beberapa tempat di Pusat Kota Semarang. Semula saya ragu apakah saya jadi ikut terjun langsung,karena rasa-rasanya memang saya tidak nyaman bepergian di malam hari. Akan tetapi dengan membenahi niat dan meyakinkan hati bahwa Allah akan melindungi kami berempat akhirnya saya memutuskan untuk tetap pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kami saat itu adalah mengambil  video nyata kisah anak-anak jalanan. Demi terciptanya film documenter yang berkualitas tentunya, kami mencoba mewawancarai beberapa orang yang berprofesi menjadi pengamen jalanan. Target pertama, sebut saja namanya Joko, lahir di Kediri dan telah menjadi pengamen sejak usia remaja di Kota Semarang. Dari dia, kami sedikit tahu bagaimana pengelolaan para pengamen jalanan yang sudah dewasa. Dari ceritanya kami menyimpulakan sudah ada pengelolaan yang cukup teratur, akan tetapi ketika kami menanyainya tentang kehidupan pengamen yang masih kecil, dia hanya menjawab “Wah kalo itu saya ndak tahu mbak?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua dan ketiga, kami berhasil mewawancarai segerombolan orang yang kebetulan saat itu lewat. Semula kami agak ngeri karena tampang dan cara bicara mereka yang terkesan “SANGAR”. Tetapi ya itu, sekali lagi saya membuktikan bahwa benar adanya pepatah yang mengatakan ”Ajining Raga Sangka Busana Ajining Ati Sangka Lathi” yang kurang lebih berarti wibawa akan terlihat dari busana, dan hati akan terlihat dari perkataan. Ternyata setelah kami mencoba bicara dengan orang-orang yang semula kami pikir ”sangar” itu, kami justru malah mendapatkan informasi yang lumayan banyak tentang kehidupan anak-anak jalanan.  Tentang sebut saja beberapa komunitas pengamen jalanan yang sejak kecil harus berkutat dengan kekerasan. Penilaian saya : sungguh ironis disaat Bangsa ini sudah Merdeka akan tetapi generasinya masih banyak yang terjajah oleh tangan-tangan kotor bangsa sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita beberapa sumber yang telah kami wawancarai, kami jadi agak sedikit ngeri bila membayangkan bagaimana jadinya kalu kami tetap nekat mengambil video nyata anak-anak itu. Mungkin lain waktu saja kami melanjutkan misi kami. Karena malam juga mulai larut, walaupun kawasan yang kami kunjungi semakin ramai, saya semakin merasa tidak nyaman. Lagipula saya keder jika harus berlama-lama di tempat yang menurut saya cukup membuat bulu roma merinding (tapi bukan karena adanya dunia gaib lho)melainkan karena semakin majunya peradaban manusia kok semakin menjauhkan manusia dari Tuhan mereka.  Semula saya hanya menyaksikan semuanya lewat layar kaca, kini saya benar-benar menyaksikan semua dengan mata telanjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huff….mau jadi apa Bangsa ini….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-1350974673616907939?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/1350974673616907939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=1350974673616907939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1350974673616907939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1350974673616907939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/03/belajar-dari-kehidupan.html' title='Belajar Dari Kehidupan'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/ScXJowLWI2I/AAAAAAAAADw/B_MH_pvz9RA/s72-c/anak+jalanan.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-4026812369287066213</id><published>2009-03-20T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T21:34:11.154-07:00</updated><title type='text'>Untukmu...Anugerah terindah yang Dia berikan untukku.....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Bapak, Ibu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Ayah, Bunda...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Abi, Ummi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Papa, Mama...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Pa'e, Ma'e...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Abah, Ummah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Babe, Nyak...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Bapak, Mamak...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Papi, Mami...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;" &gt;Apapun panggilan sayang kami kepadamu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami bersyukur memiliki kalian berdua. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami tahu kalian berdua selalu menyayangi kami Lebih dari segalanya di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti berbagai macam panggilan kami untuk kalian, begitu banyak pula cara yang kalian lakukan pada kami &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk menunjukkan kasih sayang tulus kalian sebagai orang tua kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin, jika kami dapat berteriak lantang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kata-Kata yang begitu ingin kami teriakkan adalah “Maaf dan Terimakasih”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ingin rasanya kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meneriakkan kata-kata itu sampai seluruh dunia dapat mendengar. Karena kami tak tahu lagi bagaimana cara kami mengungkapkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi, Kami tak mampu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena kami tahu, tiada satu kata-katapun di dunia ini yang dapat mengganti kesalahan kami di masa lalu kepada kalian. Tiada satu kata-katapun yang mampu kami ungkapkan untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membalas jasa-jasamu. Dan tiada satu kata-katapun yang dapat mewakili rasa syukur kami yang telah memilikimu. Walau kami tahu, tak akan mungkin rasa sayang yang kami miliki dapat melebihi kasih sayang yang telah kalian curahkan kepada kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak-anak yang begitu menyayangi kalian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak akan pernah tahu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apakah kami akan mendapat ridha kalian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang dapat kami lakukan hanyalah berusaha menjadi yang terbaik bagi kalian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Agar jangan lagi, kami menyakiti hati dan jiwamu yang begitu lelah dalam memberikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berjuta kebahagiaan bagi kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untukmu, orang yang begitu berjasa dalam hidup kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lihatlah, kami telah tumbuh kini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari mulai bayi yang hanya bisa menangisimu, menjadi anak-anak dan remaja dengan berjuta tingkah polahnya, hingga kini kami telah dewasa. Begitupula jalan gelap dan terang telah kami lalui. Hingga kami berdiri tegap saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada kalanya kami terjatuh, kemudian engkau datang memberikan semangat agar kami berdiri lagi. Ada kalanya kami berhenti, duduk sendiri dan tak tahu lagi bagaimana menghadapi hari. Dan engkau datang memberikan nyala api agar kami kembali mengobarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tekad untuk dapat terus berlari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu ketika… kami lelah… enggan untuk melangkah…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan engkau datang untuk menjadi sandaran hati kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akan tetapi satu hal terpenting dalam hidup kami yang telah engkau berikan adalah, langkah-langkah kami yang senantiasa engkau tanami dengan benih-benih cinta kepada sang Illahi. Hingga apapun yang kami hadapi sampai detik ini, kesabaran dan rasa syukur yang engkau ajarkan menjadi senjata terampuh saat kami menghadapi berbagai cobaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-style: italic; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya Allah…Rabby… jagalah dan sayangilah kedua orang tua kami di dunia dan di akhirat… melebihi apapun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang telah mereka persembahkan untuk kami…Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-4026812369287066213?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/4026812369287066213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=4026812369287066213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/4026812369287066213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/4026812369287066213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/03/untukmuanugerah-terindah-yang-dia.html' title='Untukmu...Anugerah terindah yang Dia berikan untukku.....'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-1763279518638403442</id><published>2009-03-20T01:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T01:22:01.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Titip rindu buat Ibu.....'/><title type='text'>Bolehkah Aku Merindukanmu....</title><content type='html'>Masih terbayang jelas senyum terakhir yang engkau sunggingkan untukku ibu&lt;br /&gt;dikala aku tak lagi dengan jelas dapat mendengar tutur katamu&lt;br /&gt;Tapi aku tahu Ibu semua isi hati yang begitu ingin kau ucap untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku terjaga ibu&lt;br /&gt;Saat sepertiga malamku tiba&lt;br /&gt;Karena entah mengapa aku merasa ibu datang&lt;br /&gt;memakai mukena putih bersih&lt;br /&gt;menyentuhku dengan lembut........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera kuterbangun dan beristighfar&lt;br /&gt;kulihat jam menunjukkan pukul tiga dini hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;Ingin kumenangis&lt;br /&gt;Benarkah kejadian yang kualami hanyalah sebuah mimpi&lt;br /&gt;bunga tidur yang segera berlalu&lt;br /&gt;Ataukah Allah yang membangunkan ruhku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;Bolehkah aku merindukanmu&lt;br /&gt;disaat engkau sudah tak lagi di sisiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...Rabby...&lt;br /&gt;Bahagiakanlah Ibu...&lt;br /&gt;Hamba bersaksi bahwa beliau telah menjaga amanah-Mu padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba mohon Ya Allah...&lt;br /&gt;Jika memang Kau Izinkan&lt;br /&gt;Pertemukanlah hamba-Mu yang hina ini dengannya&lt;br /&gt;Karena hamba benar-benar merindukannya.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-1763279518638403442?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/1763279518638403442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=1763279518638403442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1763279518638403442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1763279518638403442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/03/bolehkah-aku-merindukanmu.html' title='Bolehkah Aku Merindukanmu....'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-1276671229152380314</id><published>2009-03-06T22:44:00.000-08:00</published><updated>2009-03-26T01:29:17.742-07:00</updated><title type='text'>Keluarga Bening Hati</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lagi-lagi tema keluarga, tema ini saya rasa sangat penting dibicarakan karena segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita adalah berawal dari sebuah kata yang begitu bermakna : "Keluarga".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berikut adalah artikel yang saya unduh dari kotasantri.com. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penulis  : Arda Dinata&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;!--&lt;p&gt;&lt;span class="tulisan"  style="color:#505050;"&gt;Salah satu teladan yang bisa kita contoh dalam membangun kebeningan hati dalam keluarga, selain keluarga Rasulullah SAW, adalah keluarga Khalifah Ali bin Abu Thalib. Ali RA adalah suami dari Fatimah, putri Rasulullah. Beliau sejak kecil hidup bersama Rasulullah, karena Rasulullah pernah diasuh oleh ayah Ali. Setelah Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah, Ali ikut bersama Rasulullah dan dibesarkan, diasuh, serta dididik, sehingga tumbuh sebagai anak yang berbudi luhur, cerdik, dan pemberani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Keberanian dan kebeningan hati Ali ini tercermin pada ikut sertanya dalam hampir seluruh peperangan yang dipimpin Rasulullah. Ali senantiasa berada di barisan muka. Seringkali kaum muslimin memperoleh kemenangan karena keberaniannya dan ketangkasannya, Ali dikenal dengan Dzulfaqar karena pedangnya yang bermata dua. Namun demikian, Ali sehari-hari dalam keluarga, perilakunya selalu lemah lembut, sebagai pancaran kebeningan hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berkait dengan kebeningan hati ini, Ali RA berkata, &amp;quot;Sesungguhnya Allah Ta'ala di bumiNya mempunyai sebuah wadah, yaitu hati. Maka yang paling dicintai Allah ialah hati yang paling lembut, paling jernih, dan paling keras.&amp;quot; Kemudian beliau menafsirkannya. Maka beliau berkata, &amp;quot;Maksudnya ialah yang paling keras dalam agama, paling jernih dalam keyakinan, serta paling lembut terhadap saudara-saudaranya.&amp;quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Keterangan itu menunjukkan kalau syari'at Islam yang toleran telah memberikan perhatian yang besar terhadap institusi keluarga, sehingga ia menduduki posisi layak yang membuat ia menjadi pijakan kokoh bagi setiap muslim untuk mewujudkan kemuliaan, kehormatan, dan amal shaleh yang bermanfaat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Untuk mewujudkannya, setiap keluarga perlu dibangun suatu sistem pembelajaran yang dilandasi kebeningan hati. Perumpamaan hati adalah cermin. Selama ia bersih dari kotoran, maka dapatlah dilihat padanya segala sesuatu. Apabila ia tertutup kotoran dan tidak ada yang membersihkannya, maka ia pun diselimuti kotoran, yang pada akhirnya binasa, tidak dapat dibersihkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bukankah, kondisi bening hati dalam keluarga merupakan sesuatu yang dapat melejitkan potensi terciptanya keluarga sakinah? Rasulullah SAW bersabda, &amp;quot;Apabila Allah SWT menghendaki suatu rumah tangga yang baik (bahagia), diberikanNya kecenderungan menghayati ilmu-ilmu agama; yang muda menghormati yang tua; harmoni dalam kehidupan; hemat dan hidup sederhana; melihat (menyadari) cacat-cacat mereka dan kemudian melakukan taubat. Jika Allah SWT menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkanNya mereka dalam kesesatan.&amp;quot; (HR. Dailami dan Anas).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sungguh indah, suatu keluarga yang hidupnya dibangun dengan kebeningan hati. Maka, panjatkanlah selalu doa, &amp;quot;Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.&amp;quot; (QS. Al-Furqaan : 74).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Wallahu a'lam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;em&gt;*) Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;--&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="tulisan" style="color: rgb(80, 80, 80);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Salah satu teladan yang bisa kita contoh dalam membangun kebeningan hati dalam keluarga, selain keluarga Rasulullah SAW, adalah keluarga Khalifah Ali bin Abu Thalib. Ali RA adalah suami dari Fatimah, putri Rasulullah. Beliau sejak kecil hidup bersama Rasulullah, karena Rasulullah pernah diasuh oleh ayah Ali. Setelah Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah, Ali ikut bersama Rasulullah dan dibesarkan, diasuh, serta dididik, sehingga tumbuh sebagai anak yang berbudi luhur, cerdik, dan pemberani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Keberanian dan kebeningan hati Ali ini tercermin pada ikut sertanya dalam hampir seluruh peperangan yang dipimpin Rasulullah. Ali senantiasa berada di barisan muka. Seringkali kaum muslimin memperoleh kemenangan karena keberaniannya dan ketangkasannya, Ali dikenal dengan Dzulfaqar karena pedangnya yang bermata dua. Namun demikian, Ali sehari-hari dalam keluarga, perilakunya selalu lemah lembut, sebagai pancaran kebeningan hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berkait dengan kebeningan hati ini, Ali RA berkata, "Sesungguhnya Allah Ta'ala di bumiNya mempunyai sebuah wadah, yaitu hati. Maka yang paling dicintai Allah ialah hati yang paling lembut, paling jernih, dan paling keras." Kemudian beliau menafsirkannya. Maka beliau berkata, "Maksudnya ialah yang paling keras dalam agama, paling jernih dalam keyakinan, serta paling lembut terhadap saudara-saudaranya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Keterangan itu menunjukkan kalau syari'at Islam yang toleran telah memberikan perhatian yang besar terhadap institusi keluarga, sehingga ia menduduki posisi layak yang membuat ia menjadi pijakan kokoh bagi setiap muslim untuk mewujudkan kemuliaan, kehormatan, dan amal shaleh yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk mewujudkannya, setiap keluarga perlu dibangun suatu sistem pembelajaran yang dilandasi kebeningan hati. Perumpamaan hati adalah cermin. Selama ia bersih dari kotoran, maka dapatlah dilihat padanya segala sesuatu. Apabila ia tertutup kotoran dan tidak ada yang membersihkannya, maka ia pun diselimuti kotoran, yang pada akhirnya binasa, tidak dapat dibersihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bukankah, kondisi bening hati dalam keluarga merupakan sesuatu yang dapat melejitkan potensi terciptanya keluarga sakinah? Rasulullah SAW bersabda, "Apabila Allah SWT menghendaki suatu rumah tangga yang baik (bahagia), diberikanNya kecenderungan menghayati ilmu-ilmu agama; yang muda menghormati yang tua; harmoni dalam kehidupan; hemat dan hidup sederhana; melihat (menyadari) cacat-cacat mereka dan kemudian melakukan taubat. Jika Allah SWT menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkanNya mereka dalam kesesatan." (HR. Dailami dan Anas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sungguh indah, suatu keluarga yang hidupnya dibangun dengan kebeningan hati. Maka, panjatkanlah selalu doa, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqaan : 74).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*) Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;--- ### ---&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-1276671229152380314?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/1276671229152380314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=1276671229152380314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1276671229152380314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1276671229152380314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/03/keluarga-bening-hati.html' title='Keluarga Bening Hati'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-1557523046590717185</id><published>2009-02-10T23:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T23:20:36.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percayalah....Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya...'/><title type='text'>Kisah Cinta Ayah Bunda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Terkadang, pernah terbersit fikir dalam hati ini. Masihkah ada kisah layaknya cerita cinta ayah dan bunda. Mereka dipertemukan bukan karena keinginan nafsu dunia, bukan pula karena keinginan hati semata. Akan tetapi mereka dipertemukan oleh cinta suci karena menginginkan Ridha Illahi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sebuah cerita perjalanan seorang pemuda sederhana yang bernama Malik, yang ingin mengamalkan ilmu yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. berujung pada Takdir cinta yang begitu indah tanpa dicemari noda nafsu dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Keduanya juga adalah insan biasa, yang tiada pernah tahu sipakah gerangan kelak yang kan dianugerahkan Allah menjadi pendamping hidup mereka. Sampai suatu ketika, secara tak terduga si pemuda sederhana begitu terpesona saat mendapati foto seorang gadis berkerudung jingga terselip di Al Qur'an miliknya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kaget, terpesona, rasa campur aduk yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, hingga ia tenggelam dalam lamunannya. sedetik kemudian dia tersadar, dia tahu dia tidak boleh tenggelam  dalam lamunannya. Segera si pemuda beristighfar untuk menenangkan batinnya. Entah siapa yang telah menaruh foto itu, tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. sesaat fikirnya melayang, mencoba menerka siapakah yang telah melakukan hal itu, tetapi kemudian suara deheman yang tak asing di telinganya menyadarkan kembali lamunannya.  Segera si pemuda menoleh ke sumber suara. Paklek yang juga adalah guru ngaji si pemuda tersenyum di belakangnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana? kamu suka?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kaget, dia tak pernah membayangkan sebelumnya. Apa Pakleknya yang telah menaruh foto itu?. Si pemuda hanya mencoba menerka. Kemudian dia kembali terdiam. Bingung fikirnya tak menentu. dan tanpa dia sadari, sang guru ngaji sudah melihat senyum yang tersungging di bibir si pemuda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu suka, nanti Paklek bantuin kamu untuk Ta’aruf. Paklek lihat dia anak yang baik. Dia juga salah satu santrinya bulekmu”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Minggu kedua di bulan februari, hari sabtu yang cerah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Peluh masih membasahi gadis desa yang bernama Asih, yang selalu bekerja keras untuk membantu Ibunya melanjutkan hidupnya.  Tiba-tiba saja dia dikagetkan oleh datangnya seorang pemuda yang belum dia kenal sebelumnya.  Pemuda itu datang dengan seseorang yang dia tahu adalah suami dari guru ngajinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Setelah Asih mempersilahkan ketiga orang tersebut masuk, dari situ Asih tahu bahwa pemuda yang datang itu adalah keponakan dari guru ngajinya. Setelah berbasa basi sebentar, Asih ingat  bahwa dia sama sekali tidak mempunyai sesuatu untuk disuguhkan kepada tamu-tamunya. Kemudian Asih pamit untuk kebelakang, setengah berlari dia menuju ke rumah kakak tertuanya. Dia tidak tahu harus bagaimana, masalahnya dia sama sekali tidak menduga akan datangnya  guru ngajinya itu bersama suami dan keponakannya.  Akhirnya dengan dibantu sang kakak,  Asih yang memang pemalu itu kemudian mengetahui bahwamaksud kedatangan dari pemuda yang dia ketahui bernama Malik itu tidak lain adalah untuk berta’aruf  kepada Asih. Malu, sekaligus bingung Asih hanya dapat tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan setelah pertemuan itu, mereka kemudian melangsungkan akad nikah. Berbagai kendala dapat mereka atasi sehingga akhirnya walaupun dengan sederhana, mereka dapat menempuh kehidupan sebagai pasangan suami istri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama mereka lalui dengan penuh kabahagiaan dan kedamaian, walaupun mereka hidup sederhana. Tahun kedua mereka semakin lengkap dengan kehadiran si buah hati mungil yang begitu mereka sayangi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang dijalani memang terkadang bertentangan dengan apa yang diinginkan setiap manusia.  Layaknya pasangan suami istri yang lain, rumah tangga keduanya juga pernah mengalami halangan kerikil-kerikil kehidupan yang memang sudah sewajarnya harus mereka lewati. Tidak sedikit pula cobaan dan masalah yang datang menghempas.  Akan tetapi, dengan kesabaran dan keikhlasan untuk mencari Radha Allah, Asih tidak pernah putus asa dalam menghadapi cobaan-cobaan dalam hidup suaminya. Yang dia inginkan, dia akan tetap mendampingi suaminya dalam masa- masa tersulit sekalipun. Dia selalu ingin menjadi wanita cantik kepunyaan Allah SWT, wanita cantik yang melukis kekuatan lewat maslahnya, yang tersenyum disaat tertekan, tertawa disaat hati sedang menangis, yang memberkati disaat terhina,yang mempesona karena memaafkan,dan yang mengasihi tanpa pamrih, serta yang bertambah kuat dalam doa juga pengharapannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak akan menghuji hamba-Nya melebihi kemampuan mereka, semua masalah dan cobaan dapat mereka retaskan. Hingga kemudian si sulung mempunyai dua orang adik dan beranjak remaja. Kemudian dengan niatan agar si sulung menjadi anak yang solekhah, akhirnya si sulungpun dikirim ke sebuah Pondok Pesantren.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Di saat seperti itulah Allah kembali menguji keimanan h&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;amba-Nya. Malik harus bersabar ketika  Asih jatuh sakit, tumor yang tadinya adalah tumor jinak akhirnya justru menjadi kanker yang kemudian juga menyerang syaraf otaknya. Itu semua karena keterlambatan pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan pada Asih.  Demi kesembuhan istri dan kelangsungan pendidikan buah hatinya, Malik rela bekerja keras siang dan malam, karena masih tidak mencukupi, terpaksa dia harus mencari pinjaman sampai harus menggadaikan rumah mereka. Malik tak perduli sesulit apapun dan sesakit apapaun, itu semua juga dia lakukan demi cintanya kepada keluarganya.  Malam-demi malam mereka hiasi dengan munajat mereka kepada Rabbnya, agar mereka diberikan pertolongan dan kekuatan iman dalam menghadapi segala cobaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun, Malik menjadi bapak sekaligus ibu bagi ketiga buah hatinya.  Asih hanya dapat terbaring lemah, dengan tasbih di tangannya dia mengisi setiap hela nafas yang masih dimilikinya dengan berdzikir mengagungkan Asma-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Pada Akhirnya, Allah SWT-lah yang kemuadian menentukan kehidupan Malik dan Asih. Tepat pada umur 38 tahun, Asih menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.  Dengan kasih saying yang selalu dilimpahkan Asih untuk keluarganya, Asih sempat dengan tulus berpesan kepada Malik untuk mencari pengganti dirinya agar keluarganya bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Perih, hati Malik begitu tersayat pabila  ingat saat terakhir dia harus melihat Istri yang begitu dicintainya, ibu dari anak-anaknya yang juga masih membutuhkan perhatian.  Tapi dia tahu, dia tak boleh tenggelam dalam kesedihan. Dia harus tetap tegar demi buah hati mereka. Dia harus mengikhlaskan Asih, harapannya semoga Asih mendapatkan yang terbaik di sisi-Nya. Dan dia juga harus mendidik ketiga buah hatinya agar dapat tumbuh menjadi anak-anak yang solekh dan solekhah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Allah, begitu Maha Agung dan Maha Sucinya Engkau. Tak ingin melihat hamba-Nya bersedih, tidak lama kemudian Dia kirimkan pengganti Asih yang begitu dikasihinya,dengan seorang wanita yang cerdas dan begitui menyayangi ketiga buah hatinya layaknya sebagai anak kandung. Hingga kinikeluarga malik begitu lengkap dan bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Satu doa tulus yang tak pernah lupa ia panjatkan dalam setiap munajat dalam malam-malam ppanjangnya.&lt;br /&gt;"Allah…..Rabby….Jagalah Ibu dari anak-anak hamba….Sayangilah dia….Berikanlah yang terbaik untuk dirinya….seperti yang telah Engkau berikan yang terbaik dalam kehidupan kami….Amien…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-1557523046590717185?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/1557523046590717185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=1557523046590717185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1557523046590717185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/1557523046590717185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2009/02/kisah-cinta-ayah-bunda.html' title='Kisah Cinta Ayah Bunda'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-5463792490605845893</id><published>2008-12-12T22:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T23:20:40.467-08:00</updated><title type='text'>Pentingnya Komunikasi Dalam Keluarga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Banyak yang masih belum sadar bahwa penting sekali menjaga komunikasi antar anggota keluarga, agar kemudian dapat menjadi keluarga yang sakinah. Hal ini saya alami sendiri, bahwa keluarga akan menjadi lebih harmonis ketika orang-orang yang terlibat di dalamnya dapat berkomunikasi dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut ini artikel yang saya unduh dari &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;http://aridemvintoni.wordpress.com/2008/07/22/pendidikan-islam-dalam-pembentukan-kepribadian-anak-di-lingkungan-keluarga.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat... Amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Pendidikan Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut konsep dalam Islam, proses tarbiyah (pendidikan) mempunyai tujuan untuk melahirkan suatu generasi baru dengan segala ciri-cirinya yang unggul dan beradab. Penciptaan generasi ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan yang sepenuhnya dan seutuhnya kepada Allah SWT melalui proses tarbiyah. Melalui proses tarbiyah inilah, Allah SWT telah menampilkan peribadi muslim yang merupakan uswah dan qudwah melalui Muhammad SAW. Peribadinya merupakan manifestasi dan jelmaan dari segala nilai dan norma ajaran Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menghendaki program pendidikan yang menyeluruh, baik menyangkut aspek duniawi maupun ukhrowi. Dengan kata lain, pendidikan menyangkut aspek-aspek rohani, intelektual dan jasmani. Maka hal ini, proses pendidikan sangat didukung banyak aspek, terutama guru atau pendidik, orang tua, dan juga lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkup materi pendidikan Islam secara lengkap dikemukakan oleh Heri Jauhari Muchtar dalam bukunya “Fikih Pendidikan”, sebagaimana dikutip dalam Sismanto (2008), yang menyatakan bahwa pendidikan Islam itu mencakup aspek-aspek sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendidikan keimanan (Tarbiyatul Imaniyah)&lt;br /&gt;2. Pendidikan moral/akhlak ((Tarbiyatul Khuluqiyah)&lt;br /&gt;3. Pendidikan jasmani (Tarbiyatul Jasmaniyah)&lt;br /&gt;4. Pendidikan rasio (Tarbiyatul Aqliyah)&lt;br /&gt;5. Pendidikan kejiwaan/hati nurani (Tarbiyatulnafsiyah)&lt;br /&gt;6. Pendidikan sosial/kemasyarakatan (Tarbiyatul Ijtimaiyah)&lt;br /&gt;7. Pendidikan seksual (Tarbiyatul Syahwaniyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, keseluruhan ruang lingkup materi pendidikan Islam yang tercantum di atas, dapat dibagi manjadi 3 materi pokok pembahasan. Ketiga pokok bahasan tersebut yakni; Tarbiyah Aqliyah (IQ learning), Tarbiyyah Jismiyah (Physical learning), dan Tarbiyatul Khuluqiyyah (SQ learning).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, adalah Tarbiyah Aqliyah (IQ learning). Tarbiyah aqliyah atau sering dikenal dengan istilah pendidikan rasional (intellegence question learning) merupakan pendidikan yang mengedapan kecerdasan akal. Tujuan yang diinginkan dalam pendidikan itu adalah bagaimana mendorong anak agar bisa berfikir secara logis terhadap apa yang dlihat dan diindra oleh mereka. Input, proses, dan output pendidikan anak diorientasikan pada rasio (intellegence oriented), yakni bagaimana anak dapat membuat analisis, penalaran, dan bahkan sintesis untuk menjustifikasi suatu masalah. Misalnya melatih indra untuk membedakan hal yang di amati, mengamati terhadap hakikat apa yang di amati, mendorong anak bercita-cita dalam menemukan suatu yang berguna, dan melatih anak untuk memberikan bukti terhadap apa yang mereka simpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Tarbiyyah Jismiyah (Physical learning). Yaitu segala kegiatan yang bersifat fisik dalam ranhgka mengembangkan aspek-aspek biologis anak tingkat daya tubuh sehingga mampu untuk melaksanakan tugas yang di berikan padanya baik secara individu ataupun sosial nantinya, dengan keyakinan bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat “al-aqlussalim fi jismissaslim“ sehingga banyak di berikan beberapa permainan oleh mereka dalam jenis pendidikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketiga, Tarbiyatul Khuluqiyyah (SQ learning) Makna tarbiyah khuluqiyyah disini di artikan sebagai konsistensi seseorang bagaimana memegang nilai kebaikan dalam situasi dan kondisi apapun dia berada seperti; kejujuran, keikhlasan, mengalah, senang bekerja dan berkarya, kebersihan, keberanian dalam membela yang benar, bersandar pada diri sendiri (tidak bersandar pada orang lain), dan begitu juga bagaimana tata cara hidup berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu maka pendidikan akhlak tidak dapat di jalankan dengan hanya menghapalkan saja tentang hal baik dan buruk, tapi bagaimana menjalankannya sesuai dengan nilai nilainya. Ada beberapa bagian dalam hal ini antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengumpulkan mereka dalam satu kelompok yang berbeda karakter&lt;br /&gt;2. Membantu mereka untuk menemukan jati dirinya dengan memberikan pelatihan, ujian, dan tempaaan&lt;br /&gt;3. Membentuk kepribadian/ mendoktrin dengan selalu menjahui hal yang jelek dan berpegang teguh terhadap nilai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pendidikan Keluarga dalam Pandangan Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang diproses oleh seseorang di dalam lingkungan rumah tangga atau keluarga. Sistem pendidikan ini merupakan unsur utama dalam pendidikan seumur hidup, terutama karena sifatnya yang tidak memerlukan formalitas waktu, cara, usia, fasilitas, dan sebagainya. Pada dasarnya, masing-masing orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas pendidikan bagi anak-anaknya. Mereka tidak hanya berkewajiban mendidik atau menyekolahkan anaknya ke sebuah lembaga pendidikan. Akan tetapi mereka juga diamanati Allah SWT untuk menjadikan anak-anaknya bertaqwa serta taat beribadah sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Al-Qur’an dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang tua tidak seharusnya hanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anak mereka kepada pihak lembaga pendidikan atau sekolah, akan tetapi mereka harus lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan keluarga mereka, karena keluarga merupakan faktor yang utama di dalam proses pembetukan kepribadian sang anak. Hal ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah yang mana beliau telah berhasil mendidik keluarga, anak-anak, serta para sahabatnya menjadi orang-orang yang sukses dunia-akhirat, walaupun beliau tidak pernah mengikuti jenjang pendidikan formal seperti lembaga-lembaga sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Peran Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Kepribadian Anak dalam Lingkungan Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan orang terhadap anak dalam lingkungan keluarga sangat penting, apalagi pada periode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama). Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Muatstsirat as Salbiyah, sebagaimana dikutip dalam Al-Hasan, Yusuf M. (2007), yang menyatakan bahwa periode ini merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak pada periode ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengannyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dasar pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak adalah sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi (HR. Bukhari). Berdasarkan Hadits ini, jelas sekali bahwa anak dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih yang belum terkena noda. Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apa pun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Ia akan berkembang sesuai dengan pendidikan yang diperoleh dari kedua orang tuanya dan juga lingkungan disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, kadang-kadang muncul persoalan baru. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakat di sekelilingnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya. Perilakunya kadang-kadang menjadi semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orang tua pun selalu cemas memikirkanya. Maka dalam hal ini, peranan orang tua sangat berpengaruh penting. Jadi, Pentingnya peranan orang tua dalam pendidikan anak ini disebabkan oleh karena pendidikan yang diperoleh anak dari pengalaman sehari-hari dengan sadar pada umumnya tidak teratur dan tidak sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   Upaya-upaya Orang Tua dalam Mendidik Anak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memang usaha orang tua dalam upaya mendidik anak tidaklah semudah membalik tangan. Perlu kesabaran dan kreativitas yang tinggi dari pihak orang tua. Secara umum, dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua muslim dalam mendidik anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Orang tua perlu memahami tentang apa yang dimaksud dengan pendidikan anak dan tujuannya.&lt;br /&gt;b. Banyak menggali informasi tentang pendidikan anak.&lt;br /&gt;c. Memahami kiat mendidik anak secara praktis. Dengan demikian setiap gejala dalam tahap-tahap pertumbuhan pertumbuhan anak dapat ditanggapi dengan cepat.&lt;br /&gt;d. Sebelum mentransfer nilai, kedua orang tua harus melaksanakan lebih dulu dalam kehidupan sehari-hari. Karena di usia kecil, anak-anak cerdas cenderung meniru dan merekam segala perbuatan orang terdekat. Bersegera mengajarkan dan memotivasi anak untuk menghafal Al- Quran. Kegunaannya di samping sejak dini mengenalkan Yang Maha Kuasa pada anak, juga untuk mendasari jiwa dan akalnya sebelum mengenal pengetahuan yang lain.&lt;br /&gt;e. Menjaga lingkungan si anak, harus menciptakan lingkungan yang sesuai dengan ajaran yang diberikan pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dalam mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya. Masing-masing saling mendukung dan membantu. Bila salah satu fungsi rusak, anak akan kehilangan identitas. Pembagian tugas dalam Islam sudah jelas, peran ayah tidak diabaikan, tapi peran ibu menjadi hal sangat penting dan menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;   Kiat-kiat Praktis Mendidik Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;  Pendidikan anak akan berhasil bila diwujudkan dengan mengikuti langkah-langkah kongkrit dalam hal penanaman nilai-nilai Islam pada diri anak. Sehubungan dengan hal ini, Abdurrah-man An-Nahlawi mengemukakan tujuh kiat dalam mendidik anak, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan Hiwar (dialog)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendidik anak dengan hiwar (dialog) merupakan suatu keharusan bagi orang tua. Oleh karena itu kemampuan berdialog mutlak harus ada pada setiap orang tua. Dengan hiwar, akan terjadi komunikasi yang dinamis antara orang tua dengan anak, lebih mudah dipahami dan berkesan. Selain itu, orang tua sendiri akan tahu sejauh mana perkembangan pemikiran dan sikap anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendidik umatnya, Rasulullah SAW sering menggunakan metode ini. Anak-anak sering menanyakan: apa betul Allah itu ahad, katanya Tuhan itu ada di mana-mana. Pada usia remaja atau dewasa, dialog dengan orang tua itu sangat diperlukan dalam menghadapi persoalan hidup yang semakin kompleks seiring dengan lingkungan anak yang semakin luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan Kisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kisah memiliki fungsi yang sangat penting bagi perkembangan jiwa anak. Suatu kisah bisa menyentuh jiwa dan akan memotivasi anak untuk merubah sikapnya. Kalau kisah yang diceriterakan itu baik, maka kelak ia berusaha menjadi anak baik, dan sebaliknya bila kisah yang diceriterakan itu tidak baik, sikap dan perilakunya akan berubah seperti tokoh dalam kisah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Banyak sekali kisah-kisah sejarah, baik kisah para nabi, sahabat atau orang-orang shalih, yang bisa dijadikan pelajaran dalam membentuk kepribadian anak. Contohnya, banyak anak-anak jadi malas, tidak mau berusaha dan mau terima beres. Karena kisah yang menarik baginya adalah kisah khayalan yang menampilkan pribadi malas tetapi selalu ditolong dan diberi kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dengan Perumpamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Al-Qur`an dan al-hadits banyak sekali mengemukakan perumpamaan. Jika Allah SWT dan Rasul-Nya mengungkapkan perumpamaan, secara tersirat berarti orang tua juga harus mendidik anak-anaknya dengan perumpamaan. Sebagai contoh, orang tua berkata pada anaknya, “Bagaimana pendapatmu bila ada seorang anak yang rajin shalat, giat belajar dan hormat pada kedua orang tuanya, apakah anak itu akan disukai oleh ayah dan ibunya?” Tentu si anak berkata, “Tentu, anak itu akan disukai oleh ibunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dari ungkapan seperti itu, orang tua bisa melanjutkan arahan terhadap anak-anaknya sampai sang anak betul-betul bisa menyadari, bahwa kalau mau disukai orang tuanya yang harus dilakukan sang anak adalah rajin shalat, giat belajar dan hormat pada keduanya. Begitu seterusnya dengan persoalan-persoalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    Dengan Keteladanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;    Orang tua merupakan pribadi yang sering ditiru anak-anaknya. Kalau perilaku orang tua baik, maka anaknya meniru hal-hal yang baik dan bila perilaku orang tuanya buruk, maka bisanya anaknya meniru hal-hal buruk pula. Dengan demikian, keteladanan yang baik merupakan salah satu kiat yang harus diterapkan dalam mendidik anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kalau orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi anak shaleh, maka yang harus shalih duluan adalah orang tuanya. Sebab, dari keshalehan mereka, anak-anak akan meniru, dan meniru itu sendiri merupakan gharizah (naluri) dari setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan Latihan dan Pengamalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Anak shalih bukan hanya anak yang berdoa untuk orang tuanya. Anak shalih adalah anak yang berusaha secara maksimal melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melaksanakan ajaran Islam, seorang anak harus dilatih sejak dini dalam praktik pelaksanaan ajaran Islam seperti shalat, puasa, berjilbab bagi yang puteri, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa latihan yang dibiasakan, seorang anak akan sulit mengamalkan ajaran Islam, meskipun ia telah memahaminya. Oleh karena itu seorang ibu harus menanamkan kebiasaan yang baik pada anak-anaknya dan melakukan kontrol agar sang anak disiplin dalam melaksanakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dengan ‘Ibrah dan Mauizhah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dari kisah-kisah sejarah, para orang tua bisa mengambil pelajaran untuk anak-anaknya. Begitu pula dengan peristiwa aktual, bahkan dari kehidupan makhluk lain banyak sekali pelajaran yang bisa diambil.&lt;br /&gt;Bila orang tua sudah berhasil mengambil pelajaran dari suatu kejadian untuk anak-anaknya, selanjutnya pada mereka di-berikan mau’izhah (nasihat) yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Misalnya dengan iman yang kuat, umat Islam yang sedikit, mampu mengalahkan orang kafir yang banyak di perang Badar. Sesuatu yang berat dan besar bisa dipindahkan, bila kita bekerjasama seperti semut-semut bergotong-royong membawa sesuatu, dan begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;Memberi nasihat itu tidak selalu harus dengan kata-kata. Melalui kejadian-kejadian tertentu yang menggugah hati, juga bisa menjadi nasihat, seperti menjenguk orang sakit, ta’ziyah pada orang yang mati, ziarah ke kubur, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dengan Targhib dan Tarhib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Targhib adalah janji-janji menyenangkan bila seseorang melakukan kebaikan, sedang tarhib adalah ancaman mengerikan bagi orang yang melakukan keburukan. Banyak sekali ayat dan hadits yang mengungkapkan janji dan ancaman. Itu artinya orang tua juga mesti menerapkannya dalam pendidikan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, targhib dan tarhib dikaitkan dengan persoalan akhirat, yaitu surga dan neraka. Sehingga, sikap yang lahir dari sang anak melalui metode ini lebih kokoh karena terkait dengan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Metode ini dimaksudkan untuk menggugah dan mendidik manusia agar memiliki perasaan robbaniyah, seperti khauf (takut) pada Allah, khusyu’ (merendahkan diri) di hadapan Allah, mahabbah (cinta) kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;        Berdasarkan uraian di atas, jelas sekali bahwa proses pendidikan anak agar menjadi anak yang shalih, memerlukan perhatian serius dari masing-masing orang tua, terutama para ibu. Oleh karena itu, kedua orang tua harus bersepakat dalam merumuskan detail pengaplikasian konsep dan program pendidikan yang ingin mereka terapkan sesuai dengan garis-garis besar konsep keluarga Islami. Kesepakatan antara kedua orang tua dalam perumusan ini akan menciptakan keselarasan dalam pola hubungan antara mereka berdua dan antara mereka dengan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;        Keselarasan ini menjadi amat penting karena akan menghindarkan ketidakjelasan arah yang mesti diikuti oleh anak dalam proses pendidikannya. Jika ketidakjelasan arah itu terjadi, anak akan berusaha untuk memuaskan hati ayah dengan sesuatu yang kadang bertentangan dengan kehendak ibu atau sebaliknya. Anak akan memiliki dua tindakan yang berbeda dalam satu waktu. Hal itu dapat membuahkan ketidakstabilan mental, perasaan, dan tingkah laku sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam mendidik anak, penghargaan dan hukuman kadang-kadang juga sangat diperlukan dalam mendidik anak. Penghargaan boleh saja diberikan pada anak jika mencapai suatu hasil atau prestasi yang baik. Fungsinya untuk mendidik dan memotivasi anak untuk dapat mengulangi kembali tingkah laku yang baik itu. Penghargaan yang diberikan kepada anak dapat berupa pujian, bingkisan, pengakuan atau perlakuan istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sebaliknya, hukuman merupakan sangsi fisik atau psikis yang hanya boleh diberikan ketika anak melakukan kesalahan dengan sengaja. Rasulullah memerintahkan kepada orang tua memukul anaknya ketika telah berumur 10 tahun masih juga lalai shalat. Tentu saja dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Hukuman yang diberikan haruslah proporsional (sesuai) dengan kesalahan anak. Berat ringannya hukuman disesuaikan dengan besar kecilnya kesalahan, dan disesuaikan pula dengan kemampuan anak melaksanakan hukuman tersebut. Menghukum anak yang memecahkan gelas misalnya, harus berbeda dengan anak yang melailaikan shalat. Artinya, pelanggaran syar’i harus mendapat porsi hukuman khusus (lebih berat misalnya) dibandingkan kesalahan teknis yang tidak terlalu penting. Hikmah dari pendidikan melalui hukuman ini diantaranya adalah untuk melatih disiplin dan mengenalkan anak pada konsep balasan setiap amal perbuatan. Jika anak terlatih sejak kecil untuk berhati-hati dengan larangan dan sungguh-sungguh melaksanakan kewajiban, maka akan memudahkan baginya untuk berbuat seperti itu ketika ia dewasa. Tampaklah bahwa hukuman pun bermanfaat untuk melatih dan menanamkan rasa tanggungjawab dalam diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kendala atau Tantangan dalam Mendidik Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dalam mendidik anak setidaknya ada dua macam kendala atau tantangan: yakni tantangan yang bersifat internal dan yang bersifat eksternal. Sumber tantangan internal yang utama adalah orangtua itu sendiri, misalnya ketidakcakapan orangtua dalam mendidik anak atau ketidak harmonisan rumah tangga. Sunatullah telah menggariskan, bahwa pengembangan kepribadian anak haruslah berimbang antara fikriyah (pikiran), ruhiyah (ruh), dan jasadiyahnya (jasad). Tantangan eksternal mungkin bersumber dari lingkungan rumah tangga, misalnya interaksi dengan teman bermain dan kawan sebayanya. Di samping itu peranan media massa sangat pula berpengaruh dalam perkembangan tingkah laku atau kepribadian anak. Informasi yang disebarluaskan media massa baik cetak maupun elektronik memiliki daya tarik yang sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kedua tantangan ini sangat mempengaruhi perkembangan tingkah laku atau kepribadian anak. Lingkungan yang tidak islami dapat melunturkan nilai-nilai islami yang telah ditanamkan di rumah. Jadi, jika orang tua tidak mengarahkan dan mengawasi dengan baik, maka si anak akan menyerap semua informasi yang ia dapat, tidak hanya yang baik bahkan yang merusak akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Meskipun banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak, orang tua tetap memegang peranan yang amat dominan. Dalam mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya. Masing-masing saling mendukung dan membantu. Bila salah satu fungsi rusak, anak akan kehilangan identitas. Pembagian tugas dalam Islam sudah jelas, peran ayah tidak diabaikan, tapi peran ibu menjadi hal sangat penting dan menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Oleh karena itu, hanya ada satu cara agar anak menjadi permata hati dambaan setiap orang tua, yaitu melalui pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai Islam. Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam, Insya allah ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta berbakti kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Akan tetapi, upaya dalam mendidik atau membentuk tingkah laku atau kepribadian kepribadian anak dalam naungan Islam memang sering mengalami beberapa kendala. Perlu disadari disini, betapa pun beratnya kendala ini, namun hendaknya orang tua menghadapinya dengan sabar dan menjadikan kendala-kendala tersebut sebagai tantangan dan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-5463792490605845893?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/5463792490605845893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=5463792490605845893' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5463792490605845893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/5463792490605845893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2008/12/pentingnya-komunikasi-dalam-keluarga_12.html' title='Pentingnya Komunikasi Dalam Keluarga'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-8433317410368631394</id><published>2008-12-02T21:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T21:38:39.886-08:00</updated><title type='text'>ketika mata mulai terbuka</title><content type='html'>ternyata banyak sekali hal yang belum aku ketahui...&lt;br /&gt;terutama tentang hal-hal yang sekarang mulai aku tekuni...&lt;br /&gt;Allah...Bantulah selalu hamba-mu yang lemah dan hina ini...&lt;br /&gt;untuk dapat menyelami samudera ilmu yang telah Engkau cipta...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-8433317410368631394?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/8433317410368631394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=8433317410368631394' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8433317410368631394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8433317410368631394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2008/12/ketika-mata-mulai-terbuka.html' title='ketika mata mulai terbuka'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-8945180591348592005</id><published>2008-11-11T19:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T20:19:15.280-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sedich...hiks...hiks...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SRpYNAss9ZI/AAAAAAAAACw/vJRqURgJhXQ/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SRpYNAss9ZI/AAAAAAAAACw/vJRqURgJhXQ/s320/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267619694712255890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Today...&lt;br /&gt;Suddenly i think really want go home to blora's city... &lt;br /&gt;There is nostalgia which upset while remembers my family on the house... &lt;br /&gt;Me...that present at Semarang to look for knowledge, so pine wants to accost my young brothers that now beginning steps out adult...&lt;br /&gt;will I  becomes good example for them... so in the future...I won't let down my parrent, exspecially for my mom that is now have restrained from me and my family...&lt;br /&gt;mom... I really miss you... &lt;br /&gt;sometimes this soul so brittle in faces all kind about problem living one come to knock block off. &lt;br /&gt;When be, I aptly yearn your warming cuddle mother...&lt;br /&gt;i realy want to leaning on your lap, ask for you to forgive all of my mistake who was i do for you...It's cause you’r gone without any words that you say for me.&lt;br /&gt;I realy miss you mom...realy miss you...&lt;br /&gt;And...i realy miss you...forever and ever...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-8945180591348592005?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/8945180591348592005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=8945180591348592005' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8945180591348592005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/8945180591348592005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2008/11/today-suddenly-i-think-really-want-go.html' title=''/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SRpYNAss9ZI/AAAAAAAAACw/vJRqURgJhXQ/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5078983467929694104.post-2309229998546787416</id><published>2008-10-23T21:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T22:58:13.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='I want to say hello for all.....'/><title type='text'>my firs't blog</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SQFef6mAr9I/AAAAAAAAAB0/UKuUAftPZSw/s1600-h/340492z50q6xsj40.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SQFef6mAr9I/AAAAAAAAAB0/UKuUAftPZSw/s320/340492z50q6xsj40.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260589742143090642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Huff...akhirnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alhamdulillah...kesampaian juga deh kepengenan mbuat blog.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari kemaren2 sibuk...banget, niatan pengen buat blog malah gak sempet.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Tapi sekarang uda punya...walaupun lom diisi apa2 seh...yang penting udah punya he...he...(mekso banget ik...)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari pertama q posting on the my first blog ini neh...q cma pengen say helloo for all... yang jelas q cuma pengen menyalurkan hasrat untuk bisa punya blog sendiri. Tapi kalo besok2 ternyata ini blog malah bisa inspirator buwat yang laen...ya...syukur deh...(kali aja ada anak SD yang suka ma blog panyaq ini hiks...hiks....)   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Habisnya bisa aja kan yang udah profesional dalam hal ngeblog pada heran kalo ngeliat blogq then I think they will give me comment...." idih...blog apaan neh??? kok kayak punya anak SD???(maksudnya saking ini blog masih dasar n gak ada apa2nya.. )"  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;But its OK...gak papa kok...Presiden juga kan dulunya anak SD,,,he...he...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Upz...udah dulu ah....I want to praying dhuhur...bis itu meh ketemu ma anak2 smster1 yang tak asisteni...dada babay...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5078983467929694104-2309229998546787416?l=newrule-formyfuture.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/feeds/2309229998546787416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5078983467929694104&amp;postID=2309229998546787416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/2309229998546787416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5078983467929694104/posts/default/2309229998546787416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newrule-formyfuture.blogspot.com/2008/10/my-first-blog.html' title='my firs&apos;t blog'/><author><name>adhiem_chan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13012237421778103830</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SaOk26bikYI/AAAAAAAAADQ/HiDO5WbQ4DM/S220/akhwat-kecil1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hj1smPjcJY4/SQFef6mAr9I/AAAAAAAAAB0/UKuUAftPZSw/s72-c/340492z50q6xsj40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
