touch every thought with your heart
and u'll see something that was you won in your life

Berbagi Itu Indah

18.15
Kamis 26 Maret 2007
Panti asuhan Al-Hikmah merupakan salah satu panti asuhan yang terletak di perbatasan Kota Semarang dan kabupaten Kendal. Tepatnya di wilayah Desa Polaman Kec. Mijen Kab. Semarang. Terdapat sekitar 60 santri yang bertempat tinggal di Panti Asuhan tersebut. Dan Alhamdulillah semua santri mendapatkan tempat tinggal dan pendidikan gratis sampai dengan mereka purna Asuh.
Dengan kehidupan Panti Asuhan semi Pondok Pesantren, tempat ini merupakan salah satu tempat yang menurut saya sangat berpotensi dalam mendidik anak-anak yang mungkin mempunyai latar belakang keluarga yang kurang beruntung. Selain diberikan pendidikan formal, adik-adik yang nyantri di tempat ini juga dibekali dengan ilmu agama untuk bekal di kehidupan yang semakin maju ini dan agar mereka tetap dekat dengan sang Khaliq.
Akan tetapi karena mungkin tempatnya yang agak terpencil atau sebab lain, fasilitas bantuan yang diberikan oleh pemerintah juga kurnag memadahi sehingga adik-adik yang nyantri di tempat ini juga perlu mendapatkan bekal keahlian lain sehingga mereka dapat menjadi manusia yang mandiri setelah purna asuh.
Hal inilah yang kemudian mendorong saya dan teman-teman satu tim PKMM mengajukan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengambil tema pemberian bekal bagi adik-adik yang di asuh di Panti asuhan tersebut.
Alhamdulillah, program kami disetujui. Dengan lancar kami memulai kegiatan setiap minggu di Panti Asuhan tersebut. Dan yang lebih membuat kami bahagia adalah bapak Umar dan Keluarga besar selaku pemilik yayasan Al-Hikmah sangat menerima kami dengan tangan terbuka. Begitupula adik-adik yang nyantri di tempat tersebut juga menyambut kami dengan hangat setiap minggunya. Dan Alhamdulillah kegiatan kami sudah memasuki minggu ke empat.
Pelatihan yang kami lakukan meliputi dua bagian yakni Pelatihan Pembuatan PIN dan Pelatihan Pembuatan Makanan Ringan. Untuk santri putera kami berikan pelatihan Ms Office dan Pembuatan PIN menggunakan Corell Draw. Sedangkan bagi santri puteri kami berikan pelatihan pembuatan makanan ringan yang mempunyai potensi layak jual.
Karena asrama putera dan asrama puteri yang terpisah, dan beberapa kendala lain yang kami hadapi diantaranya computer yang tersedia tidak mencukupi untuk jumlah murid yang ada (hanya ada sekitar enam unit computer Pentium II dan III yang tidak memungkinkan diinstall program macem-macem). Jadi kami harus pintar-pintar memanage bagaimana caranya agar semua santri dapat mendapatkan ilmu yang sama. Terharu sekali rasanya melihat mereka begitu semangat berlatih walaupun yang dipegang hanyalah computer Pentium III. (Apalagi mengingat jaman sekarang laptop bukan lagi menjadi barang langka).
Sedangkan adik-adik santri puteri, wah…seru sekali mereka ketika dibuat kelompok-kelompok memasak. Mereka berlomba-lomba membuat makanan ringan bak koki professional. Saking semangatnya ada yang sampai kakinya terciprat minyak panas. Duh…adeku…hati-hati ya dek…
Sungguh, seandainya saja kegiiatan kami tidak terbatas pada dana dan waktu, tentu kami akan terus intensif melakukan kegiatan tersebut. Agar adek-adek kami yang berada di sana dapat mempunyai bekal hidup yang cukup. Meskipun ilmu yang kami bagi hanya sedikit sekali. Do’a kami semua, semoga ilmu kami bermanfaat dan semoga kami dapat terus melakukan kegiatan seperti ini untuk mereka. Amin…
Ayo…sahabat…kalian juga harus mencoba pengalaman kami, tidak kalah menarik lho dibandingkan kita membuang waktu dan uang buat jalan-jalan ke Mall…Karena berbagi itu indah….
Read On 0 komentar

“Indera Keenam” Seorang Wanita dan “Mata Ketiga” Seorang Pria

18.07
“Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal” (QS Al-Hujurat[49]: 13)
Allah SWT telah menciptakan segalanya begitu berharga. Seperti diciptakannya manusia yakni laki-laki dan perempuan dengan segala perbedaan-perbedaan yang begitu istimewa diantara keduanya. Termasuk salah satu perbedaan yang istimewa tersebut adalah “indera keenam”nya wanita dan ”mata ketiga”nya laki-laki.
Mau tahu apa yang dimaksud dengan “indera keenam”nya wanita dan ”mata ketiga”nya laki-laki? Ok…sebelumnya, kita kenali dulu yuk…apa ja yang “istimewa” pada diri kita…
Dari sononya emang uda diset secara berbeda.
“Anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.” (QS Ali ‘Imran [3]: 36)
Nah lo…di Al Qur’an ja uda jelas bahwa laki-laki dan perempuan itu memang beda. Akan tetapi jelas perbedaan tersebut pastilah memiliki fungsi masing-masing. Hm…menurut bebrapa penelitian ney… ternyata dari mulai cara memandang, cara mendengar, sampe cara menggunakan indera perasa dan pencium….wah…Subhanallah…believe its or not,emang jauh….banget bedanya! Makannya, gak jarang kita jumpai terkadang sama teman aja bisa jadi bĂȘte and debat yang terkadang gak perlu didebatin, cuma gara-gara beda aja cara memandang segala sesuatu.
Tapi perbedaan itu rahmat sahabatku…jangan lantas menjadi bingung. Duh…gimana ya cara ngadepin si anu yang cerewet, si itu yang keras kepala and gak sensitive…dll. Ya salah satu caranya, kita coba belajar mengenali perbedaan yang ada, trus memahami bahwa memang uda dari dulu bahwa seringkali seseorang lebih ingin dimengerti daripada harus mengerti orang lain, nah makannya kita mesti jadi orang yang mau mengerti orang lain. Kan di salah satu Hadist juga disebutkan :
“Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah SAW dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Perbedaan Cara Memandang Sesuatu
Menurut Penelitian Allan & Barbara Pease, dalam bukunya Why Men Does’n Listen and Women can’t Read Maps (2006:35-36), jangkauan pandangan mata wanita itu “lebar” banget, lebih dari 180 derajad. Karena itu wanita dapat melihat sekeliling secara sekilas tanpa harus memutar kepala.(ck…ck..ck…Subhanallah…Makannya gak heran kalo cewek lebih bisa melihat barang yang akan dibeli walaupun letaknya nyelempit di tengah-tengah rak. Cuma cewek yang bisa euy…!). Akan tetapi, meskipun punya pandangan lebar, wanita cenderung buta arah, seringkali dia bingung jika menentukan sesuatu yang mungkin dianggap para pria merupakan sesuatu yang sepele, misalkan aja ni ya yang simple aja kayak nentuin kanan kiri.(Nah lo…gimana bisa membaca peta, kiri kanan aja masih bingung??).
Nah…kalo pria…biasanya cenderung gini ney…
Lalaki jangkauan pandangan matanya “sempit” (terfokus) sekitar 45 derajad atau kurang. Makannya, gak jarang pria memandang sesuatu secara tajam.(Makannya, kalo ada cowok memandang kamu-kamu yang cewek jangan GR dulu yah…)
Perbedaan Cara Mendengar
Di telinga pria, suara orang-orang biasanya hanya terdiri dari tiga macam, yaitu : rendah, sedang dan tinggi. (Makannya untuk ngomong ama cowok, kita mesti berbicara dengan jelas dan jangan terlalu cepat karena umumnya buat para cowok, yang terpenting )Namun, wanita ngedengerin suara secara lebih rinci, seperti : tangis bayi, anak kucing mengeong, air menetes, de el el.(Makannya, kalo kamu cowok mesti bersabar deh buat menyampaikan sesuatu ke cewek, kan buat mereka adalah gimana cara kamu buat nyampein sesuatu).
Perbedaan Cara Penggunaan Indera Perasa dan Pencium
Nah yang gak kalah penting, and yang perlu kamu tahu hey para pria…hehe…menurut penelitian, ternyata seorang wanitacenderung mengenali lawan jenisnya lewat aromanya (and yang lebih “keren” lagi, bahkan wanita dapat segera tahu kalau ada seorang pria yang mengganti parfumnya, hanya dalam waktu satu jam coba!!ck…ck..ck..). Makannya buat kamu-kamu yang ngerasa sebagai cowok, kalo pengen gak dijauhi temen-temen terutama yang cewek tuh, jaga deh kondisi aroma kalian, maksudnya seh kamu gak perlu wangi nyampe jarak semester aja udah kecium baunya (ntar yang ada malah pada ilfil ) tapi minimal menjaga kebersihan gitu…eits begitu juga para cewek, jangan “Lebai” ya kalo pake parfum...
Kalo indera perasa, yang jelas wanita lebih sensitive terhadap rasa manis dan asin. Lha kalo pria??sebaliknya, mereka cenderung lebih peka terhadap rasa pahit dan asin.
“Indera Keenam” Seorang Wanita
Mungkin hanya beberapa orang yang sadar, bahwa sebenarnya seorang wanita mempunyai “indera keenam”. Apaan itu ya….yups ternyata wanita mempunyai perasaan yang jauuuh….lebih sensitive terhadap sesuatu. Termasuk mengetahui kondisi seseorang yang berada di dekatnya. Saking sensitivenya terkadang tanpa diminta tiba-tiba aja dia udah mendekati seseorang yang saat itu sedang bingung atau sedih.
Hal ini sangat berbeda dengan seorang pria. Bahkan sepeka apapun seorang pria ternyata dia tidak jauh lebih peka dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak terlalu peka. Makannya gak heran kalo cowok malah sering yah bisa dikatakan cuek beybeh… (hayo, ngerasa gak tuh yang cowok?).
Yah, karena kekurang sensitifnya pria itulah mengapa mereka cenderung tidak akan tahu gimana perasaan orang-orang terdekat mereka tanpa diberitahukan oleh orang lain. Dan mungkin karena itu pula, pria cenderung lebih baik diam and menyendiri jika punya masalah. Beda dengan wanita yang lebih sering menceritakan kesulitan yang dihadapi kepada orang terdekatnya. Walaupun sebenarnyalebih sering mereka bercerita dengan tujuan hanya ingin didengarkan saja. Tanpa harus dinasehati, kalo mereka minta nasehat, baru deh dikasih saran.(emang agak ribet she ngadepin cewek, but trust me its just need little time karena cewek akan lebih tegar setelah ia menceritakan masalahnya, apalagi kalo kita kasih semangat dia dengan kata-kata simpati).
“Mata Ketiga” Seorang Pria
Kalo wanita punya “indera keenam” maka pria punya “mata ketiga”.(Kan Allah Maha Adil…Betul??).
Buat kamu-kamu para wanita, pernah tidak memperhatikan dengan seksama ketika kamu memarkirkan motor di tempat parkir? Pasti kamu bakalan menemuakan sesuatu yang unuk. Yups…tepat banget!.. Cowok emang lebih ahli tuh…, trus pernah enggak kamu kebingungan baca peta, eh…dengan mudahnya cowok disebelahmu malah udah ngeh trus nunjukin jalannya buat kamu??.
Nah disinilah letak “mata ketiga”nya para pria. Ternyata setelah diadakan beberapa penelitian, terbukti bahwa cowok lebih dapat menggunakan logika mereka. Setelah diadakan scanning otak, ternyata kemampuan “mata ketiga” para pria adalah terletak pada otak kanan mereka. Kekuatan mereka inilah yang membantu mereka dalam memperkirakan berapa kekuatan yang harus mereka keluarkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Termasuk juga menentukan arah dan memperkirakan tata ruang.
Dan satu lagi ney, mungkin karena kemampuan “mata ketiga” itulah mereka cenderung lebih suka membaur dengan alam. (Makannya…Pecinta Alam yang suka naek gunung itu tu…kebanyakan adalah kaum Adam). Selain itu, adalagi ney fungsinya yang udah jelas disebutkan dalam Al Qur’an :
“Laki-laki adalah pengarah perempuan karena Allah telah memberikan kelebihan pada yang satu atas yang lain. …Sungguh Allah Mahatinggi,Mahaagung”(QS An-Nisa’ [4]:34)
Nah dari sini kita tahu and yakin kan ternyata memang Allah benar-benar Mahaadil atas segala sesuatu. Kita diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan pahamilah…bahwa sebenarnya perbedaan itulah yang kelak akan menyatukan kita.
Sumber:
M.Shodiq Mustika & Krisnina Rihardini. 2007.Ta’aruf Forefer.Semarang:Qudsi Media.
Read On 0 komentar

Belajar Dari Kehidupan

11.56

Sabtu, 21 Maret 2009

Belajar bahwa hidup ini begitu bervariasi. Tak pernah saya bayangkan sebelumnya, bahwa semalam saya berkutat dengan sebagian kecil dunia malam di kota Semarang.

Saya sendiri adalah anak pertama dari sebuah keluarga sederhana dan mempunyai dua orang adik laki-laki yang juga membuat saya banyak belajar tentang dunia psikologi perkembangan anak. Meski saya seorang anak perempuan, akan tetapi ayah saya mendidik saya dengan penuh ketegasan terutama masalah agama. Saya rasa beliau ingin saya menjadi seseorang yang tegar seperti beliau. Dari beliau pula saya banyak belajar mengenai nilai kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai cobaan yang Allah SWT karuniakan kepada keluarga kami.

Saya begitu bersyukur, Allah SWT tiada henti-hentinya memberikan nikmat kepada keluarga saya. Dia memberikan saya tidak hanya dua tetapi tiga orang tua. Saat saya menginjak usia 15 tahun, saya dan kedua adik say yang saat itu masih sangat kecil, harus kehilangan sosok seorang ibu yang begitu menyanyangi dan memahami kami. Siapa yang tak sedih kehilangan orang yang kita cintai?. Akan tetapi kami sekeluarga percaya bahwa semua kehendak-Nya adalah yang terbaik bagi kami. Karena Ibu memang telah lama sekali menderita penyakit tumor yang juga menggerogoti syaraf otaknya. Kami mencoba untuk mengikhlaskan beliau karena kami yakin jalan itu yang terbaik bagi beliau (Semoga Allah SWT membahagiakan beliau serta menerima semua amalan baiknya, Amin).

Akan tetapi Allah SWT yang Maha Adil dan Maha Pengasih menunjukkan KeAgungan-Nya dengan mengirimkan seorang wanita yang tegas dan berdisiplin tinggi sebagai pengganti sosok Ibu. Kami panggil beliau dengan sebutan Mama. Dari Ibu dan Mama saya belajar bagaimana mendidik anak dengan baik.

Sejujurnya, dari semenjak sekolah menengah pertama saya yang memang diberi kelebihan nikmat oleh Allah SWT untuk merantau dan mengenyam Agama lebih dalam di sebuah Pondok Pesantren di Kota Semarang membuat saya belajar bagimana cara bergaul dengan berbagi macam tipe orang. Dari yang benar-benar baik sampai teman-teman yang kebetulan memiliki latar belakang yang kurang bagus dalam keluarga (sampai-sampai mereka memutuskan untuk lebih senang menerjuni dunia premanisme). Dan dengan pengalaman seperti itu tentu saja saya merasa lebih nyaman untuk bergaul dengan orang-orang yang “baik”. Karena semula saya berfikir, untuk apa saya bergaul dengan orang-orang yang seperti preman, bukan kebaikan mungkin yang akan saya peroleh akan tetapi mungkin saja saya yang justru akan merugi.

Allah SWT yang begitu menyayangi hamba-hamba-Nya kembali menegur saya lewat kejadian semalam. Karena sesungguhnya bukanlah kita yang berhak untuk menentukan kedudukan seorang hamba di mata Allah SWT. Hanya Dia-lah yang berhak menentukan apakah seorang hamba menjadi hina ataukah tinggi derajadnya. Hanya Dia-lah Maha mengetahui akan segala hal.

Pukul 19.30 WIB saya dan tiga orang teman saya pergi berkeliling ke beberapa tempat di Pusat Kota Semarang. Semula saya ragu apakah saya jadi ikut terjun langsung,karena rasa-rasanya memang saya tidak nyaman bepergian di malam hari. Akan tetapi dengan membenahi niat dan meyakinkan hati bahwa Allah akan melindungi kami berempat akhirnya saya memutuskan untuk tetap pergi.

Tujuan kami saat itu adalah mengambil video nyata kisah anak-anak jalanan. Demi terciptanya film documenter yang berkualitas tentunya, kami mencoba mewawancarai beberapa orang yang berprofesi menjadi pengamen jalanan. Target pertama, sebut saja namanya Joko, lahir di Kediri dan telah menjadi pengamen sejak usia remaja di Kota Semarang. Dari dia, kami sedikit tahu bagaimana pengelolaan para pengamen jalanan yang sudah dewasa. Dari ceritanya kami menyimpulakan sudah ada pengelolaan yang cukup teratur, akan tetapi ketika kami menanyainya tentang kehidupan pengamen yang masih kecil, dia hanya menjawab “Wah kalo itu saya ndak tahu mbak?”.

Yang kedua dan ketiga, kami berhasil mewawancarai segerombolan orang yang kebetulan saat itu lewat. Semula kami agak ngeri karena tampang dan cara bicara mereka yang terkesan “SANGAR”. Tetapi ya itu, sekali lagi saya membuktikan bahwa benar adanya pepatah yang mengatakan ”Ajining Raga Sangka Busana Ajining Ati Sangka Lathi” yang kurang lebih berarti wibawa akan terlihat dari busana, dan hati akan terlihat dari perkataan. Ternyata setelah kami mencoba bicara dengan orang-orang yang semula kami pikir ”sangar” itu, kami justru malah mendapatkan informasi yang lumayan banyak tentang kehidupan anak-anak jalanan. Tentang sebut saja beberapa komunitas pengamen jalanan yang sejak kecil harus berkutat dengan kekerasan. Penilaian saya : sungguh ironis disaat Bangsa ini sudah Merdeka akan tetapi generasinya masih banyak yang terjajah oleh tangan-tangan kotor bangsa sendiri.

Dari cerita beberapa sumber yang telah kami wawancarai, kami jadi agak sedikit ngeri bila membayangkan bagaimana jadinya kalu kami tetap nekat mengambil video nyata anak-anak itu. Mungkin lain waktu saja kami melanjutkan misi kami. Karena malam juga mulai larut, walaupun kawasan yang kami kunjungi semakin ramai, saya semakin merasa tidak nyaman. Lagipula saya keder jika harus berlama-lama di tempat yang menurut saya cukup membuat bulu roma merinding (tapi bukan karena adanya dunia gaib lho)melainkan karena semakin majunya peradaban manusia kok semakin menjauhkan manusia dari Tuhan mereka. Semula saya hanya menyaksikan semuanya lewat layar kaca, kini saya benar-benar menyaksikan semua dengan mata telanjang.

Huff….mau jadi apa Bangsa ini….
Read On 0 komentar

Untukmu...Anugerah terindah yang Dia berikan untukku.....

15.23
Bapak, Ibu...
Ayah, Bunda...
Abi, Ummi...
Papa, Mama...
Pa'e, Ma'e...
Abah, Ummah...
Babe, Nyak...
Bapak, Mamak...
Papi, Mami...

Apapun panggilan sayang kami kepadamu...

Kami bersyukur memiliki kalian berdua.

Kami tahu kalian berdua selalu menyayangi kami Lebih dari segalanya di dunia ini.

Seperti berbagai macam panggilan kami untuk kalian, begitu banyak pula cara yang kalian lakukan pada kami untuk menunjukkan kasih sayang tulus kalian sebagai orang tua kami.

Mungkin, jika kami dapat berteriak lantang.

Kata-Kata yang begitu ingin kami teriakkan adalah “Maaf dan Terimakasih”.

Ingin rasanya kami meneriakkan kata-kata itu sampai seluruh dunia dapat mendengar. Karena kami tak tahu lagi bagaimana cara kami mengungkapkannya.

Tapi, Kami tak mampu.

Karena kami tahu, tiada satu kata-katapun di dunia ini yang dapat mengganti kesalahan kami di masa lalu kepada kalian. Tiada satu kata-katapun yang mampu kami ungkapkan untuk membalas jasa-jasamu. Dan tiada satu kata-katapun yang dapat mewakili rasa syukur kami yang telah memilikimu. Walau kami tahu, tak akan mungkin rasa sayang yang kami miliki dapat melebihi kasih sayang yang telah kalian curahkan kepada kami.

Kami,

Anak-anak yang begitu menyayangi kalian

Tak akan pernah tahu

Apakah kami akan mendapat ridha kalian

Yang dapat kami lakukan hanyalah berusaha menjadi yang terbaik bagi kalian

Agar jangan lagi, kami menyakiti hati dan jiwamu yang begitu lelah dalam memberikan berjuta kebahagiaan bagi kami.

Untukmu, orang yang begitu berjasa dalam hidup kami.

Lihatlah, kami telah tumbuh kini.

Dari mulai bayi yang hanya bisa menangisimu, menjadi anak-anak dan remaja dengan berjuta tingkah polahnya, hingga kini kami telah dewasa. Begitupula jalan gelap dan terang telah kami lalui. Hingga kami berdiri tegap saat ini.

Ada kalanya kami terjatuh, kemudian engkau datang memberikan semangat agar kami berdiri lagi. Ada kalanya kami berhenti, duduk sendiri dan tak tahu lagi bagaimana menghadapi hari. Dan engkau datang memberikan nyala api agar kami kembali mengobarkan tekad untuk dapat terus berlari.

Suatu ketika… kami lelah… enggan untuk melangkah…

Dan engkau datang untuk menjadi sandaran hati kami.

Akan tetapi satu hal terpenting dalam hidup kami yang telah engkau berikan adalah, langkah-langkah kami yang senantiasa engkau tanami dengan benih-benih cinta kepada sang Illahi. Hingga apapun yang kami hadapi sampai detik ini, kesabaran dan rasa syukur yang engkau ajarkan menjadi senjata terampuh saat kami menghadapi berbagai cobaan.

Ya Allah…Rabby… jagalah dan sayangilah kedua orang tua kami di dunia dan di akhirat… melebihi apapun yang telah mereka persembahkan untuk kami…Amin.




Read On 0 komentar

Bolehkah Aku Merindukanmu....

15.18
Masih terbayang jelas senyum terakhir yang engkau sunggingkan untukku ibu
dikala aku tak lagi dengan jelas dapat mendengar tutur katamu
Tapi aku tahu Ibu semua isi hati yang begitu ingin kau ucap untukku

Ibu
Tiba-tiba aku terjaga ibu
Saat sepertiga malamku tiba
Karena entah mengapa aku merasa ibu datang
memakai mukena putih bersih
menyentuhku dengan lembut........

Segera kuterbangun dan beristighfar
kulihat jam menunjukkan pukul tiga dini hari

Ibu...
Ingin kumenangis
Benarkah kejadian yang kualami hanyalah sebuah mimpi
bunga tidur yang segera berlalu
Ataukah Allah yang membangunkan ruhku....

Ibu...
Bolehkah aku merindukanmu
disaat engkau sudah tak lagi di sisiku

Allah...Rabby...
Bahagiakanlah Ibu...
Hamba bersaksi bahwa beliau telah menjaga amanah-Mu padanya

Hamba mohon Ya Allah...
Jika memang Kau Izinkan
Pertemukanlah hamba-Mu yang hina ini dengannya
Karena hamba benar-benar merindukannya.....
Read On 0 komentar

Keluarga Bening Hati

13.44

Lagi-lagi tema keluarga, tema ini saya rasa sangat penting dibicarakan karena segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita adalah berawal dari sebuah kata yang begitu bermakna : "Keluarga".

Berikut adalah artikel yang saya unduh dari kotasantri.com.

Penulis : Arda Dinata

Salah satu teladan yang bisa kita contoh dalam membangun kebeningan hati dalam keluarga, selain keluarga Rasulullah SAW, adalah keluarga Khalifah Ali bin Abu Thalib. Ali RA adalah suami dari Fatimah, putri Rasulullah. Beliau sejak kecil hidup bersama Rasulullah, karena Rasulullah pernah diasuh oleh ayah Ali. Setelah Rasulullah menikah dengan Siti Khadijah, Ali ikut bersama Rasulullah dan dibesarkan, diasuh, serta dididik, sehingga tumbuh sebagai anak yang berbudi luhur, cerdik, dan pemberani.

Keberanian dan kebeningan hati Ali ini tercermin pada ikut sertanya dalam hampir seluruh peperangan yang dipimpin Rasulullah. Ali senantiasa berada di barisan muka. Seringkali kaum muslimin memperoleh kemenangan karena keberaniannya dan ketangkasannya, Ali dikenal dengan Dzulfaqar karena pedangnya yang bermata dua. Namun demikian, Ali sehari-hari dalam keluarga, perilakunya selalu lemah lembut, sebagai pancaran kebeningan hati.

Berkait dengan kebeningan hati ini, Ali RA berkata, "Sesungguhnya Allah Ta'ala di bumiNya mempunyai sebuah wadah, yaitu hati. Maka yang paling dicintai Allah ialah hati yang paling lembut, paling jernih, dan paling keras." Kemudian beliau menafsirkannya. Maka beliau berkata, "Maksudnya ialah yang paling keras dalam agama, paling jernih dalam keyakinan, serta paling lembut terhadap saudara-saudaranya."

Keterangan itu menunjukkan kalau syari'at Islam yang toleran telah memberikan perhatian yang besar terhadap institusi keluarga, sehingga ia menduduki posisi layak yang membuat ia menjadi pijakan kokoh bagi setiap muslim untuk mewujudkan kemuliaan, kehormatan, dan amal shaleh yang bermanfaat.

Untuk mewujudkannya, setiap keluarga perlu dibangun suatu sistem pembelajaran yang dilandasi kebeningan hati. Perumpamaan hati adalah cermin. Selama ia bersih dari kotoran, maka dapatlah dilihat padanya segala sesuatu. Apabila ia tertutup kotoran dan tidak ada yang membersihkannya, maka ia pun diselimuti kotoran, yang pada akhirnya binasa, tidak dapat dibersihkan.

Bukankah, kondisi bening hati dalam keluarga merupakan sesuatu yang dapat melejitkan potensi terciptanya keluarga sakinah? Rasulullah SAW bersabda, "Apabila Allah SWT menghendaki suatu rumah tangga yang baik (bahagia), diberikanNya kecenderungan menghayati ilmu-ilmu agama; yang muda menghormati yang tua; harmoni dalam kehidupan; hemat dan hidup sederhana; melihat (menyadari) cacat-cacat mereka dan kemudian melakukan taubat. Jika Allah SWT menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkanNya mereka dalam kesesatan." (HR. Dailami dan Anas).

Sungguh indah, suatu keluarga yang hidupnya dibangun dengan kebeningan hati. Maka, panjatkanlah selalu doa, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqaan : 74).

Wallahu a'lam.

*) Penulis adalah Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.

--- ### ---

Read On 0 komentar

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
Hanyalah ibu dari kedua adik laki-lakiku Yang mencoba untuk tetap bersyukur, atas segala hal yang telah Tuhan anugerahkan Kepadaku. Dan yang terus berusaha mewujudkan mimpi, membina sebuah keluarga kecil yang hidup dalam kejujuran dan cinta...

Arsip Blog