Bisik Hati Dua Jiwa
08.33
*Apa yang kau inginkan sekarang
Jika Dia telah memberimu segala yang pernah kau minta.
Dulu kau selalu menangis dan meratap pilu
Tapi kemudian Dia menghapus air matamu
Dan memberi Pelangi untuk menghiasi hari-harimu.
**Aku bingung tak tahu arah
Hati ini begitu perih...
Tiada yang aku inginkan lagi sekarang
Karena bagaimana mungkin aku menginginkan sesuatu
yang tak mungkin dapat kuterima dan kujaga
Karena hati ini begitu kecil, lemah dan hina
Karena diri ini begitu hitam tertutup dosa
* Lalu dimana senyum di hatimu kini
yang kulihat disana hanya kepalsuan.
Dalam setiap derai tawa yang kau sunggingkan
kepada orang-orang yang masih saja menyesali apa yang telah mereka dapatkan.
Termasuk pada dirimu sendiri yang tak pernah mau bersyukur
atas segala yang telah Dia anugerahkan untuk mu.
Atau mungkin Kau tidak ingin membuat hatimu ikhlas?
Karena yang kubaca kini kau hanya dapat berkata tanpa makna dan rasa....
**Aku merasakan rindu yang menggebu...
Rindu pada rasa cinta yang selalu menenangkan hati...
Cinta yang selalu menjelma dalam derai kasih seorang hamba...
Cinta yang membuat hati ini bercahaya...
Cinta yang hanya dapat dirasakan
oleh orang-orang yang berhati mulia...
Bukan cinta yang dirasakan oleh
orang-orang berhati hina layaknya hatiku...
yang hanya dapat berbuat dosa yang semakin menggelapkan jiwa.
*Tidakkah kau malu...
Kau mengatakan bahwa kau rindu pada-Nya
Tapi tak satupun kulihat sinar cinta di matamu
yang kau persembahkan untuk-Nya...
Kau Ingin mencintainya
Tapi tak satupun lantunan doa cinta kau munajatkan dari bibirmu
untuk dapat merayu rindu pada-Nya...
Lalu apa yang akan kau katakan kini
jika ternyata kau hanya hidup dalam keadaan alpha?
Percayalah...
hati kita kan merasakan indah cinta-Nya,
jika kita memupuk cinta itu dengan selalu mendekati-Nya...
Jika Dia telah memberimu segala yang pernah kau minta.
Dulu kau selalu menangis dan meratap pilu
Tapi kemudian Dia menghapus air matamu
Dan memberi Pelangi untuk menghiasi hari-harimu.
**Aku bingung tak tahu arah
Hati ini begitu perih...
Tiada yang aku inginkan lagi sekarang
Karena bagaimana mungkin aku menginginkan sesuatu
yang tak mungkin dapat kuterima dan kujaga
Karena hati ini begitu kecil, lemah dan hina
Karena diri ini begitu hitam tertutup dosa
* Lalu dimana senyum di hatimu kini
yang kulihat disana hanya kepalsuan.
Dalam setiap derai tawa yang kau sunggingkan
kepada orang-orang yang masih saja menyesali apa yang telah mereka dapatkan.
Termasuk pada dirimu sendiri yang tak pernah mau bersyukur
atas segala yang telah Dia anugerahkan untuk mu.
Atau mungkin Kau tidak ingin membuat hatimu ikhlas?
Karena yang kubaca kini kau hanya dapat berkata tanpa makna dan rasa....
**Aku merasakan rindu yang menggebu...
Rindu pada rasa cinta yang selalu menenangkan hati...
Cinta yang selalu menjelma dalam derai kasih seorang hamba...
Cinta yang membuat hati ini bercahaya...
Cinta yang hanya dapat dirasakan
oleh orang-orang yang berhati mulia...
Bukan cinta yang dirasakan oleh
orang-orang berhati hina layaknya hatiku...
yang hanya dapat berbuat dosa yang semakin menggelapkan jiwa.
*Tidakkah kau malu...
Kau mengatakan bahwa kau rindu pada-Nya
Tapi tak satupun kulihat sinar cinta di matamu
yang kau persembahkan untuk-Nya...
Kau Ingin mencintainya
Tapi tak satupun lantunan doa cinta kau munajatkan dari bibirmu
untuk dapat merayu rindu pada-Nya...
Lalu apa yang akan kau katakan kini
jika ternyata kau hanya hidup dalam keadaan alpha?
Percayalah...
hati kita kan merasakan indah cinta-Nya,
jika kita memupuk cinta itu dengan selalu mendekati-Nya...
Malaikat-Malaikat Kecilku
13.07Penat kembali mendatangiku saat aku memasuki rumah kos yang selama tiga tahun ini aku tinggali. Kembali sepi mendatangiku, karena lagi-lagi tak satupun penghuni rumah berada disini dan rumah ditinggalkan kosong begitu saja.
Rumah ini, menjadi saksi bisu atas semua hal yang telah kualami selama tiga tahun ini, suka dan duka telah banyak kualami dalam rumah yang cukup sederhana ini, yang berdindingkan papan tripleks dan berlantai terpal plastik ini. Walaupun mungkin jika aku mau, bisa saja aku mencari tempat kos yang lebih ramai dan lebih bagus dibandingkan rumah ini. Tapi bagiku ada nilai lebih yang kutemukan disini dibandingkan tempat kos yang lain.
Disini ada sepasang nenek dan kakek yang kehidupannya sangat sederhana sebagi penjual getuk dan jajanan pasar. Walaupun hidup seadanya, mereka begitu terlihat bahagia dan menganggapku sebagi cucu mereka yang selalu mereka sayangi. Terkadang memang jika aku punya waktu luang dan kesepian, segera aku menuju dapur tempat mereka membuat jajanan pasar untuk sekedar membantu mereka dan untuk mengusir sepi yang kurasakan. Tapi entahlah malam ini aku benar-benar hanya ingin menangis dan tidak ingin keluar dari kamarku.
Dahulu aku adalah satu-satunya mahasiswa yang ngekos di tempat ini, karena memang tadinya rumah ini memang bukan rumah yang biasa menerima mahasiswa untuk kos. Hingga kini ada dua orang temanku yang menemaniku di sini karena memang harga sewa yang lebih murah dibandingkan tempat kos yang lain. Karena kami hanya bertiga, sehingga membuat kedekatan emosional terjadi antara kami. Jadi ya bisa dibilang apapun yang terjadi pada salah satu dari kami, dapat dipastikan akan menceritakan pada yang lainnya.
Walaupun seringkali keadaan seperti ini kualami, akan tetapi malam ini aku merasakan hal yang berbeda. Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa benar-benar sendiri. Entah karena aku sudah begitu letih dengan semua aktivitasku akhir-akhir ini, atau mungkin karena aku memang sedang labil, terutama hari ini yang benar-benar melelahkan karena aku harus mengerjakan praktikum sampai menjelang maghrib dengan hasil yang kurang memuaskan pula.
Tak lama setelah aku masuk, terdengar suara adzan maghrib menggema dari masjid yang terletak tak jauh dari rumah kos yang kutempati ini. Segera aku bersiap untuk mandi dan mengambil air wudhu. Setelah melaksanakan solat maghrib, aku berdzikir demi menenangkan hatiku yang memang sedang dilanda perasaan tak tentu ini. Aku tahu di saat-saat seperti ini aku harus mendekat pada-Nya agar aku tak terlalu larut dalam perasaan yang menyesatkanku.
Tanpa terasa air mata ini mengalir deras, laksana limpahan perasaan yang sudah tak kuasa kubendung. Aku bersujud pada-Nya yang Maha Kuasa atas segalanya. Kuminta pertolongan-Nya untuk dapat menenangkan hatiku yang sedang bingung ini. Karena saat ini memang tak satupun yang menemaniku selain Dia.
Tak lama kemudian samar-samar kudengar ada suara yang memanggilku dari kamar sebelah yang memang kamar milik simbah. Ternyata suara itu adalah suara Dek Ipang, cucu terkecil nenek yang memang rumahnya tak jauh dari rumah ini. Anak yang sangat lucu dan menggemaskan itu tiba-tiba saja sudah membuka pintu kamarku. Segera ku manghapus air mata, dan tersenyum padanya.
”Loh dek ipang... wonten napa dek???”*
”Mbak..iku nang meja bubule capa? bubule Ipang?”** dengan perkataan yang msih celat dia bertanya kepadaku.
”Oh...enggeh niku bubure Ipang...purun didulang po kaleh mba?”*** aku mencoba menawarkan padanya.
”Ipang bubule nang omah, iku bubule mba ya?? Kan Ipang wes duwe...” ****
Sejenak kemudian aku sudah dapat tertawa ketika Ipang mulai bertingkah lucu. Dan tak lama kemudian datang dek Amel, kakak perempuan Ipang. Dek Amel datang mebawa Musyaf yang dipegangnya dengan erat, kemudian dengan malu-malu dia berkata bahwa dia sekarang sudah lancar dan hampir dapat menghafalkan juz amma. Lalu aku merayunya untuk membacanya di depanku. Dengan masih malu-malu dan cukup lancar dek Amel membacakan surah An-Naba’ yang membuat hati ini semakin damai. Menyusul kemudian datanglah dek Nur, kakak sepupu dek Amel dan Dek Ipang yang kebetulan serumah dengan Mbah Kakung dan Mbah Putri.
Lengkap sudah kini malaikat-malaikat kecil itu datang menghampiriku yang sedang merasakan kesendirian. Dengan berjuta keceriaan dan kebeningan hati mereka yang membuat aku lupa akan kesedihan yang kurasakan. Yang selama ini telah Dia kirimkan untu menghiasi hari-hariku.
Ya...Allah telah mendatangkan malaikat-malaikat kecil-Nya untuk menghiburku, menenangkan jiwaku dan membasuh kering jiwaku. Syukurku...Ya Allah...tak akan mampu melebihi ni’mat yang Engkau limpahkan padaku.
***
*loh dek Ipang...Ada apa dek?
**Mbak...itu di meja bubure siapa? Buburnya Ipang?
***Oh...iya itu buburnya Ipang...Mau disuapin mba?
****Ipang buburnya dirumah, itu bubure mba ya? Kan Ipang uda Punya...
Perjalanan Mencari Sengon Part I ( Metode Fisika Eksperiment )
12.29
Salah satu mata kuliah yang saya hadapi pada semester ini adalah Metode Fisika Eksperiment atau biasa dikenal dengan MFE. Setiap minggu kami anak-anak fisika murni harus berkutat dengan mata kuliah ini selama tiga sks. Dengan pembagian waktu untuk teori tentang cara melakukan eksperiment dan perhitungan data yang benar, dan separuh waktunya lagi untuk melakukan eksperiment (semacam untuk skripsi kecil-kecilan).
Pada mata kuliah ini, masing-masing mahasiswa diwajibkan untuk melakukan eksperiment yang sebelumnya nbelum pernah dilakukan oleh mahasiswa angkatan sebelumnya. Dengan melalui beberapa macam proses diantaranya adalah membuat rancangan eksperiment kemudian bimbingan sampai kemudian disetujui oleh dosen pembimbing baru kemudian melakukan eksperiment dan membuat laporan.
Alhamdulillah dengan mencoba mengajukan judul untuk meneliti uji kualitas kayu sengon rancangan eksperiment yang saya buat disetujui oleh dosen pembimbing, sehingga say harus mencoba berpetualang untuk mencari kayu yang sedang naik popularitasnya tersebut.
Berbekal niat yang bulat dan tekhnik lobiying yang pernah saya pelajari, dengan menaiki sepeda motor seorang diri saya mencoba melakukan perjalanan ke sebuah Kecamatan di kabupaten Kendal yakni Kecamatan Boja. Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan penghasil kayu sengon.
Saya sangat bersyukur, karena saya diterima dengan baik di Dukuh Bleder rumah salah satu rekan saya di kampus. Kemudian, menurut Bapak Muhroni (Kepala dukuh Bleder) kayu-kayu sengon yang diambil dari kecamatan ini merupakan salah satu kayu sengon yang mempunyai kualitas super. Dari Bapak Muhroni pula saya yang semula sama sekali masih awam tentang pohon sengon, jadi tahu bagaimana cara penanaman maupun perawatan dan lain sebagainya.
Hari itu saya cukupkan untuk pencarian informasi mengenai pohon sengon. Selanjutnya target saya adalah mencari bahan untuk diteliti, dan tentunya saya harus kembali kedesa tersebut. Setelah pencarian bahan tersebut sudah clear, saya akan segera melobi pihak laboratorium untuk meminjam furnice (untuk mengurangi kandungan air pada kayu) dan Hardness Testing (untuk pengujian kekerasan kayu tersebut).
Tak henti-hentinya saya bersyukur, karena perjalanan saya yang hanya seorang diri ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Semoga Allah memberi kesempatan saya untuk melanjutkan eksperiment ini. Amin
Pada mata kuliah ini, masing-masing mahasiswa diwajibkan untuk melakukan eksperiment yang sebelumnya nbelum pernah dilakukan oleh mahasiswa angkatan sebelumnya. Dengan melalui beberapa macam proses diantaranya adalah membuat rancangan eksperiment kemudian bimbingan sampai kemudian disetujui oleh dosen pembimbing baru kemudian melakukan eksperiment dan membuat laporan.
Alhamdulillah dengan mencoba mengajukan judul untuk meneliti uji kualitas kayu sengon rancangan eksperiment yang saya buat disetujui oleh dosen pembimbing, sehingga say harus mencoba berpetualang untuk mencari kayu yang sedang naik popularitasnya tersebut.
Berbekal niat yang bulat dan tekhnik lobiying yang pernah saya pelajari, dengan menaiki sepeda motor seorang diri saya mencoba melakukan perjalanan ke sebuah Kecamatan di kabupaten Kendal yakni Kecamatan Boja. Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan penghasil kayu sengon.
Saya sangat bersyukur, karena saya diterima dengan baik di Dukuh Bleder rumah salah satu rekan saya di kampus. Kemudian, menurut Bapak Muhroni (Kepala dukuh Bleder) kayu-kayu sengon yang diambil dari kecamatan ini merupakan salah satu kayu sengon yang mempunyai kualitas super. Dari Bapak Muhroni pula saya yang semula sama sekali masih awam tentang pohon sengon, jadi tahu bagaimana cara penanaman maupun perawatan dan lain sebagainya.
Hari itu saya cukupkan untuk pencarian informasi mengenai pohon sengon. Selanjutnya target saya adalah mencari bahan untuk diteliti, dan tentunya saya harus kembali kedesa tersebut. Setelah pencarian bahan tersebut sudah clear, saya akan segera melobi pihak laboratorium untuk meminjam furnice (untuk mengurangi kandungan air pada kayu) dan Hardness Testing (untuk pengujian kekerasan kayu tersebut).
Tak henti-hentinya saya bersyukur, karena perjalanan saya yang hanya seorang diri ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Semoga Allah memberi kesempatan saya untuk melanjutkan eksperiment ini. Amin
Carilah Cinta
20.12
Carilah cinta yang sejati
yang ada hanyalah padanya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padanya yang Esa
Carilah cinta yang abadi
yang ada hanya padanya
Carilah kasih yang kekal selamanya
Yang ada hanyalah pada Tuhanmu
Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi
Carilah cinta yang sejati
yang ada hanya padanya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padanya yang Esa
Namun janji-Nya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu
Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi
Namun janjinya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu
Yakinlah kepada Tuhan-Mu
Kerna dialah cinta hakiki
Kerna dialah cinta hakiki
Kerna dialah cinta yang hakiki
Album : Demi Masa
Munsyid : Raihan
yang ada hanyalah padanya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padanya yang Esa
Carilah cinta yang abadi
yang ada hanya padanya
Carilah kasih yang kekal selamanya
Yang ada hanyalah pada Tuhanmu
Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi
Carilah cinta yang sejati
yang ada hanya padanya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padanya yang Esa
Namun janji-Nya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu
Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi
Namun janjinya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu
Yakinlah kepada Tuhan-Mu
Kerna dialah cinta hakiki
Kerna dialah cinta hakiki
Kerna dialah cinta yang hakiki
Album : Demi Masa
Munsyid : Raihan
"Do'a Cinta Sang Pengantin"
10.59
Ya Allah..
Bila aku jatuh cinta...
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu...
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu...
Ya Allah...
Bila aku jatuh cinta...
Jagalah cintaku padanya, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu...
Ya Allah...
Bila aku jatuh cinta...
Ijinkan hamba-Mu yang lemah dan hina ini
untuk menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut pada-Mu
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu...
Ya Allah...
Bila Engkau halalkan aku untuk merindui kasih hamba-Mu...
Jangan biarkan melampaui batas...
sehingga melupakan aku pada cinta yang hakiki...dan rindu abadi...
Hanya kepada-Mu...Amin...
Bila aku jatuh cinta...
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu...
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu...
Ya Allah...
Bila aku jatuh cinta...
Jagalah cintaku padanya, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu...
Ya Allah...
Bila aku jatuh cinta...
Ijinkan hamba-Mu yang lemah dan hina ini
untuk menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut pada-Mu
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu...
Ya Allah...
Bila Engkau halalkan aku untuk merindui kasih hamba-Mu...
Jangan biarkan melampaui batas...
sehingga melupakan aku pada cinta yang hakiki...dan rindu abadi...
Hanya kepada-Mu...Amin...